
"huftt.. saya Aulia memangnya masih ada urusan apa ya? saya dengan putra direktur itu juga sudah menganggap selesai masalah ini. jadi, apa yang salah??" tanya Aulia gemetar
"sebaiknya anda ikut saya, dan bertanya pada direktur saja" ucap tegas pria itu
"baik.. tunjukkan saya tempatnya. " ucap teguh Aulia
"biarkan kami ikut! kami tidak akan mengganggu! "
"baiklah mari.. "
mereka pun berjalan menuju ruangan untuk bertemu seorang Direktur.
di Ruangan Rapat Sekolah~
"Tuan, tuan muda, saya sudah bawa gadis itu. "
"suruh dia masuk" ucap direktur
Mereka berempat masuk bersama dengan berani mereka melangkah. dan di hadapan mereka sudah ada seorang pria paruh baya memakai jas.
Ternyata dia adalah Direktur Hasan Martadinata. Pemilik DGS CORP Perusahaan Teknologi terkemuka. mereka memiliki Kapal Pesiar mewah buat sendiri bernama KP Martadinata 307.
"subhanallah aku berdiri dihadapan orang berpengaruh di dunia." ucap Aulia dalam hati
"silahkan duduk"
"w-walau udah berumur masih aja ganteng! apa ini yang dinamakan Sugar Daddy?! " ucap Nadia dalam hati
membuat Fahira dan Riska bertatapan
"maaf, kenapa saya dipanggil kesini? " tanya halus Aulia
"sebenarnya ini bukan apa - apa, cuman.. "
__ADS_1
??
Seorang cowok laki - laki berseragam lengkap membalikkan badan ke arah Aulia.
whuuszz..
"haaaaaaahhh?!! " Riska, Fahira, Nadia ternganga meihat wajah cowok itu
"Haloo.. " sapa cowok itu
"ehh?! " Aulia kaget mendengar suaranya yang tak asing.
"K-ketua? a-ada apa??.. " tanya ragu Riska
"ohh.. ada kamu ya Riska, kebetulan. Riska apa Aulia ini temanmu? " tanya cowok itu
"i-iya kak.. " sahut Riska
"beri tahu padanya siapa aku, ya.. Riska" ucap cowok itu sembari tersenyum jahat
"ughhhh.. jadi begini.. "
"ja-jadi dia Devan Abidzar Martadinata!!! Ketua OSIS dan cowok paling populer di sini??! haaaahh" ucap Nadia tidak percaya
Ternyata si cowok yang menabrak Aulia itu bernama Devan dia kelas 9A. Pintar, Keren, Ketua OSIS, Ketua Geng motor, yang pasti Ganteng dan manis.
Hal ini membuat Aulia bingung
"hahaha.. ya beginilah anak nakal ku! saya sebagai walinya minta maaf ya nak Aulia. aduhh.. kulit mu yang putih bersih jadi luka karena ulah anakku!. " ucap Pak Hasan seraya menjewer Devan
"aww aww sakit Pahh!!
" s-saya juga minta maaf. " ucap Aulia
__ADS_1
"aduhh.. tidak apa, oh iya sepedamu biar saya ganti yang baru. ya? "
"t-tidak perlu pak.. Saya sudah ikhlas. tidak perlu diganti." Aulia menolak tawaran Pak Hasan
"pokoknya harus, sekarang rumahmu mana? nanti biar langsung dikirim saja. " tanya pak Hasan lagi
"tidak perlu pak. saya jadi ngerepotin bapak! tidak perlu diganti. "
"saya maksa loh! "
kringgg~
bel masuk berbunyi
"yasudah sekarang semua kembali ke kelas ya! " pinta pak Hasan
"tapi pak sepeda nya tidak perlu diganti ya!? saya mohon! " pinta Aulia
akhirnya mereka masuk ke kelas kecuali Devan masih diruangan bersama ayahnya
"nak.. nanti tanyakan ke emm.. siapa tadi? nah nak Riska tanyakan rumah nak Aulia ya. nak Aulia anak yang baik dia lembut sekali. tapi jangan bilang ke mami kalau kamu nabrak gadis manis begini! " Ucap pak Hasan
"jangan bilang apa hemm?? "
"eh? s-suara ini kan.. "
"m-mamah?! " serentak
ternyata yang datang adalah Ibunya Devan. Bu Sinta Febriana.
"kenapa mama disini?! ada urusan apa mah? hehehe" tanya pak Hasan seraya menutup nutupi masalah dari istrinya
To be continued..
__ADS_1