
Sinar matahari pagi menembus masuk dari celah hodreng jendela, Joana menyipitkan sebelah matanya lalu ia tak sengaja meraba dada Archie. Joana tertegun sejenak memperhatikan setiap detail wajah Archie, wajah pria angkuh dan sombong seperti dalam novel atau di dalam drama Korea yang selalu ia tonton, bibir dan dagu Archie terbelah bak buah delima, bibir atas lebih tipis dari bibir bawah, begitula kira-kira bentuk bibir Archie, rahang kokoh dengan lekukan seindah patung pahatan buatan tangan seorang seniman, warna alis coklat tua agak gelap dengan bentuk tegas sangat mencerminkan sikap dan sifat Archie yang tegas dan tak menerima bantahan. Bulu mata Archie sangat letik dengan kelopak mata sedikit besar ke samping, seakan terbuai dengan ketampanan manusia yang ada di sampingya, Joana tanpa sadar mencium kening Archie sampai si empunya kening terbangun.
“Maaf!!!’ Ucap Joana hendak beranjak dari atas ranjang.
Greppp
Archie menarik pergelangan tangan kanan Joana sampai Joana berakhir di atas dada nya yang bidang.
“Aku masih mengantuk, temani aku sebentar saja” kata Archie memeluk erat Joana.
Joana terdiam menunduk.
“Astaga! Apa-apaan aku ini? Mengapa aku sangat menginginkannya” runtuk Joana dalam hati.
Archie kembali terlelap, sedangkan Joana menekan fantasi yang begitu saja melintas di pikirannya.
“Kasihan...dia pasti juga kelelahan karena bermain dengan Chiko saat pesta, semoga ia benar-benar bisa menyayangi Chiko” gumam Joana lalu beranjak dari atas tubuh Archie.
Cup
Joana mencium kening Archie sekali lagi sebelum ia meninggalkan Archie untuk pergi membersihkan diri.
“Aku harap...kau bisa mencintai Chiko walaupun kau tidak bisa mencintaiku” kata Joana lalu pergi.
Archie mengernyit sembari melirik Joana yang berjalan membelakangi dirinya.
“Hm...entah mengapa anak itu membuatku jatuh cinta” gumam Archie.
Sekitar 1 jam kemudian, Archie bangun dari tidur, ia pergi mandi lalu setelah itu ia mencari Joana yang tak kunjung kembali ke kamar setelah berpamitan hendak ke Minimarket. Archie berlari keluar Hotel menuju Minimarket terdekat, setelah mencari selama lebih dari tiga jam, ia tak juga menemukan Joana, Archie semakin panik setelah ia bertanya pada Brenda, kepala pelayan di Manssion jika Joana belum kembali ke rumah. Di saat perasaan putus asa mulai mendera hati dan pikiran Archie, di sebuah pantai ia melihat sosok Joana dari belakang dengan baju dress ketat berwarna merah terang sedang menghadap laut.
“Joanaaaaaa!!!!” Teriak Archie sembari berlari.
“Archie???” Desis Joana.
Greppp....Brughhh....
Archie menarik lengan kiri Joana lalu membawa Joana ke dalam pelukan.
“Syukurlah kau baik-baik saja” ucap Archie membelai sayang kepala belakang Joana.
“Hmmm...” Joana menunduk tersipu malu.
“Kau kemana saja hahhh!!! Aku mencarimu sedari tadi! Otakmu ditaruh dimana sih? Padahal aku suamimu tapi kau tidak memberikan nomor telephone mu padaku! Astaga!!! Aku benar-benar ingin menampar wajahmu karena kesal!” Sentak Archie kesal seraya mengangkat tangan kanannya.
Glekkk
__ADS_1
Joana menelan kasar slavinanya lalu memejamkan kedua mata.
Cup
Alih-alih menampar wajah Joana, Archie justru mencium bibir Joana secara kasar. Joana nampak gelagapan mengimbangi Archie yang sudah terbiasa dengan permainan lidah seperti berciuman. Archie tersenyum smirk karena mendapatkan Jackpot yaitu balasan dari Joana atas tindakan spotanitas yang ia lakukan saat ini. Semula mungkin hanya sekedar berciuman, selanjutnya Archie menggendong Joana ala Koala lalu berjalan perlahan menuju mobil tanpa menghentikan pangutan yang semakin memanas. Archie melepaskan pangutan itu sejenak menghirup udara sebanyak-banyaknya sebelum ia kembali memangut bibir Joana, ditengah-tengah tiba-tiba saja Joana terkena serangan panik saat Archie mencoba menurunkan tali dress yang Joana kenakan.
