
Chiko menemui Christofe di rumah sakit tempat pria yang ia benci dirawat. Dengan ditemani oleh Rolls ia menemui Christofe, ia juga membawa polisi untuk menangkap Christofe atas pembunuhan nenek buyutnya dan penganiayaan berat atas nama sang nenek tercinta.
Chiko menatap sinis sang kakek yaitu Christofe Diamond, ia menarik kerah kemeja Christofe seraya berkata.
“Kau pria brengsek! Membusuklah kau di penjara!” Sentak Archie.
“Cih...kau pikir, kau siapa? Hahhhh!!!” Teriak Christofe marah.
“Permisi tuan Christofe Diamond, anda didakwa atas pembunuhan nyonya Diana B Diamond dan atas penganiayaan berat pada nyonya Laudya Diamond, anda berhak diam sampai pengacara anda datang!” Kata seorang polisi seraya memborgol kedua tangan Christofe.
“Sialan kau Chiko! Aku akan membunuhmu!!! Lihat saja!!! Argghhhhh...” Christofe berteriak histeris saat dibawa oleh petugas kepolisian.
“Terima kasih tuan Rolls...” ucap Chiko menunduk hormat.
“Hm...sama-sama cicitku...” sahut Rolls tersenyum tipis.
“Apa? Cicit?” Tanya Chiko tak mengerti.
“Hmmm...sudah waktunya kau tahu nak...aku adalah adik dari Diana Biggest, dia menikah dengan Gustaf Diamond di usia yang sangat muda, lebih tepatnya terpaksa menikah, pernikahan bisnis itu menghasilkan satu anak perempuan yaitu Laudya sedangkan Christofe bukanlah anak Diana, ia adalah anak Gustaf dengan selingkuhannya Regina, Regina adalah mantan kekasihku...dan aku menikahi adik Regina untuk menutupi aib Regina yang merebut suami orang lain, begitulah lika-liku kehidupan kejam yang ku jalani, awal mula nya mungkin aku terpaksa menikahi Revalina saudara kembar Regina tapi...sekarang aku sangat mencintainya walaupun...dia sudah tidak ada di sisiku lagi, dia sudah bersama kakakku Diana di surga” jawab Rolls menceritakan sedikit kisah hidupnya.
“Hm...kakek buyut..aku bangga padamu” Chiko mengangguk mengerti lalu merangkul sekilas Rolls lalu berjalan beriringan keluar area rumah sakit.
Chiko kembali ke Mansion dengan perasaan lega karena sudah membuat orang-orang yang menyakiti keluarganya mendapatkan ganjaran yang setimpal. Sekarang ini sudah malam hari, Chiko sedang berada di kamarnya, ia mengerjakan proyek baru nya dengan Rolls yaitu meluncurkan aplikasi camera digital, aplikasi ini bisa membuat camera hp dari ponsel merk apapun menjadi bening dan seperti foto digital. Selama lebih dari lima jam ia bekerja tanpa terasa jam sudah menunjukan pukul 12 PM, Chiko keluar dari kamarnya, ia berjalan menuju dapur sesampainya ia di dapur, ia mengisi teko kaca berukuran sedang dengan air putih, ketika ia hendak meninggalkan dapur ia tanpa sengaja berpapasan dengan Alya.
“Hei...” sapa Alya dengan senyum terpaksa.
“Hm...” sahut Chiko melewati Alya begitu saja.
“Huh...dasar bocah sombong! Mentang-mentang ganteng!” Alya menggerutu sembari mengambil air dari dalam lemari pendingin.
Brakk
Alya menutup pintu lemari pendingin cukup kencang karena kesal dengan sikap Chiko pada dirinya.
“Pelan-pelan tutup pintu kulkas nya!” Tegur Chiko sudah berdiri di hadapan Alya.
“My God!!!” Pekik Alya terkejut bukan kepalang.
“Hmm...sekarang kau yang seperti anak kecil kan?” Chiko tersenyum smirk.
