Me And My Secret Crush

Me And My Secret Crush
satu langkah mundur..


__ADS_3

Hari ini adalah hari minggu. Aulia bersiap untuk pergi ke kebun untuk menyiram tanaman dan melukis.


Melukis sudah menjadi Hobi Aulia sejak kecil, dia selalu menggunakan hari minggu pagi untuk menyalurkan hobi nya itu.



"akhirnya.. jadi jugaa huft.. alhamdulillah"


'' Assalamu'alaikum "


terdengar suara salam dari pintu depan. terdengar suara salam seorang pria. Aulia terkejut mendengar salam itu, dia pikir salam itu dari kakaknya Abidzar yang sudah pulang. namun,


"waalaikumsalam.. sebentar! "


cklekk..


"hah!? k-kamu! " Aulia terkejut melihat pria itu.


"kamu.. R-Reza kan!? " nampak Aulia terkejut bukan kepalang


dia hanya tersenyum cerah saja, tapa mengatakan sepatah kata apapun.


ternyata pria itu adalah teman masa kecilnya Aulia Reza Hafidz Narendra. rumahnya di pondok pesantren. dia adalah anak pemilik Pesantren.

__ADS_1


Saat masih SD kelas 3 Reza masih tinggal di Indonesia. namun, saat kenaikan SD kelas 4 dia pindah ke Turki untuk sekolah disana bersama Pamannya Aulia yaitu paman Salman.


kemudian~


"lohh.. nak Reza ayo ayo masuk nak. ayo duduk duduk. Aulia buatkan minum yaa, umi mau ke pasar dulu. " ujar Ibu Aulia


"iya bu, terimakasih" ujar SI Reza sembari mencium tangan Ibu Aulia


"iya umi, Reza kamu tunggu disini dulu ya.. " ucap Aulia yang langsung bergegas ke dapur


"subhanallah.. Reza makin ganteng! " ucap Aulia dalam hati. Dia nampak bahagia akan kedatangan Reza. Aulia terus tersenyum saat membuat kan Jus untuk Reza.


"astaghfirullahalazim!! kamu kenapa sih Lia! sadar - sadar dong!! ughh.. " ujar Aulia pada dirinya sendiri


Aulia datang ke ruang tamu sembari membawa jus buatannya dan disuguhkan kepada Reza.


"ng-nggak papa kok.. cuma air doang." ucap Aulia malu - malu


"iya.. sebenarnya aku kesini karena ada sesuatu yang harus aku sampaikan. " ujar Reza sembari menggenggam kedua tangannya


"tapi, sebelum itu kakimu kenapa ? dari tadi kalau aku perhatikan jalanmu agak susah? kenapa?" tanya Reza khawatir


"ahahaha.. ini aku kemarin ketabrak motor. hehe.. untungnya nggak parah banget cuma lutut ku yang luka" ujar Aulia

__ADS_1


"astaghfirullah.. kok bisa! terus yang nabrak gimana? tanggung jawab nggak? " tanya Reza


"tanggung jawab.. ayahnya sih, ayahnya yang nabrak aku malah beliin aku sepeda baru. dan sebenarnya kita udah saling minta maaf kok dia yang nabrak aku juga udah minta maaf. " ujar Aulia


"yaallah.. semoga lekas sembuh ya Aulia" ucap Reza sembari tersenyum tulus


"yaallah.. jadi salting ini! aku harus apaa?? " ucap Aulia dalam hati yang sedang meronta - ronta


"oh iya, tadi.. mau ngomongin soal apa? " tanya Aulia


"emm.. sebenarnya, aku mauu.. " ucap Reza sembari mengeluarkan sesuatu dari tasnya


"inii.. kamu hadir ya Aulia" lanjutnya sembari menyerah kan sebuah undangan


"p-pertunangan!!!? K-kamu mau tunangan!!! " Aulia terkejut bukan kepalang.


Aulia langsung ternganga setelah membaca nama mempelainya yakni Reza Ardan Maulana dan Arinta Fatimah.


Aulia hampir menangis. namun, dia menahannya sebisa mungkin.


"s-selamat ya.. t-tapi kok tiba - tiba banget? padahal kita kan seumuran. "tanya Aulia memastikan


" sebenarnya.. ini alasan yang cukup aneh. awalnya aku berjanji pada Allah kalau aku menyentuh satu gadis. maka, aku akan menghalalinya. " ujar Reza

__ADS_1


"o-ohh.. g-gitu ya. sekali lagi selamat ya" ucap Aulia sembari tersenyum kecut


Reza pun kemudian pulang. setelah itu Aulia segera kekamarnya dan menangis tersedu - sedu.


__ADS_2