
"Sebagai Dewi aku harus hidup untuk membantu mereka yang salah jalan dan tidak tau bagaimana cara mencintai. maka dari itu, aku akan turun ke Dunia langsung dan mengajarkan kepada mereka cara hidup damai. " Ujar Kwan Yue dengan lembut
"Kwan Yue pun akhirnya turun ke Dunia. "
"Ternyata seperti ini ya Dunia. Selama ini aku hanya bisa melihat dari Layar suci saja. Menjadi dewi Buddhis memang sulit. " ucap Kwan Yue sembari mengganti pakaian nya dengan mantra
"Kwan Yue mulai berjalan menyusuri hutan. walaupun ada banyak hewan buas yang ada tidak satupun dari mereka berani menyakiti Kwan Yue bahkan dalam bentuk manusia sekalipun. "
"Sampailah Kwan Yue di sebuah desa. Desa itu amat ramai. banyak anak - anak yang berlarian kesana kemari. "
"Aku harus kemana ya? " Kwan Yue berfikir hendak kemana ia sekarang. ia memiliki uang namun tidak tau tempat untuk menginap.
Brakk!!
"waa!! "
Kwan Yue tak sengaja ditabrak oleh seorang pemuda tampan berbaju putih dan bersorban. Kwan Yue tak bisa mengalihkan pandangannya pada pemuda itu.
namun Pemuda itu menundukkan pandangannya saat menahan badan Kwan Yue.
"m-maaf.. dan terimakasih. " ucap Kwan Yue
"tidak saya yang salah. saya terburu - buru. saya minta maaf permisi.. " ucap Pemuda itu lalu beranjak pergi
Kwan Yue menatapnya dari belakang.
"alangkah tampannya Pemuda itu. hatinya dan parasnya sungguh luar biasa. " ucap Kwan Yue
__ADS_1
Karena Kwan Yue terlanjur jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Pemuda itu ia pun bergegas mengikuti Pemuda itu.
Ia melihat Pemuda itu sedang membagikan makanan di sebuah tempat. Kwan Yue melihat senyum yang terpancar pada Pemuda itu. ia sangat senang walau hanya menatap Pemuda itu dari kejauhan.
"Rupanya dia Pemuda yang berbudi luhur. " ucap Kwan Yue dalam hati
kwan yue pun menyamar sebagai gadis desa dan mendekati nya.
lama kelamaan tumbuh lah perasaan cinta pada mereka berdua. Dan pemuda itu mengajak kwan yue beribadah.
Betapa terkejutnya kwan yue melihat tempat ibadah pemuda itu. Rupanya pemuda itu orang islam. Kwan Yue menghentikan langkahnya.
"Kamu pergilah, aku tunggu dulu. " ucap kwan yue
Pemuda itu tersenyum dan melangkah pergi.
Bayangan malaikat bersayap muncul di belakang pemuda itu.
beberapa saat kemudian Pemuda itu keluar.
"Ada yang ingin ku katakan Ali. " disebutnya nama pemuda itu dengan ragu
"katakan saja Yue" ucap lembut pemuda itu
"Maaf, aku bukan muslim. " ucap Kwan Yue patah - patah
Pemuda itu terdiam. Namun sesaat ia tersenyum.
__ADS_1
"tidak apa. Ikuti apa kata hatimu. Tuhan selalu ada untuk kita. " ucap Pemuda itu
Kwan Yue tersenyum.
"Nyatanya, iman memisahkan kita Ali. Tuhan memang satu. tapi kita yang tak sama. " ucap Kwan Yue dalam hati
"Kita kan sudah berteman jadi kita harus pertahankan pertemanan kita. " ucap Pemuda itu
Mereka berpisah. Ali pergi ke rumahnya. dan Kwan Yue masih terdiam di masjid.
"Mungkin, kita harus merelakan." ucap. Kwan Yue yang kemudian menghilang.
TAMAT
Prok prok prok..
Tepuk tangan gemuruh para penonton menggema diseluruh ruangan.
Aulia dan tim membungkukkan badan tanda penghormatan dan pamit.
"Alhamdulillah... sukses besar!! " ujar Riska bangga
"Alhamdulillah!! " ucap tim serentak
"Tinggal nunggu pemenang nih. Optimis menang aja deh. 🤭" ucap Nadia
Aris nampak tersenyum riang saat menatap Aulia yang mengenakan baju tradisonal china.
__ADS_1
"Ehemm.. " deham seorang laki - laki dari lantai atas.
"Devan? "