Me And My Secret Crush

Me And My Secret Crush
Perhatian Kecil


__ADS_3

"loh Aulia!!?? udah masukkk alhamdulillah yeayy" ujar gembira teman sekelasnya


"iya. ini semua berkat doa kalian. makasih ya🤗" ucap Aulia sembari tersenyum sumringah


"sama - sama"


drap drapp~


suara langkah kaki besar dari seorang pria terdengar sampai ke kelas 8B.


"siapa sih!? orangnya gemuk deh keknya! " ucap Fahira


"kenapa aku ngerasa.. dia marah deah. " ucap Nadia gemetar


"siapa sih? " tanya Aulia dalam pikirnya


tiha - tiba ada yang membuka pintu kelas dengan keras.


braakkk


"dimana Riska!?? " tanya siswa laki - laki yang tinggi semampai dan terlihat kuat


"ada apa kamu mau cari Riska? " tanya Aulia


"ada urusan! cepat panggilkan dia!!! " bentak laki - laki itu dengan keras


Nampak Riska hanya duduk diam menghadap belakang ke arah jendela.


"nggak ada.. dia belum datang! " sahut Aulia spontan


"bohong!! panggil atau... " ucap pria itu sembari mengangkat tangannya

__ADS_1


"atau apa? " tanya Riska bangun dari bangku nya


"atauu.. mau dipukul??!!!😈" lanjut Riska dengan membalikkan badannya menghadap laku - laki itu


"urgghh!!! awas kau ya!! "


buk bak brukk


Riska dan laki - laki itu berkelahi hebat.


Aulia mencoba menghentikan mereka. dan hampir saja membuat Aulia terpukul.


"maaf Aulia!!! aku tidak sengaja! " Ujar Riska panik


"cihh.. ganggu aja lu!! "


"kyaah!! "


set..


"eh!?? " cowok itu keheranan karena ada cowok lain yang menghalanginya memukul Aulia


"berani sama cewek.. sini aku kasih resep berani😏" ternyata itu Devan. dia menangkap tangan cowok itu


"Vero Anggara lebih baik kamu minta maaf sama mereka!" lanjutnya sembari menghempas tangan si cowok yang bernama Vero


Vero hanya terdiam. dia merasa kesal karena harus minta maaf pada gadis yang menyebalkan.


Riska tersenyum bahagia melihat hal itu. Vero merasa marah namun, dia tidak berkutik karena ada Devan.


"oke fine! maafin gue.. dan lu jangan gangguin gue lagi! " ucap Vero

__ADS_1


"dih.. siapa juga yang gangguin kamu! lebih baik sadar diri deh pembully! walaupun kamu anak jendral atau apapun kamu har7a patuh peraturan dan jaga sikap mu! " bentak Riska sambil mendekat ke muka Vero


Vero merasa kesal.


"sudah sudah Ris.. lihat pipimu aduhh!! Nad ambilin P3K ya! " ujar Aulia melerai mereka


"okee Aku ambil bentar" sahut Nadia dan bergegas mengambil P3K di UKS


"kamu nggak papa? " tanya Devan


"oh nggak papa..? " ucap Riska aneh


"aku nggak tanya kamu! Gimana Aulia kamu baik - baik aja kan? " tanya Devan kembali


"eh.. a-aku? aku baik kok" sahut Aulia kikuk


"asdjfkhhjjskk-_-" dalam hati Riska


Vero and the Geng masih belum pergi dari kelas 8B. mereka masih menunggu Devan. Jika Devan keluar mereka juga akan ikut keluar


"emm.. kok kamu tau ada kejadian ini disini? " tanya Aulia ragu - ragu


"e-oh.. itu karena kami pas lewat tadi! tau - tau udah adu Bogem. hahaha.. (garing) " ujar Raja


Raja berkata demikian karena Devan tidak tau mau beralasan bagaimana lagi agar terlihat natural. jadi, mereka bekerjasama dengan baik.


"o.. iya, maaf ya kak. kalau kejadian ini diviralkan pasti bakal mencoreng nama baik sekolah kita! " ujar Aulia meminta maaf dengan tulus


"iya ketua. maafin tindakan gegabah dan ngawur ku ya. aku nggak bisa janji tapi, aku bakal jaga emosi kok. " Ujar Riska yang merasa sedikit kesakitan


"P3K datang!! " Teriak Nadia dari pintu

__ADS_1


"makasih ya.. ayo sini aku bersihin dulu lukanya Ris! kamu juga sini.. " Ujar Aulia sembari memegang kapas dan pembersih luka


__ADS_2