Glek...
Alya menelan kasar slavina nya saat ia melihat tubuh Chiko yang semakin tinggi, bahkan sekarang tinggi mereka hampir sama, tinggi badan Alya hanya 165 cm sedangkan Chiko sekarang 160 cm dengan bentuk tubuh proposal bak aktris Hollywood.
Chiko menarik pinggang Alya hingga membuat mata Alya terbelalak.
“Anak kecil ini suatu hari nanti bisa membuatmu memiliki anak kecil di dalam sana” kata Chiko melirik perut Alya yang rata.
“Hahhh!!!” Alya melotot terkejut.
“Tunggu saja sampai waktunya tiba...aku akan membuatmu menyesal karena meragukan kejantanan ku...” bisik Chiko lalu pergi meninggalkan Alya yang mematung di tempat.
“Hahhhh...hufff...arghhh...Chiko sialan!!!” Runtuk Alya geram.
**********
************
**************
***************
**********************
**********15 tahun kemudian*********
Chiko sedang berada di parkiran sebuah sekolah menengah pertama, ia bersandar di badan mobil sedan merah miliknya, sembari menunggu ia memainkan ponsel sembari sesekali tersenyum melihat pesan singkat dari Alya, semenjak kejadian itu dimana Alya mabuk dan menyebutnya anak kecil, Chiko selalu menggoda Alya wanita yang terpaut usia 13 tahun lebih tua darinya, percaya atau tidak Alya melajang hingga sekarang, usia Alya sudah kepala 3 namun belum juga menikah, bukan tanpa sebab ia menjadi perawan tua, itu semua karena Chiko selalu menggagalkan rencana pernikahan Alya dengan pria yang mendekati Alya.
“Kakak!!!” Teriak seorang gadis melambaikan tangan sembari berlari.
“Ck...Laudya...kau ini ya...” decak Chiko sembari menangkap badan sang adik yang melompat ke gendongannya.
“Hehehe...maaf...” sahut adik kecil Chiko terkikik geli.
“Sudah...naiklah...” kata Chiko membuka pintu mobil.
“Permisi...” sapa suara imut dari belakang Chiko.
“Iya...” sahut Chiko lalu memutar badan.
__ADS_1
“Apa kakak sudah punya pacar?” Tanya seorang gadis remaja pada Chiko.
“Kak...masuk!!!” Teriak Laudya dari dalam mobil.
“Iya...” sahut Chiko.”Pacarku sudah memanggilku...maaf ya...” kata Chiko menunduk hormat lalu masuk ke dalam mobil.
Di sepanjang perjalanan Laudya terus menggerutu kesal karena sang kakak dianggap tebar pesona. Chiko hanya tersenyum mendengar omelan dari sang adik.
“Buat apa capek-capek mengjhalangi pernikahan kak Alya, kasihan kan kak Alya sampai sekarang masih jomblo, itu semua karena kakak kan? Jangan tebar pesona begitu dong kak, kasihan kan kak Alya” kata Laudya menekuk wajahnya cemberut.
“Iya...kakak akan segera menikahi Alya...tenang saja ya...” sahut Chiko tersenyum tipis.
“Awas bohong!” Laudya menunjuk wajah sang kakak geram.
“Hm...” Chiko mengangguk.
Di sebuah Mall Chiko berjalan santai menuju restoran tempat ia membuat janji dengan Vlad, sekedar informasi Vlad sudah menikah dan memiliki satu anak perempuan yang cantik, usia anak Vlad baru 1 tahun, Vlad membuat janji temu karena ingin menyerahkan rincian jadwal pekerjaan Chiko, Vlad hendak berlibur bersama istri dan anaknya, jadi ia harus menyelesaikan pekerjaannya sampai 3 bulan ke depan.
“Sudah lama?” Tanya Chiko sembari menarik kursi.
“Lumayan” jawab Vlad tersenyum tipis.
