
Joana masuk ke dalam ruangannya sesaat setelah ia sampai di depan pintu ruangan tersebut. Alya senantiasa mendampingi Joana, benar saja apa yang dikatakan Alya, Christofe sudah berada di dalam sana bersama dengan buket bunga yang ia bawa, Joana mendelik malas tanpa tersenyum sama sekali.
“Hai...Joana..atau Bu Presdir...selamat datang...” sapa Christofe tersenyum ramah.
“Hm...terima kasih” sahut Joana memutar bola mata malas.
“Ini untukmu...bunga cantik untuk wanita cantik...” kata Christofe lantas memberikan buket bunga mawar dua warna yaitu putih dan merah.
“Oh...manis sekali” seru Joana tersenyum ketus.
“Syukurlah kalau kau menyukainya” ucap Christofe.
“Menjijikan” desis Alya.
“Apa kau bilang?” Teriak Christofe membentak Alya.
“Menyenangkan bisa bekerja dengan nyonya Joana” kata Alya tersenyum masam.
“Kau tidak sopan, tidak pantas kau menjadi sekertaris Joana” bentak Christofe.”Joana...aku akan memberikanmu sekertaris, pecat saja dia”
“Siapa kau mengaturku?” Tanya Joana.
“Hahh...itu...aku...” Christofe terbata-bata seraya melangkah maju.”Kau sangat galak Joana...aku semakin menyukaimu” bisik Christofe sensual.
“Huhhh...” Joana langsung melewati Christofe lalu duduk di kursi hitam besar yang kini menjadi singgahsana nya.”Ada perlu apa kau menemuiku? Terus terang saja” tanya Joana.
“Hah...iya...mengenai Archie, kau sudah tahu siapa sebenarnya suamimu itu kan?” Kata Christofe melayangkan pertanyaan nyeleneh.
“Aku sudah tahu semuanya dari istrimu, so...what you want, i do?” Joana menongakan dagu menatap sinis Christofe.
“Cerai...kau harus menceraikan dia” kata Christofe.
“Hahahahaha...” Joana tertawa sejenak lalu kembali menatap Christofe.”Dia pria yang kaya raya sangat sulit menemukan pria tampan dan juga kaya bukan? Kau pikir aku mau melepaskan harta sebanyak yang dimiliki Archie hanya untuk harga diri?”
“Oh...jadi kau hanya mencintai harta nya bukan orangnya?” Christofe tersenyum smirk.
“Ck...ya...benar...” sahut Joana manggut-manggut.
Brakkk
Pintu terbuka kencang membuat Joana menoleh.
“Kau dengar kan Archie, hanya aku yang mencintaimu...” kata Chaloretta membelai dada bidang Archie.
Archie menatap Joana dengan tatapan sulit diartikan, Joana memejamkan kedua mata saat Archie berjalan cepat ke arahnya.
Greppp
Archie menarik lembut pinggang ramping Joana sembari tersenyum, Joana menoleh dengan tatapan bertanya-tanya.
“Dia tidak marah?” Tanya Joana dalam hati.
“Sayang...kau sudah menjadi Presdir jadi sombong ya...” kata Archie.
“Hahhh!!!” Pekik Joana kebingungan.
Archie tersenyum lalu mencium sekilas bibir Joana.”Kau belum menciumku pagi ini...” kata Archie tersenyum manis membelai kepala Joana.
“Eh...maaf...” ucap Joana memblushing malu.
“Archie dia!!!” Teriak Chaloretta menujuk Joana.
“Dia mencintai hartaku seperti kau yang juga mencintai hartanya” kata Archie menunjuk Christofe.
“Tidak Archie...maafkan kesalahanku...hiks” kata Chaloretta menitikan air mata buaya.
“Cih...tuan Christofe...dia milikku” Archie berdecih lalu kembali mencium bibir Joana namun kini ia menarik dalam ciuman itu tanpa mempedulikan keadaan sekitar.
Christofe berbalik lalu menarik kasar lengan Chaloretta pergi meninggalkan ruangan Joana dengan kekesalan yang memuncak.
“Ehem...saya permisi dulu...” Alya berdehem seraya berlalu pergi.
Archie tidak mempedulikan itu masih saja asik berciuman dengan sang istri, jas dibuka langsung dilempar begitu saja tanpa melepaskan pangutan yang ada, ia membuka blush yang dikenakan Joana mengesap ceruk leher Joana dan bagian dada, Joana seakan mabuk kepayang lupa diri, ia mengikuti kemauan Archie begitu saja. Archie menekan remot kontrol untuk menutup jendela juga menutup pintu secara otomatis terkunci dari dalam. Dan...terjadi lagi peristiwa yang tidak boleh dilihat para jomblo...hehehe.
