
Brenda menyelesaikan ceritanya dengan derai air mata, ia merasa terlalu menyakitkan bagi Brenda, Archie adalah anak yang ia asuh dari bayi sedangkan Joana juga sudah seperti anak baginya, itu yang membuat hati Brenda terluka dua kali, karena orang yang memperkosa sang putri adalah putranya seorang anak yang sudah ia anggap seperti putra kandungnya sendiri.
“Hahh...snfff...benar-benar brengsek kau Archie!!!” Runtuk Archie lalu berdiri, ia berjalan menuju sebuah pohon, ia meninju pohon itu berkali-kali sampai tangan kanannya berdarah.
“Tuan Muda!!! Mengapa kau melakukan ini hah!!!” Sentak Brenda.
“Hiks...aku pria brengsek itu bi...aku pria yang memperkosa Joana...hiks...hiks...hiks...aku jahat bi...jahat...jahat!!!” Archie menangis memukul-mukul kepalanya sendiri.
“Sekarang kau sudah mengetahuinya Tuan...bawalah Joana-ku pergi dari sini, agar dia bisa melupakan kejadian itu dan semoga setelah ia mengetahui semuanya, ia mau memaafkan drirmu walaupun aku tidak yakin, jika Joana akan memaafkanmu” kata Brenda menepuk perlahan pundak Archie.
“Iya...akan aku lakukan apapun agar ia bisa bahagia dan bisa memaafkan aku” sahut Archie langsung berlari masuk ke dalam Rumah sakit.
Archie berlari terus berlari tanpa peduli dengan keadaannya saat ini, darah segar dari tangannya itu masih mengalir sampai ia masuk ke dalam kamar inap yang dimana Joana ternyata sudah sadarkan diri.
Greppp
Archie langsung memeluk Joana dengan amat sangat erat.
“Ehmm...Tuan...kau...” desis Joana bingung.
“Hm...Archie...hanya Archie...” kata Archie sembari duduk di samping kanan Joana.
“Okay...Archie...” sahut Joana tersenyum lebar.
“Chiko...kemari nak...” titah Archie lembut.
Chiko yang digendong oleh Sense segera menghampiri Archie.
“Ada apa ayah?” Tanya Chiko.
__ADS_1
“Sini sayang...peluk ayah...snfff...hiks...hiks...putra ayah...hiks...putra ayah sangat tampan...hiks...” kata Archie menitikan air mata.
Deg
Joana tersentak mendengar kata-kata Archie, entah mengapa ia merasa sangat bahagia, melihat Archie begitu menyayangi Chiko.
“Syukurlah...pernikahan ini...tidak salah aku menikah denganmu Archie” kata Joana dalam hati.
Tiga bulan kemudian...
“Semua sudah berkumpul?” Tanya Archie pada seluruh Keluarga Swandalas.
“Iya...USA we coming!!!!” Jawab Sense lalu berseru semangat.
“Hahaha...” tawa seluruh Keluarga Swandalas sembari berjalan masuk ke dalam pesawat.
“Kau bahagia sayang?” Tanya Archie membelai mesra punggung tangan Joana.
“Eh...ss..aa...yyyaangggg!!!” Joana tersentak.
“Loh..kenapa? Kau tidak suka panggilan sayang dariku?” Archie mendelik kesal.
“Bukan...bukan begitu maksud ku...itu...eummmm...” Joana melotot saat bibir tipis miliknya beradu dengan bibir tebal milik Archie.
“Mulai sekarang, biasakan mendengar panggilan sayang dariku, mengerti?!” Kata Archie tersenyum smirk.
“Apa-apaan pria ini?” Kata Joana dalam hati.
“Hm...sayangku...kau belum menjawab pertanyaan dariku” kata Archie.
__ADS_1
“Oh...yaa...tentu aku sangat bahagia, sangat...hehehe” Joana tertawa kecil.”Haishh...aku bicara apa sih?” Runtuk Joana dalam hati.
“Syukurlah...” ucap Archie merangkul pinggang ramping Joana.
