
..."Cinta bukanlah perasaan yang mudah dimengerti, bahkan oleh orang yang merasakannya sendiri. Melemahkan juga menguatkan, menyakiti juga menyembuhkan—bukankah terkadang, cinta memang menjadikan manusia bodoh?"...
...««« KEERAN »»»...
͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏
Keeran berdeham pelan sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling, berharap menemukan sosok yang dicarinya. Untuk tipe pria seperti Tuan Muda Virya ini, sejujurnya amat sulit untuk mengakui bahwa ia memang memiliki rasa ketertarikan terhadap gadis albino bermata biru itu.
"Selamat datang," kata seorang pria paruh baya yang mengenakan kemeja polos berwarna biru muda. "Saya Satria Chandrawinata. Rekan kerja saya telah menitipkan kalian, selaku anak-anak mereka kepada saya, untuk mengurusi segala keperluan kalian selama berlibur di sini." Ia memperkenalkan dirinya dengan formal.
"Oh—kalau begitu, kami juga akan memperkenalkan diri kami. Saya Kinanti Andrea Virya, sebagai yang tertua di sini." Kinan tersenyum hangat. Gadis itu mencoba untuk menunjukkan antusiasnya sebagai bentuk penghormatan kepada pria paruh baya tersebut.
"Kalau ini adik kembar saya, namanya Keeran Ananda Virya." Seolah mengerti dengan tabiat saudaranya yang tak terlalu suka dengan orang baru, Kinan pun membantu. Namun, Keeran malah menanggapinya dengan sebuah dengusan pelan.
"Saya Kalandra Sadewa Virya, Om! Panggil aja Kala. Kala ini yang paling ganteng di rombongan ini." Kala memperkenalkan dirinya dengan gaya yang narsis. Dara pun menatapnya dengan sinis.
"Kalau yang ini, namanya Austin Galvani, si bule yang selalu sok cool. Omong-omong, dia ini baru saja ditinggal mantan pacarnya nikah. Kasihan banget, kan?" Kalandra menyengir ketika melihat tatapan tajam Austin yang tertuju ke arahnya. "Yang ini Andara Calista Virya. Sepupu saya yang paling galak yang gebetannya ada di mana-mana. Di Indonesia ada, Korea ada, Jepang ada, Amerika ada, Arab Saudi ada, sampai dimensi lain pun juga ada," tuturnya, melebih-lebihkan.
Dara menggeram. Ia yang tak terima dengan ejekan Kala pun mencoba menginjak kaki sang sepupu, namun rupanya, ia salah sasaran.
"Shiiit!"
"Eh—ada apa, ya? Siapa yang tadi 'nginjak kakiku?"
Dara hanya bisa berdecak sebal ketika menyadari bahwa yang terkena serangannya adalah Austin dan satu gadis lagi yang tidak diketahui namanya.
"Ada apa, Sayang?" Gayatri bertanya dengan lembut kepada putrinya, mencoba menunjukkan kepada para tamu itu, bahwa ia merupakan seorang ibu yang baik dan penuh perhatian.
"Ada yang 'nginjak kakiku, Ma ...."
"Mungkin cuma perasaanmu."
"Tapi—"
"Nah—ini istri saya, Gayatri. Yang perempuan ini, namanya Gendhis. Dia sedang menikmati masa liburannya di sela-sela kesibukan kuliah. Kalau yang ini Raka—dia masih SMA dan terkenal paling pintar di sekolahnya," ungkap Satria, dengan bangga memperkenalkan putra bungsunya.
__ADS_1
Raka hanya dapat tersenyum tipis, tapi kepalanya tertunduk. Sejujurnya, ia tak terlalu suka dengan acara semacam ini. Apalagi, ini dilaksanakan tanpa Maydea. Apa yang mereka lakukan, seolah mengatakan bahwa gadis itu bukan siapa-siapa.
"Bukannya Tuan Satria ini masih punya satu putri lagi?" tanya Keeran, tiba-tiba. Semua orang yang mendengar itu pun terkejut dengan sikap pemuda itu.
Satria yang sebenarnya kaget mencoba untuk tetap terlihat tenang. "Dia sedang pergi," jawabnya. Tak mungkin pula ia mengatakan bahwa putrinya itu tinggal terpisah dengannya. "Kamu mengenalnya, Nak Keeran?" tanya Satria.
"Kami berteman. Gadis cantik sepertinya tak boleh disia-siakan, bukan?"
Keeran tak sadar, bahwa ucapannya barusan, membuat saudara-saudaranya terkejut bukan kepalang. Kalandra dan Andara, bahkan sudah saling menatap dengan penuh arti, mengingat berita seperti ini bisa menjadi bahan gosip dan kejahilan baru.
"Ha ha ha!" tawa Satria, terdengar kaku. Lelaki paruh baya itu, lantas segera mempersilakan para tamunya untuk segera menyantap hidangan yang telah disediakan.
"Oh—siapa?" lirih Kinan. Ia menatap ke arah seorang gadis albino yang baru saja datang tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
"Maydea, kemarilah ...! Temani aku makan bersama keluargamu dan saudara-saudaraku." Keeran menarik kedua sudut bibirnya, membentuk sebuah senyuman yang lebar.
Mendengar seseorang yang menyebut namanya, Maydea pun menatap ke arah meja makan dan menyadari ia sedang menjadi atensi di sana. "Aku siapa?" tanyanya, terdengar ketus. Ia sangat kesal karena tiba-tiba, Gayatri memanggilnya untuk menjadi pembantu dadakan di kediaman ayahnya sendiri.