Dua jam kemudian...
“Ck...kau gila membuat banyak tanda seperti ini hah!!!” Bentak Joana menampar pelan pipi Archie.
“Hehe...dada ini dan leher ini sangat nikmat sayang...” sahut Archie cengengesan lalu kembali membuat tanda merah di leher Joana.
“Ck...Archie!!! Iiiihhhhhh!!!!” rengek Joana kesal.
“Hahaha...” Archie tertawa lepas sembari mengancingi kemeja nya.
“Huh!!! Dasar mesum!!!” Cibir Joana cemberut.
“Mesum hanya padamu sayang...” kata Archie lantas mencium bibir Joana sekilas.
__ADS_1
“Hahh...sudahlah...” Joana mendesah pasrah seraya tersenyum.
“Sayang...aku percaya padamu...tidak ada wanita yang mampu mencintaiku setulus dirimu...” kata Archie.
“Hm...terima kasih Archie...” ucap Joana memeluk erat si suami.
Lanjut pada pekerjaan yang harus dilakukan oleh Joana, ia menghadiri beberapa meeting penting, ia pergi ke satu tempat ke tempat yang lain, hingga sore hari ia tak juga istirahat, sampai tiba malam hari ia masih harus menghadiri pesta penyambutan dirinya sebagai seorang Presdir, di dalam mobil Joana menyandarkan kepala di bahu Archie, untuk waktu lima menit selama perjalanan menuju Hotel X’One, Joana tertidur pulas, Archie mengangkat badan Joana agar bisa memangkunya, di pangkuan Archie Joana tertidur bak seperti bayi mungil, sangat imut dan menggemaskan. Chiko melihat sang ayah memangku ibunya hanya tersenyum menggelengkan kepala.
“Dasar ayah dan ibu!” Gumam Chiko terkikik geli.
“Apa kau juga mau ku pangku?” Tanya Archie tertawa pelan.
“Ihhh...No!!!” Jawab Chiko menyilangkan tangan berbentuk X.
“Apa aku saja yang memangku mu?” Tanya Alya yang duduk di barisan depan.
“Aku bukan anak kecil...” jawab Chiko kesal.
Greppp
Alya menarik kerah jas Chiko hingga membuat wajah mereka beradu sangat dekat.
“Oh ya???” Alya tersenyum smirk.
“Apa kau ingin aku melewati batas nona?” Tantang Chiko.
“Oh...aku mau tahu sampai mana kau...eummmmm” Alya melotot kaget saat bibir tipis Chiko menempel di bibirnya.
“Jangan melewati batas nona!” Bisik Chiko lalu keluar dari dalam mobil.
Deg Deg Deg Deg
Alya tertegun memegangi bagian dada, dimana organ dalam yang disebut jantung itu berdebar tak menentu.
“Hukhhh...hukhhhh...huhkkkk...” Archie terbatuk karena terkejut dengan apa yang sudah dilakukan oleh putranya.
“Wah...anak ini!!!” Seru Archie kesal.
“Euhhmmm...apa kita sudah sampai sayang?” Tanya Joana yang terbangun.
“Hm...eh...iya...” jawab Archie terbata-bata.
“Ayo kita masuk!” Kata Joana seraya keluar dari dalam mobil.
Joana menggandeng mesra sang suami sementara Alya berjalan sedikit jontay akibat perbuatan tak terduga dari Chiko. Alya mengkerutkan kening merasa menyesal dengan apa yang ia lakukan tadi, ia lupa jika Chiko bukan anak laki-laki biasa, betapa bodohnya ia menantang si jenius Chiko.
“Aishhh...arggghhhhh...bodoh kau Alya!!!” Runtuk Alya dalam hati.
“Terima kasih banyak...” sahut Joana tersenyum manis.
“Sama-sama...saya permisi dulu...” ucap pria itu menunduk hormat lalu pergi.
“Ck...sampai kapan aku harus menahan diri sayang?” Tanya Archie geram.
“Hehehe...sampai pesta selesai sayang...” jawab Joana.
‘Haishhh...aku kesal!” Kata Archie.
“Sabar sayang...setelah ini kita bisa menginap jika kau mau, apa perlu aku memesan kamar sekarang juga?” Bisik Joana.
“Tentu...” sahut Archie tersenyum smirk.
