Me and my son

Me and my son
5


__ADS_3

Keluarga Swandalas bukanlah sebuah keluarga yang luar biasa di Swedia, keadaan berubah setelah Archie mampu mendirikan Perusahaan yang berpusat di Amerika serikat, hingga kini nama Keluarga bukanlah sebuah nama Keluarga yang mampu untuk digapai, masa lalu yang menyakitkan bagi Archie dan Keluarganya kini berbuah manis, Archie yang memiliki semangat tinggi untuk maju, ia mengerjakan pekerjaan apapun saat ia kuliah di Harvard University, salah satu Universitas terbaik di dunia, Archie juga merupakan salah satu mahasiswa yang mendapatkan beasiswa disana. Dengan IQ 250-300 tidak heran jika Archie mendapatkan beasiswa disana. Archie pernah merasakan pahitnya di khianati oleh orang yang ia cintai, dulu sekali ketika Archie masih remaja, ia memiliki kekasih dan wanita itu merupakan cinta pertama baginya, wanita yang sangat Archie cintai berselingkuh dengan adik dari ibu Archie yaitu pamannya sendiri. Hanya karena Archie bukan berasal dari Keluarga yang berada, berbeda dengan sang paman yang merupakan seorang Presdir di Perusahaan milik kakek Archie, kakek dari ibu Archie tidak pernah menyetujui pernikahan orang tuanya dikarenakan Keluarga Swandalas bukanlah dari kalangan kelas atas, ibu Archie adalah seorang model Internasional yang menetap di Amerika, pertemuan pertama Glenn dan Laudya Gustaf Diamond putri dari Gustaf Daimond seorang pengusaha di bidang properti yang memiliki banyak cabang di berbagai negara serta memiliki tanah serta bangunan sendiri untuk pabrik mereka. Itulah mengapa Gustaf Daimond tidak pernah sudi menerima Glenn sebagai menantunya. Laudya beruntung karena Casanova dan Martine tidak pernah dendam pada ayahnya Gustaf, jika mereka memiliki rasa dendam tidak mungkin Casanova begitu menyayangi Laudya begitu pula dengan sang suami Martine yang juga sangat menyayangi Laudya.


Kesalahan terbesar yang pernah Glenn lakukan adalah tidak pernah berniat buruk pada Gustaf dan Christofe adik tiri Laudya\, Christofe merebut kekasih keponakannya sendiri dengan iming-iming kekayaan yang melimpah\, maka dari itu seorang Archie berubah menjadi pejahat k****n setelah ia sukses menjadi CEO di Perusahaan yang ia dirikan sendiri.


Malam hari pukul 09:30...


Rumah sakit XXX di kota Stockhlom menjadi saksi betapa menderitanya seorang wanita yang bernama Joana Clarissa Jesley, ia masih tertidur seperti layaknya putri tidur yang ada di dalam cerita dongeng. Archie terus saja menggenggam tangan Joana, berharap Joana akan segera siuman, sampai suara anak kecil yang sangat menenangkan hati Archie mengalihkan perhatiannya.


“Chiko!!! Anak ayah...hiks...” seru Archie lalu menangis.


“Ayah...ibu baik-baik saja kan?” Tanya Chiko dengan mata berkaca-kaca.


“Hiks...maafkan ayah nak...ayah tidak mampu menjaga ibumu sampai ia seperti ini...hiks...maaf...” Archie memeluk erat Chiko.


Chiko ikut menangis saat Archie mengeratkan pelukannya.


“Hiks...tidak ayah...ibu pernah bilang, apa yang terjadi sudah pasti kehendak-Nya, kita tidak harus saling menyalahkan...itu kata ibu...snff...hiks...” kata Chiko sesegukan.


Deg


“Ya Tuhan...selama ini aku tidak pernah percaya pada-Mu, kali ini ku mohon...dengarkanlah rintihan hati anakku...hiks” doa Archie dalam hati.


“Tuan Muda...” panggil Brenda membelai sayang kepala Archie.


“Bibi!!! Hiks...hiks...hiks...hiks...” Archie berdiri langsung memeluk Brenda tapi terlebih dulu menurunkan tubuh mungil Chiko duduk di atas ranjang Rumah sakit.


“Saya mau bicara Tuan...” kata Brenda.


Brenda dan Archie keluar dari ruang rawat inap, sementara Chiko menemani Joana bersama dengan Sense yang juga datang untuk menjenguk Joana.


Di taman belakang Rumah sakit XXX...


Archie terdiam menutup wajahnya dengan kedua tangan, dari celah telapak tangan itu keluar butiran bening, menyadari Archie yang kembali terisak, Brenda merangkul bahu Archie sembari menepuk-nepuk punggung Archie dengan lembut.

__ADS_1


“Tuan...aku akan menceritakan kisah seorang kenalan ku yang mengalami nasib tragis setelah ia diperkosa” kata Brenda.


“Siapa...snff...kenalan mu itu?” Tanya Archie dengan mata berkaca-kaca.


“Joana” jawab Brenda sembari menatap langit.


“Apa???” Pekik Archie tersentak.


