
Seperti hari - hari biasa, seorang gadis remaja tengah mengayuh sepeda nya menuju ke sekolah.
Dia adalah Aulia Kamelia Zahra siswi Kelas 2 SMP berparas cantik, berhijab, dan sangat rajin. Dia adalah putri dari seorang kyai yang mengajar di pondok pesantren dekat rumahnya. Keluarganya cukup dibilang sederhana namun kecukupan.
Di hari itu dengan semangat dia mengayuh sepedanya.
Ditengah perjalanan menuju sekolah...
"nah habis ini kita belok kanan, alhamdulillah bentar lagi nyampe hufttt.. " ucap Aulia sumringah
namun saat Aulia hendak belok dari arah kiri sebuah motor melaju kencang..
"woyy!! awas! " teriak seorang laki - laki yang membuat Aulia kaget
"eh? ahhhh.. "
gubrakk
"astagfirullahaladzim... sakit, hiks.. " Aulia merintih kesakitan.
Aulia pun memegangi lutut nya yang terluka. Roknya sobek dan keluar darah yang cukup banyak dari lututnya.
nampak di sebrang cowok itu juga kesakitan namun dia segera menstandarkan motornya.
"grrtt.. heh lu kalau mau belok lihat kanan kiri! kalau kamu mau nyelakain diri sendiri gak usah ajak - ajak dong! " bentak seorang cowok yang memakai masker hitam bertubuh tinggi semampai. Dia juga berseragam SMP sama seperti Aulia.
"Heh! aku udah hati - hati ya.. aku naik sepeda tadi juga pelan banget kok. Karena aku ngerti walau kita udah waspada banget masih ada orang lain yang lalai yang gak mengerti arti hati - hati. " ucap ketus Aulia sembari mencoba berdiri perlahan
"ni cewek!! huftt.. oke aku minta maaf aku yang naik motor kenceng banget kek tornado yang bikin cewek pesepeda jatoh. puas?? "
ucap cowok itu yang terdengar tidak ikhlas
"hufftt.. allahuakbar. Haah, yasudah aku Terima permintaan maafmu" ucap sabar Aulia
Aulia pun segera menghampiri sepedanya yang telah rusak berat.
"yaallah sepeda ku, padahal ini pemberian paman. aku harus gimana? " Aulia kebingungan
__ADS_1
Cowok itu menatap Aulia dengan tatapan tidak jelas.
"huftt.. heh kamu, tinggalin tu sepeda. biar nanti ajudan ku yang bakal beresin. kamu bareng aku aja.. " ucap cowok itu terpaksa
"nggak usah, lagian udah deket kok. aku jalan kaki aja sambil bawa sepeda ku." Aulia segera mengangkat sepeda namun,
"cewek emang gitu ya, suka seenaknya. nggak mikir dulu sebelum bertindak." ucap Cowok itu membuat Aulia kesal
"huftr.. aku gak butuh tumpangan. aku bisa pergi sendiri kok.."
"tskk.. gak usah bawel! naik.. ayoo! " ucap cowok itu sembari menaiki motor
"yaudah aku tinggal nih"
"eh tunggu, tunggu! aku ikut kamu deh.. " Aulia merasa terpaksa
"gitu dong ayoo.. hati - hati naiknya, kakimu tuh"
"iya iya kenapa kamu kayak mak mak ngomel sih! 😑" celetuk Aulia
"pufftt.. cewek ini lucu juga" ucap cowok itu dalam hati
"pegangan.. "
sahut santai cowok itu membuat Aulia terbelalak.
"maksud mu apa?! bukan muhrim! " celetuk Aulia kesal
"pegangan bukan cuma pegangan ke aku doang kok, bisa itu begel motor! makanya jangan nerocoss dulu!! " Sahut si cowok
"m-maaf, iyaa deh.. " Aulia nampak malu karena salah paham
"udah naik kan? oke kita jalan"
Mereka melanjutkan perjalanan menuju sekolah
__ADS_1
Di SMP 1 MARTADINATA
brmm brrmm
Suara motor si cowok itu menggema di seluruh sekolah.
Para siswi berbondong - bondong menuju parkiran.
"anu.. makasih udah nganterin" ucap Aulia sembari membungkukkan badan
"sama - sama"
tiba - tiba gerombolan gadis menyerbu parkiran.
"hah!? astaghfirullah.. m-merekaa kenapa? " ucap Aulia terheran - heran
para gadis itu menyerbu parkiran dengan membawa buah tangan khusus untuk si cowok itu.
"Kak Devan!!! kyaaaaaa... " para gadis berteriak - teriak menyebut Devan Devan dan mulai mendorong Aulia yang berada di dekat si cowok itu
__ADS_1