Setelah pesta usai...Joana dan Archie sungguh-sungguh melakukan honeymoon kedua, mereka memesan kamar, dimana mereka berdua menghabiskan waktu berdua, tinggalkan saja mereka yang sibuk bermesraan, kita beralih pada Chiko yang sedang dalam misi pengintaian, ia sedang mengintai gerak-gerik mencurigakan dari Christofe, benar saja dugaan Chiko, Christofe sedang memanipulasi mobil yang akan dikendarai oleh orang tuanya. Untung saja Chiko cukup cepat tanggap sesaat setelah ia melihat Christofe sedang berbicara dengan sesorang dari kejauhan Chiko mengamati kedua pria mencurigakan itu. Ia pun meminta anak buah Rolls untuk membantunya, rupanya salah satu dari pria suruhan Christofe adalah mata-mata tuan Rolls, jadi tidak butuh waktu lama untuk melakukan serangan balik. Mobil Archie memang di manipulasi oleh anak buah Christofe tapi serangan balik yang dilakukan oleh Chiko cukup kejam. Penasaran apa yang dilakukan oleh Chiko, kita lanjutkan nanti di episode selanjutnya.
“Ck...kadal mau makan buaya, ya...tidak mungkin bukan? Hahaha” gumam Chiko tertawa seraya berjalan menuju parkiran.
Chiko masuk ke dalam mobil sedan berwarna merah, mobil itu miliknya sendiri walaupun pasti atas nama Joana karena ia tidak mungkin dapat membeli mobil atas namanya sendiri. Di dalam mobil sudah ada Alya yang terlihat sangat mabuk, Chiko geleng-geleng kepala lalu duduk di sisi kanan Alya.
“Kita kembali ke Mansion saja Vlad...” kata Chiko memberi perintah.
“Baik tuan muda...” sahut sang supir sekaligus asisten pribadi Chiko.
Dalam perjalanan Chiko hanya diam memandangi gemerlapan lampu-lampu gedung dan jalanan yang lumayan lengang. Dia masih kecil tapi harus menghadapi problema hidup yang menguras hati dan pikiran, ia sangat mencemaskan keselamatan orang tuanya, walaupun ia tahu jika Archie tidak mungkin lengah namun namanya manusia pasti adakala nya bisa tidak waspada. Melihat bos kecilnya nampak lelah, Vlad Ferdigho tak tahan untuk bertanya.
“Tuan...kau baik-baik saja?” Tanya Vlad.
“Hm...iya...aku baik-baik saja, hanya sedikit lelah” jawab Chiko dengan senyum terpaksa.
“Tuan tahu...saat pertama kali aku bertemu denganmu, aku berpikir...hmm...” Vlad menerawang mengingat pertemuan mereka berdua.
*******satu tahun yang lalu*********
Amerika 25 Desember 2027
Times Square Amerika Serikat merupakan alun-alun paling terkenal di Kota New York dimana lokasinya berada di antara simpang jalur Broadway dan Seventh Avenue. Tempat ini terlihat video layar raksasa, dipenuhi berbagai papan iklan LED, dan beberapa lampu sorot hias.Time Square dilengkapi banyak restoran, gedung bioskop, hotel, dan kawasan bisnis. Di tempat ini juga terkenal dengan event New Year’s Eve ball drop yang merupakan tempat merayakan acara pergantian tahun. Disana-lah kali pertama Chiko bertemu dengan Vlad yang saat itu berusia 19 tahun, Vlad hanyalah seorang pengantar makanan, ia mencari-cari siapa yang memesan ayam goreng hanya untuk satu porsi dan orang yang memesan itu meminta diantar ke tempat yang memiliki banyak restoran enak. Meskipun sedikit janggal, ia tetap mengantarkan pesanan itu ke tempat tujuan.
“Dimana sih pemesan ini?” Vlad menggerutu karena tak kunjung bertemu dengan si pemesan.
__ADS_1
“Yummy chiken’s?”
“Iya...anda yang...eh...kok anak kecil?” Vlad tertegun sejenak.
“Ini uangnya...kembaliannya untukmu saja” kata anak laki-laki berumur 5 tahun.
“Ini...terima kasih” ucap Vlad hendak pergi.
“Apa kau lapar?” Tanya anak laki-laki itu lagi.
“Tidak...” jawab Vlad.
Kruuuyuuukkkkk....
“Hahaha...perutmu lebih jujur daripada mulutmu” anak laki-laki itu lantas menarik tangan Vlad lalu duduk di sebuah bangku panjang.
“Terima kasih...selamat makan” ucap Vlad.
