Me and my son

Me and my son
Episode 3


__ADS_3

Kembali pada pemberkatan pernikahan Archie dan Joana, Archie terus saja memandangi wajah Joana yang diberi polesan make up tipis namun sudah memancarkan aura kecantikan yang tak tertandingi, belum pernah selama hidupnya menemukan wanita cantik natural seperti Joana, rambut emas tersanggul rapih ke atas, dengan poni membuat wajah Joana nampak imut dari umurnya, pinggul Joana terlihat seperti biola, sangat indah di pandang mata, padahal Joana sudah pernah melahirkan namun tidak membuat bentuk tubuhnya berubah, para tamu undangan bahkan tak mampu berpaling dari Joana yang benar-benar terlihat seperti seorang bidadari. Tak heran jika mereka memandang kagum pada Joana, karena Joana memang wanita yang cantik dan sangat memikat dengan bentuk tubuh seindah biola.


“Archie Swandalas, apakah kau bersedia menerima Joana Clarissa Jesley sebagai istrimu? Menemani di kala senang maupun susah, sehat maupun sakit, dan mencintainya dengan sepenuh jiwa dan raga dan menjaganya atas nama Tuhan dengan sepenuh hati???” Ucap pak pendeta pada Archie.


“Iya...saya bersedia” sahut Archie mengulum senyum tanpa di sadari.


“Dan...kau Joana Clarissa Jesley, apakah kau bersedia menerima Archie Swandalas sebagai suamimu? Menemani di kala senang maupun susah, sehat maupun sakit dan mencintainya dengan sepenuh jiwa dan raga dan menjaganya atas nama Tuhan dengan sepenuh hati?” Lanjut pak pendeta.


“Iya...saya bersedia” sahut Joana tersenyum kikuk karena bingung dengan senyuman Archie.


“Atas nama Tuhan Yang Kudus, aku sah kan kalian menjadi sepasang suami istri” kata pak pendeta memberi berkat pada kedua pengantin.


“Silahkan mempelai pria untuk mencium mempelai wanita” gilirin MC yang berbicara.


Joana membulatkan kedua bola matanya, saat merasakan benda kenyal mengenai bibirnya yang tipis namun juga sangat seksi. Archie memberikan ciuman lembut pada bibir Joana, saat ia sadar jika Joana tidak melakukan pembalasan, dengan penuh penekanan, Archie menekan kuat bibir Joana sampai Joana membalas ciumannya itu.


Sorak-sorak para tamu undangan menghentikan kegilaan yang dilakukan oleh Archie, Archie terdiam sejenak, saling menyatukan kening, ia tersenyum menatap wajah Joana yang memerah.


“Hoshh...hoshh...kau harus belajar lagi cara berciuman” bisik Archie.


“Huh!!!” Joana cemberut seraya menampar pelan pipi kanan Archie.


Archie tersenyum saat Joana menampar pipinya, ia langsung merangkul mesra pundak Joana sebelum ia melepaskannya karena melihat sosok wanita berambut hitam dari kejauhan.


“Zeze...” gumam Archie menunduk.


“Hmm...pergilah, kejar kekasihmu, aku akan tangani yang lain” kata Joana dengan suara rendah.


“Kau???” Archie menoleh pada Joana yang terus tersenyum ke arah para tamu undangan dan keluarga besar Swandalas.


“Sebentar...aku tidak akan lama” kata Archie hendak pergi tapi kaki kiri Archie terasa berat untuk melangkah.”Kau???” Desis Archie.

__ADS_1


“Hei Chiko!!! Turun sayang...” titah Joana dengan suara lembut.


“Tidak mau! Aku mau digendong ayah...” rengek Chiko.


Deg


Jantung Archie seperti mati rasa saat melihat mata Chiko yang berwarna abu-abu muda menatapnya.


“Warna mata kami sama” gumam Archie.


“Jangan begitu sayang! Ayah sedang ada urusan, nanti saa...jjjj...aaa...Archie!!!” Joana tersentak di akhir kalimat kala melihat Archie tanpa ragu menggendong putranya.


Huppp


“Putra ayah yang tampan...” puji Archie tersenyum mengelus sayang pipi Chiko dengan menggunakan pipi kanannya.


“Ayah juga tampan sama sepertiku, ah...tidak...aku lebih tampan dari ayah” kata Chiko dengan logat khas anak umur 5 tahun.


“Baru kali ini, aku melihat Archie tertawa sebahagia itu, huh...toh aku hanya perlu uangnya saja dan rasa bersalah yang tidak pernah jadi milikku ini, tidak buruk juga membuat ia bertekuk lutut di kaki ku, siapa suruh wanita bodoh yang berdiri bersama Archie pergi begitu saja, hingga membuat peluang bagiku untuk masuk ke kamar itu” kata seorang wanita yang memandang Archie dari kejauhan.


