Me and my son

Me and my son
12


__ADS_3

Di dalam kamar yang gelap\, Archie masih terdiam walaupun ia mendengar jelas sekali apa yang digumamkan oleh Joana\, ia bingung harus berkata apa\, tidak salah Joana membencinya\, itu memang kesalahan yang sangat fatal\, sampai detik ini Archie selalu menyesali perbuatan bejatnya itu\, tapi...apa boleh buat? Nasi sudah menjadi bubur. Sementara Archie tak beranjak dari tempatnya Joana memilih berdiri di balkon menangisi penyesalan akan cinta yang ia rasakan pada pemerk*s* nya.


Sepuluh menit kemudian Archie menghampiri Joana, ia memeluk Joana dari belakang, pelukan hangat sangat erat sekali Archie memeluk Joana.


“Maaf...aku tahu...kau pasti membenciku...” kata Archie membalikan badan Joana agar menghadap dirinya.


“Bencilah aku sesuka hatimu tapi...aku akan selalu mencintaimu...karena cintaku tulus dari dasar hatiku paling dalam...” kata Archie.


Joana menatap mata Archie yang berkaca-kaca, telinga Archie pun memerah karena menahan tangis.


“Kenapa harus kau orangnya? Hiks...aku benci mengakui ini, tapi...hiks...aku juga mencintaimu...” Joana menangis memukul dada Archie beberapa kali.


“Maaf...aku mencintaimu Joana...” kata Archie lantas mencium bibir Joana.


Joana terdiam untuk persatu detik, di detik kemudian ia membalas ciuman Archie, mengikuti permainan sang suami yang sangat lembut mencium bibirnya, ciuman turun pada ceruk leher Joana perlahan namun pasti Archie membawa Joana melayang seakan terbang ke langit ketujuh. Archie mengangkat sedikit badan Joana lalu berjalan masuk ke dalam dari luar balkon, tiba mereka di King Bed. Archie menghentikan aksi nya.


“Tidurlah...” titah Archie lembut membelai pipi  kanan Joana.


Archie berdiri hendak pergi tapi Joana menarik pergelangan tangan Archie.


“Jangan tinggalkan aku!” Desis Joana lirih.


“Akan bahaya jika aku terus disini Joana, aku mungkin tidak bisa menahan diri” kata Archie.


“Tidak perlu...kau tidak perlu menahannya” kata Joana memblushing.


Bruggghhhh


Archie merebahkan kembali Joana yang sempat terduduk.

__ADS_1


“Jangan menyesal Joana!” Kata Archie.


Sebulan kemudian...


Tepat tanggal 15 juli 2028 seorang anak laki-laki yang bernama Chiko berulang tahun yang keenam tahun, kini Chiko tak lagi duduk di bangku taman kanak-kanak, ia sudah menduduki kursi anak sekolah dasar, di sekolah Internasional School, ia menjadi pusat perhatian karena menjadi murid paling tinggi di kelas, ia sudah tumbuh menjadi sangat tinggi, tinggi badan Chiko sekarang 150 cm, terlalu tinggi untuk seorang anak yang baru genap berusia 6 tahun, itulah Chiko J Swandalas anak laki-laki serba bisa dan luar biasa. Di sekolahnya ia menjadi sangat populer, ia menjadi kapten tim basket juga ia menjadi satu-satunya murid yang pandai berenang dengan berbagai macam gaya. Sebulan sudah Chiko beristirahat, ia tak melakukan penyerangan balik pada Chaloretta, setelah siuman Chiko menelpon Rolls, dari Rolls ia tahu jika Chaloretta menemui sang ibu, lalu menceritakan kebenaran itu agar Joana meninggalkan Archie, Chaloretta sedang dalam proses perceraian karena Christofe memiliki wanita idaman lain, wanita lain itu tak lain adalah Joana sendiri, Chistofe jatuh cinta pada Joana dipertemuan pertama mereka saat Chiko berusia 2 tahun, ia memang berhasil meloloskan diri tapi karena ia lengah, Christofe mengikuti Chiko sampai ke rumah mereka saat di Swedia. Disanalah Christofe melihat wajah cantik Joana yang membuat ia berdebar seketika jatuh hati pada Joana.


“Ini...” seorang anak perempuan memberikan Chiko sebuah kado.


“Kau tahu darimana aku berulang tahun?” Tanya Chiko datar.


“Hm...aku tahu...dari...ehmm...pokoknya ini untukmu!” Si gadis kecil itu langsung berlari tanpa menjawab pertanyaan dari Chiko.


Chiko tersenyum lalu memasukan kado itu ke dalam tas setelah itu ia kembali melanjutkan langkah yang sempat terhenti. Chiko berjalan santai saja bak seperti seorang pangeran kerajaan banyak sekali yang memandangi dirinya dengan tatapan penuh rasa kagum, selain tampan ia juga memiliki otak yang cerdas semua guru-guru selalu memujinya, berkat Chiko sekolahnya juga mendapatkan juara pertama di Olimpiade matematika dan sains.


