Me And My Secret Crush

Me And My Secret Crush
˚‧º·(˚ ˃̣̣̥⌓˂̣̣̥ )‧º·˚


__ADS_3

Aulia masih termenung di kamar selama 1 hari. Ibunya pun bertanya- tanya apa yang terjadi. namun, aulia memendam semuanya sendiri.


keesokan harinya..


tok tok


"assalamu'alaikum.. abi umi!! "


teriak seorang lelaki dari depan pintu masuk.


"Waalaikumsalam.. Iya sebentar. "


ucap ayah Aulia.


cklek


ayah Aulia membukakan pintu. namun, Pak Hasan nampak terkejut bukan kepalang melihat putranya yang tiba - tiba pulang bertugas dari Pangkalan militer.


"loh, abi!? kamu kok.. " pak Hasan bertanya-tanya


"iya Abah.. aku pulang sekarang soalnya kaget ada berita tentang Aulia dari Medsos. sekarang mana Aulia bah?" Abi mencium tangan ayahnya sembari menanyainya tentang Aulia


"di kamar nak.. biarkan dulu. kamu pasti lelah. Umiii! putramu pulang. " Panggil Pak hasan


"ada apa sih Abi!? kok teriak - teriak.. " Sahut ibu Aulia


"hah?! Abi!!! yaallah nakkk.. gimana sehat? ada apa kok tiba - tiba pulang ndak bilang - bilang! " tanya Ibu Aulia sembari memeluk erat Abi


"loh.. memangnya Aulia tidak bilang apapun umi? " tanya Abi sembari mencium tangan ibunya


"enggak tuh.. bi.. "

__ADS_1


"yaudah.. dimana si bocil umi? " tanya Abi


"oh. lagi di kamar atas.. " sahut Umi


"loh? kamar atas? emangnya ngapain? kok tumben nggak dikamarnya sendiri? " tanya Abi sembari memakai sendal


"nggak tau juga itu.. padahal tadi pas ada Nak Reza kemari dia seneng banget. setelah Reza pulang malah.. huftt. " Ujar Umi yang sudah pusing memikirkan Aulia


Abidzar segera menuju kamar atas yang Umi maksud. perlahan ia membuka pintu kamar itu dan melihat Aulia sedang menatap sekitar melalui jendela.


"Auliaa.. " panggil Abidzar


"l-loh.. k-kakak!? kakak kok udah sampai?! cepet banget, aku sampai lupa bilang ke Abi sama Umi. " ujar Aulia sembari mengusap air matanya


"kamu nangis dek?" tanya Abidzar lembut


"ng-nggak papa kok kak.. oh iya mau dibikinin minuman apa? Jus Alpukat kesukaan kakak ya.." ucap Aulia mengalihkan pembicaraan


"iya kak.. " sahut Aulia pasrah


"mana yang sakit?" tanya abidzar


"cuma kakiku kok kak.. yang lain nggak kenapa - kenapa" sahut Aulia sembari membuka sedikit roknya sebatas lutut


"haihh.. sudah diobati? "


"sudah kok kak.. udah sembuh jugaa" sahut Aulia sembari menutup kembali roknya


"kalau begitu sekarang jawab pertanyaan kakak. kenapa, kamu nangis? ada yang jahat ke kamu? " tanya Abidzar tegas


"a-aku nggak nangis kak.. ini cuma perasaan seneng aja. aku bisa lihat sunset yang indah banget. " ucap Aulia hampir terbawa suasana

__ADS_1


"ckk.. anak muda jaman sekarang begini ya? suka mellow - mellow. tapi sayangnya..


kamu nggak cocok buat begini. " ucap Abidzar sembari menyerahkan tisu


"k-kakak.. hikss.. hueeeeeeeeee😭😭😭😭"


Aulia menangis tersedu - sedu. tanpa memikirkan apapun lagi ia langsung memeluk Abidzar sebagai pelampiasan.


"nggak papa, kalau kamu jujur semua akan lebih mudah dek.. " ujar Abidzar sembari mengelus kepala Aulia


disisi lain..


"assalamu'alaikum.. Abi, Umi, Aulia!! "


"eh? ada tamu ya? "


cklek..


"waalaikumsalam.. eh? Gibrann! kok kamu pulang!? aduuhh"


setelah Umi membukakan pintu nampak ada laki - laki manis didepan pintu. ternyata dia adalah Gibran Rasyid Abdurrahman, kakak ke 2 Aulia.


"bocah ini!! kok malah pulang!!! ngapain? sana balik lagi ke pondok! cepat! " Pak Imran langsung mengusir Gibran karena santri dilarang keluar pondok


"abiii.. aku cuma mau ketemu sama Aulia. aku ditemani pak Wahid kok. " ucap Gibran dengan wajah memelas


"loh pak wahid? mana pak wahid?! " tanya Pak Imran


"Assalamu'alaikum!! "


"waalaikumsalam." sahut keluarga ini

__ADS_1


__ADS_2