Me And My Secret Crush

Me And My Secret Crush
ヾ( ╹◡╹)ノ゙


__ADS_3

Tim basket sedang beristirahat setelah latihan~


"van van.. ganteng mu kurangin dikit lahh!! biar cewek - cewek lain suka sama gua! cewek - cewek pada liatin lu terus dari tadi. " ucap Raja Yunanda sahabat Devan sedari TK


"Namanya juga GSD.. ya terkenal lah. minimal li sadar diri sih Ja🤣. " ucap Egy Ramdzan Cahyana ng juga teman Devan


"udah - udah kalian ini.. males banget tau gak cewek - cewek ini ngintilin terus dari kemarin! orang lagi sholat aja diliatin! mau nggak risih gimana coba? " ucap Devan sembali mengingat masa itu


flashback~


"kyaa lihat tuh.. si ganteng lagi sholatt!! aaaa.. coba aja dia jadi suamiku!! aku mauuu" ucap para gadis yang melihat Devan sembari mendekat kan diri mereka ke kaca jendela mushola sekolah


bapak ibu guru sampai tercengang melihat ini.


"ughh... astaghfirullah haladzim! " Devan langsung beristighfar 100x


flashback end~


"dan.. sebagai wakil ketua OSIS yang baik, gua udah bela - belain ngasih pemberituhan ke para fans gaje mu untuk fokus ibadah dan taat pada Tuhan dan dilarang stalkingin lu. tapi, gegara itu cewek - cewek pada ilfeel ama gua! 🥺" ucap Yohan Gerald teman Devan yang beragama non muslim


"hahaha~ sabar ya Han.. aku tau bakal ada cewek yang terbaik buat kamu. " ucap Devan sembari mengelus pundak Yohan


"oh iya, hari ini ada ekskul tari kan? nah.. cewek yang lu tabrak waktu itu Van. ternyata dia cewek populer juga! dia manis, lembut, baik, perhatian lagi! best deh pokoknya! " ucap Gavin Oktavio si Pratama Pramuka


"eh? beneran nih?? nggak bo'ong kan lu!? " tanya Egy serius

__ADS_1


"kenapa lu tertarik banget? " tanya Gavin


"ya jelaslah! sebenarnya dia itu... sepupu gue😅. " ujar Egy


"hah!!!!???? jadi dia sepupu lu! pantesan, lu sering banget nganterin makanan ke kelas 8B rupanya😑 kukira lu punya Crush. " ujar Raja


Setelah berbincang lama akhirnya mereka pulang kerumah masing - masing. Dijalan Devan sedang memikirkan bagaimana jika Aulia menari. Dia sangat tertarik akan hal itu.


Dirumah Keluarga Martadinata~


"Assalamu'alaikum.. " salam Devan saat memasuki rumah


"waalaikumsalam.. udah pulang ya nak. mandi terus sholat! " ujar ibu Devan sembari dicium tangannya oleh Devan


Devan langsung pergi kekamarnya. Kemudian mandi lalu sholat Dzuhur.


"assalamu'alaikum warahmatullah.. 2x" Salam Devan dengan khusyuk. yang ada dipikirannya hanya Allah semata.


"Yaallah, beri saya keteguhan iman, lindungi saya dari siksa kubur, jauhkan lah hamba mu dengan perkara maksiat, ridhoilah setiap langkah hamba yaallah.. amiinn🤲🏻🤲🏻" Doa Devan kepada tuhannya dengan penuh ketulusan


Keesokan harinya~


Aulia berjalan masuk melangkah ke kelasnya. dia melewati lapangan basket.


nampak para senior basket sedang bermain basket untuk pemanasan nanti ada lomba basket antar sekolah.

__ADS_1


"oper sini! " "awas! jangan sampai lepas.. " ucap para pemain basket


"heii!! awassss!!!! "


sebuah bola bergerak lurus kearah wajah Aulia.


"eh? ahhhhhhh!!! happ!! " Aulia memejamkan matanya dan mencoba menutupi wajahnya


"wahhh.. " ternyata bolanya berhasil ditangkap oleh Aulia.


"kamu bisa nangkep!? padahal tadi bola keras loh! hebat banget!! " ucap Gavin dengan bahagia


"ahaha.. cuma beruntung kok. ini berkat Allah yang ngelindungi aku☺☺" ujar Aulia sembari menyerahkan bola basket nya kepada Gavin


"yaudah... saya pergi dulu. Assalamu'alaikum.. " ucap Aulia kemudian berjalan pergi


"waalaikumsalam.. duhh manisnya.. " ucap Gavin meleleh


Devan agak kesal, namun tidak ditunjukkan. Devan terus menatap Aulia sedari saat dia hampir kena bola dia mencoba pergi kearahnya untuk melindungi nya. Tetapi terlambat.


tiba - tiba~


"woy! kelas 9A masuk!! " ucap salah satu siswa 9A


"okeey" sahut semua

__ADS_1


__ADS_2