
Di Paviliun...
“Kau mau kemana Joana?”
“Bibi Brenda!” Desis Joana gugup.
“Terima kasih atas pertolongan bibi selama ini, tapi aku tidak bisa bekerja disini bi...” kata Joana menunduk sedih.
“Pakai pakaianmu, Tuan muda memanggilmu” titah Brenda tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Joana.
“Tapi bi...” Joana menatap sendu mata Brenda.
“Chiko...kau main keluar dulu ya...nenek mau bicara dengan ibumu...” kata Brenda membelai lembut kepala anak laki-laki berumur lima tahun.
“Baik nek...” sahut anak laki-laki itu seraya berlalu pergi.
Selepas kepergian Chiko, Joana memakai pakaian lengkap lalu duduk berdampingan dengan Brenda.
“Kau tahu kan jika ingin membesarkan Chiko membutuhkan lebih banyak uang supaya kau bisa memberikan dia pendidikan tinggi agar ia bisa menjadi anak yang berguna dan juga membanggakan?” Brenda membelai sayang pucuk kepala Joana.
“Hmm...” Joana mengangguk lemah.
“Chiko akan mendapatkan kasih sayang dari keluarga Swandalas, percayalah...mereka menerimamu dan Chiko dengan perasaan bahagia” kata Brenda dengan suara lembut.
“Tapi bi...aku...” Joana mulai menangis.
“Aku tahu, kau trauma pada kasus pemerkosaan enam tahun yang lalu, namun jangan sampai kau mengabaikan jika Chiko membutuhkan sosok seorang ayah, ingat itu nak...” kata Brenda.
“Aku tahu, tapi aku tidak bisa menikah dengan pria itu, aku lebih tua 2 tahun darinya” kata Joana dengan suara parau.
“Hmm...Joana...” Brenda menghelahkan nafas seraya terus membelai kepala Joana.
“Bibi...aku takut...hiks...” kata Joana.
“Tidak perlu takut, yang ia butuhkan hanya istri untuk menekan keinginan keluarga Swandalas, kau tak perlu khawatir harus melayani ia seperti melakukan hubungan int*m” kata Brenda membujuk Joana.
“Aku tahu ayah dari anakmu adalah dia, perempuan penipu itu sampai sekarang tidak hamil karena ia tidak memilki rahim, dasar siluman ular, berani sekali dia menipu keluarga Swandalas bahkan menipu Tuan Muda kami” Brenda menggerutu dalam hati.
“Apakah kau mau aku menikah dengan dia?” Tanya Joana.
“Hm...aku memikirkan nasib cucuku Chiko, jika ia di bawah naungan keluarga Swandalas, ia bisa mendapatkan pendidikan yang layak dan juga mendapatkan kasih sayang untuh dari ayah dan ibu, bukankah itu bagus?” Brenda mengangguk menjawab pertanyaan Joana.
“Baiklah...aku akan menikah dengannya” kata Joana.
__ADS_1
“Itu baru Joana yang bibi kenal, Joana yang menyayangi putranya” puji Brenda menepuk perlahan pundak Joana.
Beberapa bulan kemudian...
Joana nampak cantik dengan gaun berwarna abu-abu muda, gaun ketat panjang dengan belahan paha dan dada juga punggung ini nampak sangat pas di badan Joana yang langsing namun padat berisi. Seluruh keluarga Swandalas juga sangat bahagia melihat sang pengantin wanita yang terlihat cantik sempurna, begitu juga dengan nenek dari Archie, Casanova Swandalas, ia terlihat lebih antusias pada pernikahan sang cucu pertama mereka yaitu Archie Swandalas.
“Dia itu benar-benar tipe cucu menantu idaman” gumam Casanova.
“Kau benar sayang...” kata kakek Archie yang bernama Mond Swandalas.
“Cih...cucu menantu idaman” decih seorang wanita sembari melirik sinis ke arah Joana yang berdiri di misbah pernikahan.
Flashback on
Di sebuah Restoran mewah di Kota J, Sebuah keluarga besar sudah berkumpul di dalam ruang VVIP, meja berbentuk bundar ini di kelilingi oleh keluarga Swandalas dan ada Joana yang duduk sembari menunduk.
“Jadi kapan kalian akan menikah?” Tanya Casanova Swandalas neneknya Archie.
“Bulan Juli” jawab Archie.