“Begini ceritanya” lanjut Brenda.


Enam tahun yang lalu...


Hotel H di Kota Stockhlom, seorang petugas keamanan sedang berpatroli di setiap blok dan juga memastikan kamar-kamar Hotel dalam keadaan terkunci dari dalam, karena hari ini bertepatan dengan adanya kelonjakan tamu di Hotel tersebut, petugas keamanan itu adalah seorang wanita cantik dengan tinggi 175 cm, cukup tinggi untuk ukuran seorang wanita, petugas keamanan itu melihat satu pintu kamar Hotel yang sedikit terbuka, perlahan tapi pasti, ia mendekati kamar itu dan...


Greppp


Brugghhh


“Tolong...hahhh...tolong aku...” kata seorang pemuda pada petugas keamanan wanita itu.


Tidak ada yang dapat petugas keamanan itu lakukan, ia sudah berusaha berteriak meminta ampun dan pertolongan, tapi karena setiap kamar Hotel tersebut kedap suara, sehingga membuat wanita yang hanya seorang petugas keamanan tak berdaya melawan karena tenaga ia sudah terkuras seharian harus berpatroli seorang diri karena semua temannya kala itu meminta ijin, tepat tanggal 25 Desember 2018, tepat di hari natal, jadi banyak yang meminta ijin untuk berlibur.


Mentari pagi sudah menyambut hari paska kejadian mengenaskan seorang wanita berumur 24 tahun yang harus kehilangan kehormatannya, tertatih-tatih wanita itu memunguti pakaiannya lalu keluar dari kamar yang memuakan itu.


Zraazzzzzz...


Suara air dari shower kamar mandi sebuah Apartemen kecil, mengiri tangisan pilu seorang wanita yang menjadi korban pemerkosaan dari orang yang tak di kenal.


“Hiks...aku kotor...hiks...sangat kotor...hiks...aaargggghhhhhhhhh!!!!!!!!” Teriakan wanita cantik yang sedang menangis terdengar sampai ke tetangga sebelahnya.


Brakkk


Pintu dibuka paksa oleh seseorang.

__ADS_1


“Joana!!!” Pekik suara seorang wanita.


Di kamar yang gelap dan sempit, wanita yang tadi adalah seorang korban pemerkosaan, sedang terdiam menunduk menangis dalam diam.


“Makan dulu Joan...” titah wanita yang tadi datang menolong.


“Bibi Brenda...hiks...aku mau mati saja!” Sahut Joana menangis histeris.


“Joana...” desis seorang bibi yang bernama Brenda Stockdoam.


Brenda memeluk Joana menepuk-nepuk punggung Joana dengan lembut.


Sembilan bulan kemudian...


“Eaaakkk...eakkkk...eaakkkk...” suara tangisan bayi dari dalam ruangan persalinan.


“Joana...lihatlah anakmu sangat tampan...” kata Brenda sembari menimang-nimang sang bayi mungil.


“Buang...buang diaaaaaa!!!!! Hiks...hiks...hiks...” Joana menangis histeris.


“Joana!!!” Bentak Brenda sembari memberikan sang bayi pada Joana.”Dia tidak bersalah...jangan sakiti anakmu sendiri!!!” Bentak Brenda lagi dengan suara yang lebih tinggi.”Joana...lihatlah...dia sangat tampan...buang iblis dalam hatimu dan lihatlah di dalam sini, naluri seorang ibu...pasti kau mempunyai naluri murni seperti itu sayang...” kata Brenda membelai sayang dada Joana dengan lembut.


Tersentak Joana mendengar perkataan Brenda, ia perlahan-lahan menadahkan kedua tangan lalu saat bayi kecil itu diletakan disana, Joana menitikan air mata seraya berkata.“Hiks...hiks...kau sangat tampan...snfff...hiks...hiks...hiks...cup...cup...cup...maafkan aku nak...maafkan ibu sayang...hiks...hiks...bibi...hiks...hiks...” Joana menciumi seluruh wajah anaknya setelah itu ia menoleh ke arah Brenda yang menangis terharu karena selama kehamilan, Joana mengalami depresi hebat, beruntung sang bayi tak kekurangan gizi, Brenda selalu memastikan Joana makan dan minum susu untuk mencukupi gizi si jabang bayi. Brenda sangat menyayangi Joana sejak pertama kali bertemu dengan Joana, dulu sekali Joana baru saja lulus SMA, ia memutuskan keluar dari Panti Asuhan tempat ia dibesarkan, saat itulah ia melihat Joana dan merasakan perasaan sayang yang berlebih, Brenda bisa dikatakan perawan tua, karena sampai berumur 60 tahun, ia tak juga menikah, Brenda tampak dingin di luar namun sangat hangat di dalam.


“Kau harus menyayangi anakmu...mengerti? Hiks...” kata Brenda memeluk Joana dan bayi mungil itu.


“Hmm...iya bi...maafkan aku bi...terima kasih untuk perhatianmu selama ini” sahut Joana dengan suara parau.



Joana Clarissa Jesley


__ADS_1


Archie Swandalas


To be continued 5


__ADS_2