“Aku bisa mengurus semuanya, kenapa kau harus repot-repot mengerjakannya sih!” Kata Chiko.
“Ck...kau sudah memberikan aku rumah, mobil, tiket liburan belum lagi gaji di atas rata-rata, aku hanya melakukan hal kecil saja kok...” kata Vlad seraya menyerahkan sebuah tablet pada Chiko.
“Hm...baiklah...terima kasih ya...dan ini...uang saku untukmu” kata Chiko seraya memberikan amplop coklat pada Vlad.
“Kau gila ya!!! Ini bukan uang saku tapi uang gajiku selama setahun, kau mau memecatku?” Pekik Vlad.
“Kau mau atau tidak?” Tanya Chiko sarkas.
“Iya mau...” jawab Vlad.
“Sudah ya...aku pulang dulu” kata Chiko seraya berdiri.
“Kau tahu jika Alya mau pualng ke kampung halamannya di India?” Tanya Vlad.
“Hahhh!!!” Pekik Chiko.
“Belum terlambat...susul dia, mungkin saja dia masih di Apartemennya” kata Vlad.
************flasback on************
“Hey!!! Anak kecil!!! Beraninya kau mempermainkan aku!” Racau Alya menunjuk wajah Chiko.
“Ck...tidurlah...” titah Chiko kembali membaringkan kepala Alya ke atas paha nya.
“Kau masih kecil tahu!” Kata Alya.
“Iya...” sahut Chiko menahan kesal.
“Bahkan disini...ya...kejantanan mu saja belum bisa berdiri\, tapi sudah berani menggodaku” kata Alya menunjuk k****n Chiko.
Chiko mengusap kasar wajahnya.
“Terserah kau! Sekarang tidurlah!” Sentak Chiko kesal.
“Aku akan tidur...pasti tidur...karena yang disana juga tidak mau bangun!” Racau Alya lalu kembali terlelap.
“Hahahahahahaha...” Vlad tertawa lepas mendengar ocehan Alya.
“Diam!!!” Bentak Chiko.”Sialan!!! Kau tahu sejak berusia 4 tahun aku sudah sensitif terhadap sentuhan namun aku selalu bisa menahannya!” Gumam Chiko.
**********flashback on***********
Chiko berlari masuk ke dalam Apartemen tempat tinggal Alya, Alya tinggal seorang diri setelah ayah dan ibunya memutuskan kembali ke kampung halaman sang ibu di India tepatnya di kota New Delhi. Setelah memutuskan tinggal sendiri di negara asing karena alasan pekerjaan, ia akhirnya membeli sebuah Apartemen cukup mewah untuk tempat tinggalnya. Kembali pada Chiko yang terus berlari sampai tiba di depan pintu Apartemen Alya. Chiko menutup mata sejenak sebelum mengetuk pintu.
Tok Tok Tok
“Iya...siapa?” Tanya Alya tanpa melihat ke depan.
“Aku...” Chiko langsung mendorong badan Alya masuk ke dalam.
“Kau!!! Untuk apa kau kesini?” Tanya Alya sinis.
“Kau sungguh-sungguh ingin pergi?” Tanya balik Chiko ketika melihat dua koper tersusun rapih di ruang tengah.
“Iya...ayahku meminta aku untuk...eummmm....”
__ADS_1
Chiko langsung menyambar bibir Alya tanpa aba-aba.
“Hahh...berani sekali kau mau meninggalkan aku?” Chiko menyatukan keningnya pada kening Alya.
“Hufff...kau mau membuatku kehabisan nafas hah!!!” Bentak Alya menghelahkan nafas.
“Persiapakan pernafasanmu dengan baik Alya!” Kata Chiko.
