
"Kalian berdua nggak papa? " tanya Rendy khawatir
"eh? "
"a-ah maafin aku ya. aku nggak tau arah anginnya bakal.. (buak!! )" Vero meminta maaf namun ia dilempari Bola kepalanya oleh Riska
"beraninya! kalau sampai temanku kenapa - kenapa kamu pasti bakal tanggung akibatnya!!! " Bentak Riska dengan keras membuat Devan mendengarnya dan langsung menuju kelapangan basket
"kamu beneran nggak papa? " tanya Rendy sekali lagi
"nggak papa kok. kita cuma kaget aja. " Celetuk Aulia
"ada apa ini? " tanya Devan
"ah... itu si Vero berulah lagi dia hampir bikin Aulia sama Nadia kena bola! " sahut Isaac
"apa? kamu nggak papa?? " tanya Devan pada Aulia yang nampak khawatir
"dihh.. aku nggak dianggep nih_-" ucap Nadia dalam hati
"kamu nggak papa Nad? " tanya Gavin khawatir
"eng-enggak papa kok. nggak papa hehe. cuma cuma kaget. " sahut Nadia salting
"ayo kita ke Uks! " ajak Devan
"ngapain?! aku nggak cedera kok! cuma kaget! udah aku mau pergi dulu. " Celetuk Aulia kemudian menarik Nadia pergi
__ADS_1
"Riska ayo! " lanjut Aulia mengajak Riska. Riska mengangguk iya
tampak tatapan mata Riska dipenuhi kekesalan.
Keyza dan Alea menatap dari lantai atas. dan seorang gadis juga nampak tidak suka dengan apa yang dilakukan Devan pada Aulia.
Aulia meninggalkan lapangan basket. kemudian ia pergi ke toilet sendiri.
tak tok tak.. suara langkah kaki
Aulia melihat segerombolan gadis sedang membully seorang gadis di toilet.
"yaallah.. kenapa ini? " tanya Aulia dalam hati
"eh? wahhh. .jadi ini si cewek centil yang disukai Devan sama Rendy? Kebetulan.. Ih, ternyata nggak selangit juga tuh. Tampilannya aja, hambar.. " Ucap Keyza merendahkan
"Emangnya aku makanan dikatain hambar? Sok sokan banget mereka. Astaghfirullah...
╬ Ò ‸ Ó" Bantah Aulia dalam hati
"cuma cewek alay rupanya haha.. " enek Keyza
"Maaf ya, aku nggak tau kenapa kalian bisa mikir begitu. Soalnya aku nggak terlalu mikirin kok soal mereka berdua! " Ujar Aulia tenang dan tanpa ekspresi
"Udahlah cewek sok alimm.. Mendingan kamu cepetan pergi deh dari sekolah ini. Atau, kamu bisa rasain gimana rasanya dibuli kayak anak itu. " Ujar Keyza sembari menunjuk ke anak yang dipukuli tadi
"Yaallah.. Kasihan dia. " Ucap Aulia dalam hati saat menatap gadis itu
__ADS_1
" Kenapa sih kalian setega ini ke orang lain? Memangnya kalian punya hak buat nyakitin dia? Mentang - mentang kamu anak pejabat kamu bisa ngelakuin hal ini sesukamu?! " Bentak Aulia membuat geng srondeng itu terdiam kesal
"Sebenernya buat apa sih kalian ngelakuin ini? Padahal kalian anak orang yang berpendidikan dan mampu. Kenapa kalian malah mempermaluin keluarga kalian dengan ngambil uang orang lain?! " Lanjut Aulia
"Tutup mulut lu ya! Kamu tanyakan kenapa aku ngelakuin ini. Oke, karena ini hobiku. Selesaii.. " Sahut Keyza sambil tersenyum jahat
Keyza pun memberi isyarat kepada teman - temannya untuk melakukan sesuatu.
Tiba - tiba mereka memegang tangan Aulia dengan erat.
"Kalian mau apa hah!? Lepasin!! " Teriak Aulia
"Kamu mau sok - sokan mau jadi pahlawan buat anak ini kan? Sekarang kamu rasain ini! " Ucap Keyza sembari menampar Aulia
plakkk.. Plakk
"Ughh.. "
"Hey!! Lepasin dia! Dia nggak salah! " Ucap gadis itu dengan tertatih - tatih
"Kamu mau ku tampar lagi!?? " Tanya Keyza sembari menciut Pipi gadis itu
Gadis itu pun ketakutan dan tak berani menatap Keyza lagi. ia hanya bisa pasrah.
namun, tidak dengan Aulia.
"tolongg!!!! tolongg!!! " teriak Aulia membuat para siswa segera lari ke Toilet
__ADS_1
"sialan! " Keyza mengurungkan niatnya untuk membully Aulia. dia pun segera keluar dari toilet.