"Kamu amnesia? Aku Keeran, teman barumu. Tuan Satria ini ayahmu, bukan?" Keeran belum memudarkan cengirannya. Dengan mata ya g berbinar, ia mengamati Maydea yang berada di depan wastafel—sepertinya ingin mencuci piring.
"Kakak gue yang polos lagi fallin' in love. Mari kita nodai kepolosan otaknya!" ajak Kala, dengan gila. Austin, dengan spontan pun menggeleng; berbeda dengan Dara yang tampak semangat dengan pernyataan Kala. Keduanya memang The Best Partner in Doing Pranks.
"May ..., yang sopan!" Satria memperingatkan, namun putrinya itu, justru tampak tak peduli. Mengamati itu, Gendhis dan Gayatri pun tersenyum sinis, sedang Raka masih menundukkan kepalanya.
"Aku sudah lupa dengan caranya," sahut Maydea. Ia memandang langsung ke mata sang ayah. Meski tampak tajam, namun ada kesenduan yang tersimpan di tatapan albino tersebut.
Maydea lantas berjalan menuju meja makan, lalu ikut mendudukkan diri di samping Keeran dan berhadapan dengan Raka. Kedua lelaki itu tampak senang, sedang Satria tak dapat berkata-kata lagi. Lelaki paruh baya itu menatap istrinya dengan raut khawatir; ia tahu istrinya itu akan marah—dan itulah yang ia takutkan.
"Aku putrimu dan bukan pembantu, kan?" Maydea mendengus kecil. Ia memutuskan untuk menerima tawaran Keeran, meski sebenarnya, jika ia bergabung di dalam acara makan ini, maka itu adalah hal yang sudah sepantasnya.
Di satu sisi, Keeran merasa bahwa wajahnya memanas; mukanya bersemu merah ketika melihat Maydea yang berada di sebelahnya. Menyadari tingkah aneh dari adiknya itu, Kinan pun menyenggolkan kakinya ke kaki Keeran dengan wajah yang menyeringai penuh arti.
"Bidadari untuk sang jomlo abadi," kata Kalandra sambil tertawa keras. Dengan terang-terangan ia menyindir sosok saudara lelakinya.
"Gak ngaca!" sindir Dara. Gadis itu pun jelas tahu, bahwa Kalandra pula belum pernah berpacaran seumur hidupnya. Meski ia tahu bahwa Kala pernah beberapa kali tertarik kepada seorang gadis, namun pemuda itu agaknya tak pernah menggubris perasaan itu.
__ADS_1
Kinan dan Austin saling menatap, lalu dengan kompak memggedikkan bahu. Keduanya merasa bahwa gadis yang bernama Maydea itu cukup menarik meski mereka belum berkenalan secara langsung dan mereka juga menyadari, bahwa gadis itu memiliki masalah dengan keluarganya.
"Kenapa?" Maydea berbisik. Gadis itu memainkan jemarinya di bawah meja. Keeran yang melihat itu pun tersenyum.
"Kenapa apanya, Maydea?"
"Kenapa kamu senang menggangguku?" Maydea menatap Keeran dengan sebal, lalu menginjak kakinya. Tatapannya menghunus ke arah makanan di depan meja. Hal seperti ini, ternyata mampu mengembalikan kenangannya mengenai Bunda.
"Karena kita teman," ujar Keeran. Ia, kemudian menggaruk tengkuknya, sebab merasa aneh dengan pernyataannya sendiri.
"From friend to girlfriend." Lagi-lagi, Kalandra tak bisa mengatur volume suaranya.
...««« AUTHOR'S NOTES »»»...
Constantine Yang tak pernah menyangka hari ini akan tiba. Hari di mana ia harus mengorbankan seluruh kehidupan yang dimilikinya demi kemerdekaan kerajaannya, rakyatnya, dan keluarga yang bahkan tak pernah memikirkan perasaannya. Bahkan sebelum hari ini tiba, ia tak pernah tahu bahwa ia telah digadaikan oleh Sang Raja—ayahnya sendiri—yang melemparkannya pada sebuah keadaan di mana ia harus menikahi sang Pangeran cacat nan buruk rupa yang dibenci oleh semua orang.
Constantine yang tahu bagaimana cara memanfaatkan keadaan, pada akhirnya membuat sebuah kesepakatan dengan sang Pangeran. Keduanya pun terikat di dalam sebuah perjanjian yang dibuat secara diam-diam.
Sebenarnya, apa rencana Constantine dan sang Pangeran? Apakah kisah mereka hanya akan berdasar pada kesepakatan, atau akankah cinta hadir di antara keduanya?
.........
Dia adalah seorang penjahat wanita hebat dari abad ke-21 yang baru saja mati. Bukannya hidup tenang di Alam Roh seperti roh-roh lain, dia harus menelan pil pahit saat Dewa Keadilan mengatakan, bahwa dirinya harus bereinkarnasi agar seluruh dosanya dapat terampuni. Bukan hanya sekali, melainkan berkali-kali; Itu artinya, jika dia mati, dia akan bereinkarnasi lagi.
Dan kini, takdir seolah mempermainkannya. Ketika berada di titik kehampaan dalam petualangan reinkarnasinya, dia dikejutkan oleh kehadiran tugas tak terduga yang harus diembannya bersama seorang Dewa yang bernama Justine; juga tentang identitasnya yang sebenarnya.
Tokoh utama antagonis yang terpaksa bereinkarnasi dan menerima tugas yang tak diinginkannya ~ Apakah dia mampu melakukannya? Lalu, ke mana lagikah takdir akan membawanya?
.........
Jangan lupa mampir ke cerita lain Author >o
__ADS_1
...««« GOOD LUCK »»»...