Beralih pada Chiko yang sudah tiba di Diamond Corp Group, Chiko berdandan sangat rapih untuk menemui pemimpin Perusahaan ini, ia mengenakan setelan jas abu-abu dengan dasi berwarna senada, Chiko nampak tampan dan menawan.


“Lama tidak bertemu nak...” sapa Christofe tersenyum smirk.


Christofe mengulurkan tangan kanan langsung disambut oleh Chiko.


Kretek


Suara gengaman tangan itu jelas terdengar, semua orang yang berada disana terheran-heran, siapakah yang menggenggam lebih erat Chiko ataukah Christofe?.


“Sial anak ini!” Runtuk Christofe dalam hati.


Setelah berjabat tangan, Christofe buru-buru menyembunyikan tangannya yang gemetaran karena perbuatan Chiko.


Di ruang rapat Chiko berdiri di hadapan pemegang saham yang lain, disana ia mengungkapkan jika sang ibu tidak dapat hadir untuk rapat hari ini, disini Chiko juga membahas perihal calon Presdir baru Diamond Corp Group, dimana nama Joana menjadi salah satu kandidat, kandidat yang dipilih ialah Christofe dan Joana, Joana sendiri tidak mengetahui jika Chiko membeli saham sebanyak 40% atas nama dirinya, sedangkan Christofe sedikit khawatir karena ia hanya memiliki 30% saham di Perusahaan ayahnya sendiri. Semula saham Joana hanya 30% sesuai apa yang diminta oleh Chiko pada Rolls akan tetapi Chiko kembali membeli saham setelah Perusahaan yang bergerak di bidang perhiasan dan permata ini hampir bangkrut, kenapa bisa bangkrut? Itu semua karena Christofe yang sangat boros terhadap istrinya kala menikah dengan Chaloretta, kehidupan istri yang glamor membuat Christofe selalu membelikan apa saja yang diinginkan oleh sang istri.

__ADS_1


Selama satu bulan ini, Chiko sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi hari ini, Diamond Corp Group adalah dua Perusahaan yang tergabung jadi satu yaitu Diamond Group dengan Jewellery Corp, Jewellery Corp sendiri merupakan Perusahaan ayah kandung Joana, Jeck Jesyley adalah ayah kandung Joana yang membuang Joana ke Panti Asuhan, ia juga turut hadir disana. Chiko menatap sinis kakeknya itu, mengingat perbuatan buruk sang kakek pada sang ibu.


“Brengsek itu sudah tua rupanya” kata Chiko dalam hati.


“Saya mewakili ibu saya Joana Jesley, maaf karena ibu saya tidak dapat hadir, jangan takut pada saya yang masih terlihat seperti anak-anak, saya memang anak laki-laki yang baru berusia 6 tahun tapi pengalaman saya di bidang ini tidaklah buruk, ini beberapa desain perhiasan terbaru yang saya buat” kata Chiko menyetel gambar di layar  monitor menampilkan beberapa foto desain perhiasan yang ia desain sendiri.


“Iya...kau terlalu kecil untuk ikut campur masalah orang dewasa” kata Christofe tersenyum meremehkan Chiko.


“Wah...benarkah ini semua kau yang mendesain nya?” Seru Jeck menatap kagum pada Chiko.


“Cih...” decih Chiko tersenyum getir.”Ya...ini saya yang membuat desain nya, sedangkan pemilihan nama beberapa desain itu adalah pemberian ibu saya Joana” sahut Chiko dengan ekspresi dingin.


“Ini bagus ya...”


“Benar...”


“Aku mau menukar 10 anak agar bisa mendapatkan satu anak laki-laki seperti anak ini”


“Iya...kau benar sekali, aku setuju pendapatmu”


Begitulah bisik-bisik dari para Investor yang menghadiri rapat.


Chiko tersenyum puas lalu melanjutkan kembali presentasi yang sudah ia persiapkan.


“Ini adalah “Blue Queen” kalung dengan permata biru ini akan laku di pasaran jika kita menggunakan model ini, dia adalah selebriti asal negri gingseng, bayaran ia memang mahal namun pasti akan menghasilkan lebih banyak laba jika kita meminta ia sebagai modelnya, dia adalah salah satu aktris drama dan juga film di Korea, dengan parasnya yang cantik juga kulitnya yang putih bersih, ia bisa menjadi ikon untuk perhiasan baru ini” kata Chiko.


“Hm...kau yakin?” Tanya Christofe lagi-lagi tersenyum smirk.


“Kau tahu sedang berhadapan dengan siapa Tuan Christofe???” Tanya balik Chiko sarkas.

__ADS_1


To be continued 12.


__ADS_2