Me And My Secret Crush

Me And My Secret Crush
┏ʕ •ᴥ•ʔ┛


__ADS_3

Devan menatap lama Aulia yang sedang mengobati Riska.


"uhukk.. " Riska merasa tertekan dengan atmosfer nya


"kenapa Ris? " tanya Aulia


"oh.. e-enggak papah. anu Aulia udah.. nggak perlu berlebihan kali! cuma luka kecil doang haha..😅" celetuk Riska


Tatapan Devan semakin tajam ke arah mereka berdua


"duhh.. salah lagi nih! 🗿" ucap Riska menyesal dalam hati


"ehemm.. " Devan berdeham


jjitt+ "okee bos" Telepati oleh Riska


"g-guys yuk kita pulang yuk. kan udah bel nih hehe.. " ajak Riska pada teman sekelasnya sembari menggendong tasnya.


para siswa yang ada di dalam kelas faham akan isyarat itu. mereka bergegas keluar dari kelas kemudian menutup pintu. sekarang hanya menyisakan Aulia dan Devan didalam.


"kamu, mau bicara sesuatu kan? ada apa? " tanya Aulia kalem sembari duduk di kursi


"Aku.. minta maaf atas kelakuan ku yang waktu itu. kamu mau maafin aku kan? " ujar Devan sembari mengulurkan tangan mengajak berjabat tangan


"sudah lama aku maafin kamu. kamu nggak usah kepikiran lagi. aku aja udah lupa. " sahut Aulia tanpa membalas jabatan tangan Devan


Devan pun menarik kembali tangannya


Devan mendorong Aulia ke tembok dan meletakkan tangannya disamping kepala Aulia.

__ADS_1


"terimakasih.. tapi, ada satu hal yang aku pinginin" tanya Devan tersenyum jahil


Wajah mereka hampir berdekatan. Ekspresi Aulia nampak kesal sembari memutar bola matanya.


Gubrakk!!!


Nampak seluruh siswa dari kelas 1 sampai 9 terjatuh didepan pintu. ada juga yang mengintip lewat jendela tanpa ketahuan. karena semuanya kepo dengan apa yang mereka perbincangkan.


semuanya yang terjatuh tadi merasa malu lalu lari terbirit - birit.


"kalian!!!! ╬ ╬ " Devan merasa marah


"sudah? aku boleh pergi nggak? 🙃" tanya Aulia dingin


"t-tapi aku belum.. " ucap Devan tertahan


"sstt.. udah.. aku pergi dulu." ucap Aulia menepis tangan Devan. kemudian mengambil tas miliknya.


"tapi ya, harusnya kamu nggak banyak permintaan begini. kan kamu yang salah. nyebelin banget! " ucap Aulia tanpa menoleh kebelakang. diapun kemudian melanjutkan langkahnya dan meninggalkan Devan


Devan hanya terdiam disebelah jendela. dia merasa kesal namun, dia harus menahan diri nya karena ada alasan besar dibaliknya.


" Gimana, cara dapetin hatimu... Zahra? " ujar Devan dengan nada sedih


angin berhembus melalui jendela. diruangan yang sepi dan hanya ditemani bangku kosong Devan terduduk diam dipojok kelas 8B.


~~


Cklek

__ADS_1


teman - teman Devan merasa sedih akan keadaan Devan yang begitu sedih. Mereka pun segera menarik Devan pergi dan pulang.


di sisi lain~


Rumah Aulia


"assalamu'alaikum.. aku pulang. " salam Aulia


"sudah pulang nak.. kok sampai jam segini? bukannya pulang awal ya tadi? " tanya Ibu sembari dicium tangannya oleh Aulia


"iya umi.. tadi, ada masalah sedikit. jadi, Aulia agak terlambat" sahut Aulia


"yasudah.. ayo segera wudhu terus sholat. " ucap Ibu


"emm.. Abi dimana Umi? " tanya Aulia celingak celinguk mencari Ayahnya


"oh.. abi lagi ada pertemuan pengurus masjid. ada apa? " sahut Ibu


"o gitu.. "


Aulia pun pergi menuju kekamarnya dan meletakkan barangnya. kemudian diapun mengambil air wudhu.


Aulia pun sholat dengan khusyuk.


disisi lain~


Devan duduk termenung di kolam renang di Villa yang dibelinya bersama teman - temannya.


tiba - tiba datanglah seorang gadis bernama Alea Gizella.

__ADS_1


"ayang Devann.. kenapa kamu cemberut!? nanti ilang loh gantengnya" ucap gadis berrok pendek dengan pakaian yang cukup terbuka mendekati Devan.


"hiih!! kamu ngapain sih!? jangan sentuh - sentuh! berani banget kamu ya!" bentak Devan keras sampai seisi Villa mendengar bentakannya


__ADS_2