“Hosh...hoshh...hoshhh...dada ku sesak Archie...hahhhh...hoshhhh...to....ooo....lll....ooo....nnngggg!!!” Joana terkulai lemas di pangkuan Archie.
“Joana!!! Joana!!!” Teriak Archie mengguncang kasar tubuh Joana.
Archie langsung tancap gas menuju Rumah sakit terdekat, ia menyetir dengan memangku Joana, tidak peduli dengan keadaan sekitar karena ia lupa menutup penutup mobil, hingga siapa pun bisa melihat mereka berdua. Sesampainya ia di Rumah sakit, ia langsung berteriak memanggil para medis yang berada disana.
“Dokterrrr!!!! Perawat!!!! Cepatlah!!! Tolong istriku!!!” Teriak Archie.
Drap Drap Drap Drap
Beberapa perawat dan dua dokter menghampiri Archie dengan membawa satu bangkar.
“Apa yang terjadi Tuan?” Tanya sang Dokter senior pada Archie.
“Tidak tahu, tiba-tiba saja ia pingsan!” Jawab Archie dengan nafas tersengal.
Dokter junior memeriksa keadaan Joana lalu berbisik pada Dokter senior.
“Baiklah...langsung bawa ke ruang rawat inap saja!” Kata Dokter senior.
“Tenang Tuan, tidak perlu terlalu khawatir, istri anda hanya shock, itu saja” jawab Dokter senior seraya menunduk hormat lalu pergi.
Joana sudah berada di dalam ruang rawat inap, selang oksigen dan juga jarum infus sudah terpasang di tangan dan hidung Joana. Archie setia menemani Joana yang tak kunjung sadar sampai tanpa terasa ia pun terlelap.
Pagi hari yang indah justru membawa malapetaka bagi pasangan pengantin baru ini.
Flasback on
Joana selesai membersihkan diri ia lalu memakai dress merah pemberian bibi Archie yaitu Sense Jakslins, setelah memakai dress tersebut, ia memoleskan sedikit make up tipis pada wajahnya yang imut lalu bersiap keluar kamar.
“Siapa kau?” Tanya Joana pada seorang wanita berambut pirang yang berdiri sembari bersedekap.
“Aku kekasih Archie, Zezkya Delbond...” jawab wanita itu seraya mengulurkan tangan.
“Oh...Joana!” Joana menyambut tangan wanita itu lalu memeras telapak tangan wanita yang bernama Zezkya itu dengan sangat keras.
Krekkk
“Sial!!! Tanganku bisa copot!” Runtuk Zezkya dalam hati.
__ADS_1
“Archie masih tidur, jangan mengganggu ya...tunggu saja sampai Archie bangun!” Kata Joana lalu pergi mengabaikan Zezkya begitu saja.
“Brengsek wanita itu!!!” Zezkya menggerutu seraya masuk ke dalam kamar.
“Sayang...bangunlah...aku merindukanmu...” bisik Zezkya sembari menj**** daun telinga Archie.
“Eugghhh...jangan menggodaku Joana!” Archie melenguh sembari menyikap selimut hingga menutupi kepalanya.
‘Ini aku Zeze bukan Joana!!!” Teriak Zezkya marah.
“Apa???” Pekik Archie lalu terduduk hingga membuat Zezkya terpental jatuh ke lantai.
Bruggghhhh...
“Auchhh...ss...aa...kkkiittttt...” Zezkya meringis kesakitan.
“Pfffttt...rasakan! Selama aku berada di Swedia kau selalu saja menggangguku!” Gumam Archie manahan tawa.
“Aku pergi saja deh!” Kata Zezkya sembari berdiri lalu berjalan perlahan menuju pintu.
“Satu...dua...tiga...” Zezkya menghitung.
Lalu...
“Kemana Joana?” Tanya Archie.
“Ke MINIMARKET!!!” Bentak Zezkya kesal.
Brakkk
Pintu ditutup kencang oleh Zezkya.
“Hmm...tabiatnya masih sama” gumam Archie.
Flashback off
Di Rumah sakit...
Joana masih belum sadarkan diri hingga matahari tak lagi menunjukan diri dan bulan menggantikan peran matahari dengan sinar rembulan yang menenangkan hati. Archie mengernyit lalu bangun dari tidurnya, ia berjalan perlahan menghampiri Joana yang masih menutup mata.
“Bangunlah sayangku...” ucap Archie tanpa sadar.
Archie dan Joana
__ADS_1
To be continued 4