Me and my son

Me and my son
11


__ADS_3

M Chip Crop adalah sebuah Perusahan Microsof yang menyediakan situs untuk banyak Perusahaan yang ingin menyimpan data rahasia, banyak Perusahaan yang bergantung pada M Chip Crop oleh sebab itu Perusahaan yang baru 5 tahun berjalan ini sudah melampaui pasar Internasional. Tak heran bukan jika di usia muda Archie sudah menjadi CEO di Peusahaan yang ia dirikan sendiri, berkat kegigihan dan usahanya selama ini, semua berbuah manis dengan kesuksesan dan berlimbangan harta, selain Perusahaan Microsof, Archie juga memiliki beberapa tempat penginapan dan Sauna juga Restoran bintang lima, semua itu ia dapatkan dari hasil jerih payahnya sendiri.


Berlanjut masih dengan Archie dan Chiko yang sedang dalam mobil, mereka dalam perjalanan menuju Mansion, hari ini tepat satu tahun hari Pernikahan Archie dengan Joana, untuk merayakan pesta hari Pernikahan mereka, Chiko sudah menyiapkan kejutan untuk Joana tanpa sepengetahuan sang ibu dengan rencana yang matang, ia menyusun sedemikian rupa agar hari jadi Pernikahan sang ibu dan sang ayah menjadi berkesan.


Tak berselang lama mereka berdua tiba di sebuah pantai terletak di wilayah Miami-Florida, salah satu pantai terindah di Negara Amerika ini terkenal dengan pemandangan sunset yang menakjubkan. Disana sudah penuh dengan dekorasi pesta dan juga para tamu undangan, Archie terharu dengan apa yang sudah dilakukan oleh putranya itu, dimana ia tak menyangka jika sang putra memang jauh lebih dewasa dari dugaan nya.


“Terima kasih nak...” ucap Archie menepuk bahu kanan Chiko.


“Sama-sama ayah” sahut Chiko.


Selama setengah jam menunggu, akhirnya Joana datang dengan menaiki sebuah taksi, disitu Chiko merasa ada kejanggalan, dimana ia sudah menyiapkan kendaraan untuk sang ibu guna menuju ke lokasi tempat pesta berlangsung. Chiko semakin curiga melihat raut wajah sang ibu yang terlihat seperti habis menangis.


“Ada apa ini?” Tanya Chiko dalam hati.


Plakkk


Joana melayangkan tamparan pada pipi kiri Archie di depan para tamu undangan. Suasana romantis berubah menjadi mencekam karena baik Archie maupun Chiko tidak mengetahui penyebab kemarahan Joana.


“Pria brengsek!” Teriak Joana histeris.


“Sayang...tunggu...kau kenapa?” Tanya Archie hendak meraih tangan Joana.


Tak


“Jangan sentuh aku dengan tangan kotormu itu!” Kata Joana membentak Archie.


“Ada apa ini sayang? Jelaskan...apa salahku?” Tanya Archie panik.


“Chiko!” Panggil Joana.


“Iya ibu...” sahut Chiko menghampiri Joana.


“Ikut ibu, kita tidak akan tinggal bersama dengan dia lagi!” Kata Joana menunjuk wajah Archie dengan mata berkaca-kaca.


“Kenapa?” Tanya Chiko.

__ADS_1


“Ikut saja!” Bentak Joana.


“Aku...aku...” Chiko menunduk menahan tangis.


“Ikut ibu sekarang Chiko, jangan melawan ibu!” Bentak Joana geram.


“Aku sudah katakan!!! Kita tidak boleh berpisah!!! Tidak kah ibu terlalu egois? Kenapa ibu hanya memikirkan perasaan ibu? Bagaimana dengan aku...ibu...snfff...” teriak Chiko menitikan air mata.


“Kau tidak tahu apa-apa, jadi ikut saja! Kau tidak perlu tahu alasannya!” Kata Joana kembali membentak Chiko.


“Aku tahu semuanya ibu, aku tahu...jadi ku mohon, berhentilah...berhenti membenci ayah terlepas kesalahan masa lalu ayah, kita sudah bahagia kan? Hiks...ibu...aku benci mengatakan ini, tapi jika aku diberi pilihan ikut ibu atau ikut ayah, aku lebih memilih mati!” Teriak Chiko menangis sesegukan.


“Chiko...” desis Joana.


“Sayang...ikutlah dengan ibumu...jaga dia untukku ya...” kata Archie melerai pertengkaran antara ibu dan anak ini.


“Tidak ayah...aku sudah cukup selama lima tahun hidup tanpa sosok seorang ayah, aku tidak sanggup jika harus merasakan hidup tanpa sosok seorang ayah lagi...hiks...aku tidak sanggup...hiks” kata Chiko.