Pesawat yang mereka tumpangi adalah sebuah pesawat pribadi milik Archie, jadi tidak heran jika di badan pesawat terpampang inisial nama Archie, lambang itu bertuliskan “A” tapi setelah ini mungkin Archie akan mengganti inisal itu dengan inisial yan baru, seperti menggunakan inisial nama Chiko atau Joana, bisa jadi ia mengganti dengan nama mereka bertiga.
Chiko yang berada dipangkuan Brenda, ia tertidur pulas lain dengan sang ibu yang masih tegang karena belum juga terbiasa dengan sikap Archie yang mendadak perhatian dan juga manja, masih tidak masuk di akal menerutnya jika sikap seseorang bisa berubah hanya dengan satu malam saja. Dan saat ini terdiam kaku karena Archie tertidur pulas dengan kepala menyandar di dada Joana, Joana hanya bisa pasrah ketika Archie menariknya untuk duduk dipangkuannya.
“Ada apa denganmu Tuan Muda angkuh?” Gumam Joana membelai sayang kepala Archie.
Sekitar 8 jam 10 menit, akhirnya rombongan Keluarga Swandalas tiba di Bandara Internasional Dulles. Di sebuah Perumahan mewah terletak di wilayah Medina, Washington. Mansion mewah terdiri dari 5 kamar utama dan 2 kamar tidur serta fasilitas lengkap seperti kolam renang, sauna tempat gym dan juga kolam bar mini pribadi, entah berapa luas tanah yang dibeli oleh Archie, karena satu area itu mampu menampang 5 kartu keluarga sekaligus, yaitu paman dan bibi Archie, sepupu Archie dan sang suami, nenek dan kakek Archie yang akan tinggal bersama dengan ayah Archie, keluarga kecil Archie serta mampu menampung 15 pelayan wanita dan pria yang Archie bawa dari rumah lamanya di Swedia tapi sayang sekali, 6 diantara mereka tidak bisa ikut pindah dikarenakan sudah berkeluarga dan Archie tidak bisa memaksa mereka hanya bisa memberikan uang kompensasi yang memuaskan untuk para pelayan yang tidak bisa ikut.
Dalam Mansion pribadi Archie, ia akan tinggal bersama dengan Joana dan Chiko, sedangkan Brenda tinggal bersama dengan nenek dan kakeknya Archie dan jangan lupakan Gleen ayah Archie. Untuk Keluarga Swandals yang lain, mereka diberikan masing-masing Mansion di lingkungan tersebut dengan luas tanah yang berbeda-beda pastinya, Mansion Archie bersebelahan dengan Mansion yang ditempati oleh Glenn.
Sekarang ini di dalam Mansion, Archie menidurkan Chiko di sebuah kamar, ia menepuk-nepuk pelan bahu kanan Chiko yang sudah memejamkan mata, tak terasa sesampainya mereka di Amerika ternyata sudah malam hari, beruntung di dalam pesawat mereka sudah makan, jadi...mereka hanya perlu beristirahat dengan tenang, cukup tidur saja, karena di dalam Mansion itu sendiri sudah tidak perlu dibenahi lagi. Semua perabotan dan apapun perlengkapan keperluan yang dibutuhkan sudah tersedia disana.
“Maafkan ayah nak...ayah akan berusaha menjadi ayah yang baik bahkan yang terbaik untukmu, jangan benci ayah nak, jika suatu hari nanti, kau mengetahui benaran tentang siapa aku sebenarnya?” Gumam Archie lirih.
Tok Tok Tok
Suara ketukan pintu menyadarkan Archie yang hampir saja menangis.
“Itu pasti Joana!” Desis Archie.”Ehemm...masuk sayang!!!” Teriak Archie.
Cklekkk
Pintu terbuka, Joana masuk ke dalam kamar, ia berjalan perlahan menghampiri Archie.”Kau istirahatlah...aku akan tidur disini...” kata Joana menundukan kepala.
To be continued 6
__ADS_1