Chiko kembali mencium bibir Alya tapi kali ini sangat lembut sampai membuat Alya tak kuasa untuk menolaknya\, ciuman panas semakin menjadi saat Chiko membuka satu persatu kancing baju tidur Alya lalu melemparkan baju itu kesembarang tempat\, Chiko memimpin di depan semakin lama semakin lincah ia bermain dengan keinginan h***t yang menggebu. Terjadilah peristiwa penting bagi kehidupan dewasa seorang Chiko si anak jenius.
Tiga jam kemudian...
“Eummm...auchh...” Alya merengangkan badannya lalu memekik kesakitan.
“Ada apa?” Tanya Chiko langsung terduduk.
“Hiks...sakit...” rengek Alya.
“Hehe...maaf...” Chiko tertawa kecil.
“Dasar kau anak kecil brengsek!” Sentak Alya memaki Chiko.
“Masih memanggilku anak kecil padahal kau tadi mend**h karena sentuhanku...” bisik Chiko.
“Tidak tahu malu!” Cibir Alya.
“Sini...” Chiko menarik tubuh polos Alya.
Kini Alya berada di depan Chiko tanpa seh**i b***g pun hanya tertutup selimut berwarna putih.
“Aku mencintaimu Alya...menikahlah denganku...” kata Chiko seraya memasangkan cincin di jari manis Alya.
“Hiks...dasar bodoh! Kenapa kau lama sekali tumbuh dewasa? Hiks...” kata Alya menangis terharu sembari memutar badan menghadap Chiko.
“Maaf...aku masih terlalu kecil untuk melamarmu kala itu tapi sekarang aku sudah 22 tahun, sudah termasuk cukup umur untuk melamar seorang gadis” Chiko membelai sayang pucuk kepala Alya.
“Hiks...iya...aku tahu...” sahut Alya.
“Tapi...aku penasaran, kau masih perawan?” Tanya Chiko melihat noda darah di sprei.
“Hm...” Alya mengangguk.
“Itu bagus tapi virgin atau tidak virgin, aku tetap akan menikahimu” kata Chiko lalu mencium bibir Alya.
“Chiko...kau sangat mesum!” Alya mencubit gemas hidung mancung milik Chiko.
“Disana sudah tegak lagi, aku mau lagi...” bisik Chiko.
“Kyaaaaaaaaaa.....”
*******Tamat**********
Di Mansion keluarga Swandalas, Archie sedang bermesraan dengan sang istri Joana. Archie mencium lembut bibir Joana yang ranum, seperti biasa selalu bisa membuat Joana melayang seakan terbang melayang ke atas awan, ditengah-tengah permainan mereka berhenti karena ada yang mengetuk pintu.
'‘Siapa sih?” Archie membuka pintu seraya berteriak kesal.
“Maaf ayah...tapi aku hanya mau kasih tahu, besok kakak menikah dengan kak Alya...” kata Laudya lalu kemudian ia pergi.
'‘Oh...anakku akan menikah...” Archie manggut-manggut.”Eh...Chiko akan menikah dengan Alya!!!” Pekik Archie kemudian.
'‘Sudah jangan terkejut begitu, aku sudah tahu sejak lama, jika Chiko dan Alya saling mencintai” kata Joana santai.
“Loh kok bisa aku dan anakku menikah dengan wanita yang lebih tua?” Archie mengusap kasar wajahnya.
“Ck...you and your son are the same...honey...” kata Joana tersenyum tipis.
“Yeah...me and my son...we are two great men...” sahut Archie seraya berlari kecil.
Archie dan Chiko sama-sama pria yang hebat, mereka mampu menakhlukan hati wanita yang jauh lebih tua dari mereka, akan tetapi Chiko dan Alya terpaut usia sangat jauh yaitu 22-35, Alya 13 tahun lebih tua dari Chiko. Begitulah akhir perjalanan kisah Archie dan Joana yang memiliki anak yang super jenius.
*
*
*
Sampai ketemu di karya aku selanjutnya ya guys...jangan lupa like and coment juga vote untuk dukung Athour agar lebih semangat lagi menulisnya...
See youuuuuuu....
__ADS_1
Real Tamat....