Pesta pernikahan Archie dan Joana sungguh-sungguh diadakan dengan sangat meriah yang dipersiapkan secara khusus oleh Glenn, Glenn sendiri yang mengatur jalannya pesta pernikahan termegah di Kota kelahiran Archie yaitu di Stockholm, Stockholm sebagai ibu kota Swedia, adalah kota dengan penduduk terbesar dan memililki jumlah Universitas terbanyak, di sanalah seorang Archie Swandalas dilahirkan. Archie merupakan anak pertama dari dua bersaudara, ia memiliki satu adik perempuan yang sangat manja kepada Archie tapi sayang Archie tidak pernah menyukai adik perempuannya itu, karena ia lahir dari ibu yang berbeda. Tak heran jika Archie membenci Adiknya. Glenn sempat menikah lagi dengan sahabat masa kecilnya, kala itu tepat di lima tahun setelah ibu Archie meninggal, akan tetapi pernikahan itu tidak berlangsung lama, karena Glenn memergoki sang istri yang berselingkuh dengan tukan kebun yang bekerja di rumahnya. Pahit yang dirasakan oleh Glenn berdampak pada kehidupan percintaan sang anak Archie. Kekasih Archie terdahulu adalah seorang model di Amerika serikat, dulu sekali Archie pernah bekerja sebagai imigran di sana namun hanya berlangsung beberapa tahun, Archie bangkit dari keterpurukan dan mampu mendirikan Perusahaan dari sekala kecil dan sekarang menjadi sekala besar. Sejak ia bangkit dari kesedihan, ia menjadi tak terkendali, entah berapa banyak wanita yang sudah ia tiduri, sampai-sampai ia pernah tak sengaja memperkosa seorang wanita, dan sampai saat ini Archie selalu menjaga wanita itu dan tidak akan membiarkan wanita itu kesulitan ataupu terluka.


Brakkkk


Suara pintu kamar mandi terbuka cukup keras, membuat Archie langsung menoleh ke arah sana.


Deg Deg Deg Deg Deg


“Astaga! Dia...” Archie melotot terkejut melihat Joana keluar hanya menggunakan handuk kimono yang meng-ekspos lekuk tubuh Joana.


Glekkk

__ADS_1


Suara dari kerongkongan Archie sedikit menyadarkannya lalu mengalihkan pandangan ke arah lain. Joana nampak santai berjalan menghampiri Archie dengan rambut acak-acakan dan masih basah, ia menyikap rambut panjangnya itu ke sisi kanan, tes...tes...tes...suara merdu tetesan air dari rambut Joana menambah kesan seksi ditambah bukan sekali ia menyikap rambutnya ke kanan dan ke kiri juga ke belakang. Archie semakin larut dalam fantasi yang tak berujung namun sebisa mungkin ia menahan diri agar tak langsung menerkam Joana sekarang juga.


“Kau sudah selesai?” Tanya Archie menoleh ke arah lain tak berani menatap Joana.


“Hm...aku sudah siapkan air hangat untukmu” jawab Joana seraya meraih pengering rambut dari atas lemari.


“Iya...aku mandi dulu ya” kata Archie langsung berlari kencang masuk ke dalam kamar mandi.


Brakkk


“Hei!!! Apa kau sudah gila hah!!!” Teriak Joana marah karena Archie menutup pintu kamar mandi terlalu kencang.


“Maaf!!!” Sahut Archie sedikit berteriak dari dalam kamar mandi.


Deg Deg Deg Deg Deg Deg


“Sialan wanita itu, apa dia tidak punya rasa waspada sedikitpun!” Gumam Archie geram.


Archie menguras habis air hangat yang di siapkan oleh Joana lalu menggantinya dengan air dingin, ia memejamkan mata berendam di air dingin untuk menekan ha*rat yang datang karena ia tergoda dengan bentuk tubuh Joana yang menggoda imron hehehe, bagaimana tidak tergoda? Tubuh Joana tidak kurus dan tidak gemuk, lekukan dari dada ke pinggang bak gitar Spayol, belum lagi kulit Joana putih bersih, bola mata berwarna biru membuat Joana nampak seperti boneka hidup. Umur Joana sudah kepala tiga namun tetap saja ia seperti gadis berumur 17 tahun. Tak heran jika CEO playboy seperti Archie juga tak mampu menahan godaan dari seorang Joana Clarissa Jesley.


“Hah...aku harus apa sekarang?” Gumam Archie mendesah lelah.


Archie masih sibuk menenangkan diri sedangkan Joana terlelap karena kelelahan, ia tak sadar tidur masih mengenakan handuk kimono, yang tak lain adalah Joana tidak memakai baju selain handuk yang ia kenakan. Lelah karena harus terus tersenyum dan berdiri membuat ia tidur begitu saja.


Sekitar 30 menit kemudian Archie keluar dari dalam kamar mandi, ia juga mengenakan handuk kimono dengan warna senada dengan yang dikenakan oleh Joana yaitu warnah hitam. Ia mengambil celana boxer lalu memakainya dan melapisi lagi dengan handuk kimono yang tadi sempat ia lepas.


“Ck...dasar wanita egois!” Gumam Archie menatap wajah Joana yang tertidur pulas.


Cup....Archie mencium kening Joana sebelum ia akhirnya ikut terlelap dengan memeluk Joana.


To be continued. 3

__ADS_1


__ADS_2