“Baiklah...terserah kau!” Kata Joana seraya berjalan meninggalkan Archie dan Chiko.


“Mau kemana kau?” Tanya Archie cemas.


“Biarkan aku mati ayah...ini yang diinginkan oleh ibu” jawab Chiko menepis kasar tangan Archie lalu berlari kencang.


“Joanaaaaaa!!!” Teriak Archie.


Joana menoleh ke arah Archie kemudian melihat Chiko berlari ke arah laut. Joana segera berlari.


“Chikooooo!!!” Teriak Joana dengan derai air mata.


“Ibu...aku mencintaimu tapi...hiks...aku juga mencintai ayah...aku sudah tidak sanggup lagi jika ada yang mengataiku anak tanpa seorang ayah...hiks...selamat tinggal” gumam Chiko hendak menenggelamkan diri.


Byurrr


Archie berenang menarik paksa Chiko menepi ke pantai. Chiko tidak sadarkan diri setelah meminum cukup banyak air laut. Archie memberi pertolongan pertama, ia memompa dada Chiko lalu memberikan nafas buatan. Disana-lah penyesalan menyeruak masuk ke dalam hati Joana. Joana menangis di samping Chiko yang masih enggan membuka mata.

__ADS_1


“Hiks...sadar sayang...Chiko...hiks...maafkan ibu” Joana membelai sayang kepala Chiko.


“Chiko...kau dengar ayah nak? Kau tidak boleh mati, ku mohon sayang...sadarlah...hiks...hiks...” Archie menangis seraya terus mencoba menyelamatkan nyawa sang putra.


Para tamu undangan memandangi mereka bertiga dengan tatapan harap-harap cemas, di antara mereka bahkan ada yang menangis melihat perjuangan Archie yang mencoba menyelamatkan Chiko.


“Hiks...sadar nak...hiks...hiks...hahhh...hoshhh...hoshhh...hiks...hiks...Chikoooooo!!!!” Archie menangis histeris sembari memeluk tubuh Chiko.


“Hukhhh...hukhhh...huhkkk...” Chiko tersadar memuntahkan air asin dari mulutnya.


“Chiko...hahh...hiks...Chiko...hiks...hiks...” Archie memeluk erat Chiko.


“Ayah...” desis Chiko.


“Maafkan ibu nak...maafkan ibu...hiks...” Joana ikut memeluk Chiko.


“Ibu...ayah...” panggil Chiko lirih.


“Iya nak...” sahut Archie dan Joana.


“Jangan berpisah! Ku mohon...hiks...aku mohon ibu...hiks...” kata Chiko menangis.


“Hiks...hiks...iya nak...ibu dan ayah selalu bersamamu...maafkan ibu ya sayang...” kata Joana.


Prok Prok Prok


Tepukan meriah dari para tamu undangan menyadarkan keluarga kecil ini bahwasannya mereka sedang berada dimana? Archie bernafas lega, ia menggendong Chiko berjalan perlahan bersama dengan Joana, mereka berjalan dengan iringan tepukan tangan juga senyuman yang terukir di wajah seluruh para tamu undangan.


Di Mansion...


Setelah dokter pribadi Archie memeriksa kondisi Chiko, kondisi Chiko berangsur-angsur membaik, Joana terdiam duduk di sofa panjang di dalam kamarnya, ia masih menangis menyesali kejadian hari ini, dimana ia hampir saja kehilangan Chiko. Kalau saja ia tidak terlalu tersulut emosi mungkin kejadian ini tidak akan pernah terjadi, Joana mengetahui kebenaran jika Archie adalah pelaku yang memperk*sa nya tujuh tahun yang lalu, hati Joana sangat sakit, sangat pedih mengetahui pria yang ia cintai adalah pria yang membuat hidupnya hancur tujuh tahun yang lalu. Perasaan campur aduk antara sedih, bahagia juga kemarahan di waktu yang bersamaan, inilah yang Joana rasakan.


Archie membuka pintu kamar lalu masuk ke dalam, ia memilih mendiami Joana, karena jujur saja Archie merasa kecewa dengan sikap Joana, sikap kekanak-kanakan Joana membuat ia hampir saja kehilangan putra kesayangannya. Archie masuk ke dalam kamar mandi, ia membersihkan diri setelah itu ia berbaring memunggungi Joana yang masih duduk di sofa.


“Aku membencimu sebesar aku mencintaimu...kau tahu? Betapa beratnya aku harus menerima pria yang menghancurkan hidupku selama ini\, pria yang merenggut paksa kep***nan ku secara paksa...hiks...hatiku sakit...mengapa harus kau orangnya? Hiks...hiks...” gumam Joana menangis sesegukan.

__ADS_1


To be continued 11.


__ADS_2