
Kenapasih? Yang penting kan update😐.
Author Pov.
Queenze kembali menghela napas, dia baru saja sampai di rumah tapi aduan Edgar kembali membuatnya merasa akan cepat mati.
"Damian...ya tuhan" desah Queenze lelah, malam hari yang diharap akan menjadi lebih tenang dan damai, malah kembali riweh.
"Hiks..Queen..kamu selingkuh? Iya?...hahahah..kamu gapercaya sama aku...hiks..aku gak selingkuh Queen..aku jujur" racau Damian hampir gila. Seharian dirantai dan tak bertemu Queenzs membuat Damian hilang akal.
Queenze mendekati ranjang yang Damian tempati, pria itu masih meracau, dia tak sadar jika Queenze sudah pulang "Dami, kamu ngompol ya" celetuk Queenze.
Damian tersentak kemudian berbalik, dia tersenyum lebar dari posisi tidurnya "QUEEN!? Yeeeeeey Queen pulang~" Damian sudah gila.
Queenze menggelengkan kepalanya lalu melepas rantai di kaki lalu tangan Damian. Pria itu langsung memeluk Queenze dan mendusel di leher Queenze.
"Kangen~" Damian jujur, dia memang merindukan Queenze karena seharian berpisah.
Queenze melepas pelukan Damian dan memegang erat kedua bahu Damian "Ganti celana kamu, uda basah" ujar Queenze. Damian menunduk memandangi celana tidurnya yang sudah basah.
Dia menyentuhkan jari telunjuknya ke ujung bibir "Kapan aku kencingnya?" bisik Damian heran.
Dia mendongak dan menatap polos Queenze, kemudian senyum lebar penuh keluguan terbentuk "Gantiin, abis itu kamu boleh main sama aku" ucap Damian lugu.
__ADS_1
Queenze menggeleng, tak habis pikir dengan jalan pikiran Damian. Makin tua makin eror "Yaudah sini aku gantiin"
Queenze melakukan apa yang harus dia lakukan sebagai seorang istri sekaligus mommy untuk Damian.
...****...
Mau tau tidak apa yang Queenze perbuat pada wanita yang bernama Amelia itu?.
Jadi, Queenze menyeret wanita itu ke dalam ruangan milik Damian, lalu dia menghukumnya. "Hey, apa kau tak laku sampai harus melakukan hal itu pada bosmu sendiri?" tanya Queenze lembut.
Dia mengikat tubuh Amelia dan menendangnya sampai terjerembab ke lantai "Apa tempe mu jadi apem karena lama tak dimasuki suamimu? Ingatlah kalau kau sendiri sudah menikah" ejek Queenze.
Dia benar-benar menjadi orang yang berbeda, tatapan matanya sangat menghina dan merendahkan harga diri siapapun yang melihatnya.
Giginya bergemelatuk emosi "Sakit buk..maaf saya minta maaf" rintih Ameli. Queenze mendecih jijik dan semakin menguatkan injakannya.
"Bacot! Pelakor tetap aja pelakor!!" seru Queenze geram.
Dia menjambak Ameli dan mendongakan kepala Amelia.
"Selamat, videomu uda saya sebar ke sosial media. Suamimu sudah tau dan seluruh media masa sudah memergoki kegiatan murahanmu" bisik Queenze senang.
Seringai kebencian benar-benar terbentuk di wajahnya, berani sekali wanita ini menjebak Damian dengan lisptick sialannya itu.
__ADS_1
"Kau wanita gila.." desis Amelia.
"Aku? Jadi duta shampoo lain? Ahahahaha gausah banyak bacot, ini hukumanmu karena berani main-main denganku" ucap Queenze santai.
Queenze menarik kakinya dari punggung Amelia dan berjalan menjauh "Jadi pelakor, lebih baik kau pergi dari perusahaan ini sebelum," Queenze sedikit menoleh dan memandang penuh kebencian pada Amelia.
"Aku menghancurkan hidupmu lebih jauh lagi" sambung Queenze dengan nada yang menakutkan. Amelia gemetar sambil berdiri, dia langsung berbalik dan pergi.
Tak mau berurusan dengan Queenze lagi, dia kira sekretaris bosnya itu lemah lembut dan tak akan melakukan hal gila seperti ini.
Ternyata Queenze lebih gila dari apa yang pernah Amelia lihat.
"Jangan pernah main-main denganku, ****** murahan" bisik Queenze santai seraya duduk di kursi kebesaran milik Damian.
Sebelah kakinya dinaikan ke paha lainnya, dia benar-benar sedang berperan sebagai istri seorang CEO saat ini.
"Belagak sekali, padahal cuma perempuan kurang perhatian suami"
Dan satu lagi, Queenze benci pelakor dan.
"Maaf buk Queenze, ada yang harus saya bicarakan"
Dan pebinor seperti Jerome kampang ini.
__ADS_1
bersambung