“Oh...kenapa bukan bulan ini?” Tanya Casanova lagi.
“Itu...” Archie melirik Joana.
“Tunggu...ada yang mau aku katakan!” Kata Joana memotong perkataan Archie.
“Aku sudah punya anak!” Kata Joana.
“Apa???” Pekik Archie terkejut.
“Kami sudah tahu!” Kata bibi Archie. Sense Jakslins.
“Hahhh!!!???” Joana menganga bingung.
“Iya sayang...kami sudah tahu, kau adalah anak yatim piatu dari asuhan panti Angel’s Moms, dan kau memiliki seorang putra yang sangat tampan” kata Sense membelai punggung tangan Joana.”Kami tahu jika itu adalah anak Archie, anak sial ini, tidak tahu siapa yang ia nodai malah mengencani wanita penipu!” Gerutu Sense dalam hati.
“Aku tidak jadi menikah dengannya” kata Archie.
“Kenapa???” Bentak Martine marah.
“Karena dia sudah menipuku!” Sargah Archie.
“Bodoh! Wanita yang kau kencani itu dia yang menipumu, bukan Joana!” Batin Sense menatap sinis Archie.
__ADS_1
“Aku menipu???” Sentak Joana marah.
Brakkk
Joana meninju keras meja sembari berdiri.
“Maaf Tuan Glenn...bibi...nenek...kakek...aku ingin memberi pria sombong ini pelajaran!” Kata Joana menunduk hormat.
“Silahkan...silahkan sayang...” sahut Casanova, Glenn dan Sense juga Martine bersamaan.
“Kalian apa-apaan sih, mengapa justru mendukung wanita ini?” Archie berteriak sembari berdiri.
“Kau yang apa-apaan!!!” Batin Glenn kesal.
“hmmm...kalau begitu...kami permisi...” kata Joana menyeret paksa Archie dengan menentengnya kerah kemeja Archie seperti membawa anak kucing.
“Hahahahaa...anak kurang ajar itu sudah dapat pelajaran!!!” Tawa Martine pecah kala melihat Archie diseret paksa oleh Joana.
“Hahaha...iya...kau benar ibu” sahut Sense.
Di lorong tempat Toilet pria berada, Joana memicingkan mata menatap Archie dengan tatapan penuh akan kekesalan, bagaimana tidak kesal? Bukan dia yang ingin menikah dengan Archie dan lagipula ia juga sama sekali tidak menyukai Archie, di hari pertama ia bekerja sudah harus menghadapi situasi yang sulit seperti sekarang ini, ia juga tidak mengerti, mengapa keluarga Archie nampak sangat mendukungnya, aneh bukan?
“Kau bilang aku menipumu? Hahhh!!! Tidak salah dengar? Yang meminta pernikahan ini siapa? Kau! Yang maksa sekali melakukan pernikahan ini siapa? Kau! Yang menyeretku ke keadaan saat ini siapa? Kau!!! Dasar brengsek!!!” Kata Joana mengebu-gebu memarahi Archie.
“Kau memarahiku, apa kau tahu siapa aku?” Archie melotot galak seraya menghimpit tubuh seksi Joana ke dinding.
Brughhh
Joana lagi-lagi membalikan keadaan, ia menarik kerah kemeja Archie lalu menubrukan punggung Archie secara kasar.
“Aku tidak tahu siapa kau? Namun aku tidak ingin bermain dalam permainan CEO bersamamu, paham!!!” Kata Joana lalu berbisik di akhir kalimat.
“Kita akan segera menikah, jadi tidak perlu drama lagi Tuan Archie!!!” Lanjut Joana seraya berbalik memunggungi Archie kemudian berjalan anggun meninggalkan Archie yang terdiam mematung.
Deg
Deg
Deg
Jantung Archie berdetak tak menentu, deruh nafas Joana dan juga suara Joana yang seksi membuat jantungnya menggila, ia tak menyangka jika ia bisa merasakan perasaan aneh seperti saat ia jatuh cinta dengan cinta pertamanya dulu sekali. Archie menyandarkan kepala di dinding seraya mengusap kasar rambutnya ke belakang.
“Hahhh...siapa kau??? Berani sekali memarahiku...hmm...” gumam Archie tersenyum manis menatap punggung Joana yang perlahan menghilang.
__ADS_1
Flashback off.
To be continued 2