
"haa? masalah putramu? memangnya apa yang terjadi? " tanya serius Pak Imran
"sebenarnya... "
tiba - tiba
"Assalamu'alaikum.. "
deg deg~
dan Aulia masuk kedalam rumah. dihadapannya ada Pak Hasan dan Ayahnya yang sedang berbincang
"waalaikumsalam.. Yaallah Aulia! k-kakimu kenapa nak? Yaallah Umi umii.." Ayah Aulia berteriak - teriak karena khawatir pada Aulia
"sudah tidak apa - apa Abi! cuma luka kecil saja. " ucap Aulia meyakinkan
"luka kecil katamu?! "
"ada apa abii?? " tanya ibu yang nampak tergesa - gesa.
"haaaaahh?!! Aulia!!astaghfirullahalazim kamu kenapa nak? kamu habis jatuh ya? yaallah! "
Ibu nampak panik dan khawatir.
"Umii, Aulia nggak papa kok. Aulia tadi udah dikasih obat sama suster" ucap Aulia meyakinkan Ibu
"ya sudah ayo ibu papah kekamar. nak Nadia ayo.. " ujar ibu sembari memindahkan Aulia ke tangan nya
"Yaallah.. emm,nak Nadia bisa bicara sebentar? " tanya ayah Aulia
"i-iya Pak kyai"
__ADS_1
" nak Nadia sebenarnya.. kenapa Aulia sampai begini? apa dia baru ditabrak atau malah menabrak? " tanya Pak Imran serius
"sebenarnya, ada yang menabrak Aulia tadi pagi Pak kyai" Nadia pun menceritakan semua kejadiannya
~~
"begitu Pak kyai.. "
"astaghfirullah... apa kamu tau, siapa pelakunya nak? " tanya Pak Imran
Nadia terdiam tidak tau mau memberi jawaban apa.
"anu, Imran.. sebenarnya hal inilah tujuanku datang kesini" ujar Pak Hasan sembari menunduk
"maksudnya? bicara lah yang rinci. "
"sebenarnya yang menabrak putrimu adalah... "
"Putraku"
Jderr~
"apa!!!? p-putramu!!? sungguh sulit dipercaya! harusnya kamu bicara langsung intinya saja tadi!" ayah Aulia meluapkan emosi nya namun tidak sampai menyakiti Pak Hasan
"maafkan putraku ya Imran. saya sangat menyesal atas kejadian ini! " ucap Pak Hasan sembari bersimpuh
"a-apa yang kau lakukan! sudahh bangunlah! jangan membuat sesuatu yang tidak baik begini." ayah Aulia langsung mencoba membantu Pak Hasan berdiri
"Pak!! apa yang bapak lakukan! sudah Pak" Ibu Aulia sangat terkejut
"Pak Presdir saya kan sudah minta maaf tadi dan sebaliknya putra bapak sudah minta maaf juga jadi saya sudah menganggap selesai urusan ini Pak. " ujar Aulia sembari tersenyum
__ADS_1
"tapi, anak ku tidak sungguh - sungguh dengan itu nak, Imran. saya sangat tidak pantas berdiri dihadapan anda.saya sangat malu memliki anak tak sopan itu... " ujar Pak Hasan semnari meneteskan air mata bersalah
"apa maksudmu? sudah sudah. yang terpenting putriku sudah memaafkanmu kan. soal putramu aku akan membantumu. " ujar Pak Imran sembari tersenyum lebar
"terimakasih.. " ucap Pak Hasan sembari mengusap air matanya
"alhamdulillah berhasil! ini giliran mu nak.. " lanjutnya dalam hati
mereka pun melanjutkan perbincangan panjang. kemudian,
"Abi, umi aku mau pergi kerumah Riska dulu sama Nadia" ujar Aulia sembari menyodorkan tangannya meminta salam
"tidak boleh.. " ucap Pak Imran tegas
karena ucapan Pak Imran Aulia menyimpan kembali tangannya. hendak mengurungkan niatnya.
"tapi Abi, kami ada tugas kelompok dan harus dikumpulkan besok. " ujar Aulia meyakinkan
"yaudah minta teman - teman mu buat kesini aja.. mereka kan tau kalau kamu lagi sakit. " ujar pak Imran
"assalamu'alaikum.. "
terdengar uluk salam dari 2 gadis di luar rumah Aulia
"waalaikumsalam.. biar umi lihat"
"subhanallah.. ada nak Riska sama nak Fahira. ayo masukk" Ibu Aulia nampak tersenyum ria
"loh Riska, Fahira?! " Aulia dan Nadia terkejut melihat 2 gadis itu masuk
"jeng jengg~" Riska dengan ekspresi nya
__ADS_1
To be continued...