“Hm...ini hari natal, apa kau tidak diberi libur oleh bos mu?” Tanya anak laki-laki itu seraya mengunyah ayam goreng.
“Tidak...eummm...karena jika aku meminta libur, mereka akan memotong gajiku” jawab Vlad.
“Tunggu sebentar” titah si anak kecil seraya mengeluarkan ponsel dari dalam saku.”Iya...saya Chiko, kau harus memberi dia libur hari ini karena aku mengajaknya makan bersama, aku akan membayar uang pinalti untuk restoranmu, okay...terima kasih”
“Siapa yang kau telpon?” Tanya Vlad.
“Si pemilik restoran” jawab anak laki yang bernama Chiko.
“Huhkkhhh...hukhhh...huhkkkk” Vlad tersedak begitu mendengar jawaban dari Chiko.
“Ck...apa kau tidak bisa makan dengan benar?” Tanya Chiko menggerutu sembari membuka tutup botol air mineral.
“Hahhh...siapa kau bisa menghubungi pemilik restoran itu secara langsung?” Tanya Vlad setelah menggak air mineral.
“Aku CJ kau tahu? Si pemilik game “rancing great”...kau tahu game itu kan?” Jawab Chiko datar.
Glek
“Dia CJ astaga!!! Aku bertemu dengan dia...wow...” kata Vlad dalam hati.
“Hubungi aku disini atau kau bisa ikut langsung sekarang juga, aku butuh seorang supir sekaligus asisten pribadi, jika kau tertarik maka kau susul aku ke mobil merah itu, jika tidak kau boleh pergi” kata Chiko lalu pergi.
Vlad mengetuk kaca mobil Chiko.
“Hoshhh...hoshhh...aku...hahhhh...terima tawaranmu” kata Vlad dengan nafas tersengal.
“Naiklah...ini kuncinya” kata Chiko seraya memberikan kunci mobil.
Begitu Vlad masuk ke dalam mobil, ia tak melihat orang lain di kursi kemudi.
“Apa kau mengendarai mobil ini sendiri?” Tanya Vlad ragu-ragu.
“Iya” jawab Chiko datar.
“Whatttttttt!!!!” Pekik Vlad.
“Jalan!” Titah Chiko.
“Yes...” sahut Vlad lalu menyalakan mesin mobil.”Anak ini sungguh luar biasa sombong tapi juga menganggumkan” kata Vlad dalam hati
*********flashback off*********
Vlad tersenyum tipis mengingat kejadian setahun yang lalu dimana ia harus mengikuti perkataan dari anak kecil, dan yang membuat ia semakin geli adalah ia sangat kagum sekaligus jengkel pada sikap Chiko yang menurutnya terlalu angkuh.
“Aku pikir kau adalah tuan muda yang sombong dan hanya memikirkan diri sendiri” kata Vlad seraya melirik kaca spion depan kemudi.
“Hm...iya...tak salah kau berpikir begitu” kata Chiko tetap tenang.
“Tapi...aku tahu itu hanya pemikiranku saja, kau adalah anak paling berbakti mungkin untuk di dunia ini para orang tua pasti berharap memiliki putra sepertimu” kata Vlad tersenyum tipis.
“Hmm...kau ingin apa? Katakan jika kau ingin liburan atau kau perlu sesuatu?” Tanya Chiko.
“Hahahaha...aku harap kau segera tumbuh dewasa tuan...agar kau bisa mengerti apa yang aku katakan” kata Vlad tertawa lepas.
“Hahaha...aku tahu Vlad, aku hanya bercanda” Chiko tertawa kecil.
“Apa kau sudah merasa baikan tuan?” Tanya Vlad.
“Aku hanya lelah...aku tidak sakit Vlad...dan maaf jika sikapku sedikit kurang ajar, karena beginilah aku ketika sendiri, aku hanya jadi anak kecil ketika bersama ibuku, hanya itu” jawab Chiko.
Plukkk
“Astaga!!!” Pekik Chiko saat kepala Alya sudah berada di kedua paha nya.
“Hm...wanita itu jatuh cinta padamu tuan...aku bisa lihat dari wajahnya yang selalu bersemu ketika melihatmu tadi saat pesta” kata Vlad menahan tawa.
“Ck...ada-ada saja kau Vlad, dia lebih cocok denganmu, perbedaan umur kami 13 tahun, apa kau pikir aku ini sudah gila hah?!” Chiko geleng-geleng kepala.
__ADS_1
“Eummm...eh...kau anak kecil!” Alya bangun langsung menunjuk wajah Chiko.
To be continued 14.