
Malam indah dengan bintang bergemelapan, Joana dan Archie
masih menikmati waktu mereka bersama, tapi bukan berarti mereka melakukan adegan
seperti yang tadi pagi, mereka berdua hanya duduk di ayunan sembari menikmati
coklat panas karena udara sekitar sangat dingin jika di malam hari, balkon
depan kamar mereka sangat luas yang memungkinkan cukup banyak ruang untuk tiga
samapi empat orang. Archie menyadari satu hal, hal yang tak pernah ia rasakan
sebelumnya, bagi dia dulu sekali saat ia melakukan dosa keji pada Joana itu
adalah kali pertama ia melakukan hubungan **x dengan seorang wanita dalam kata
lain adalah ia melepaskan keperjakaan nya. Satu hal yang pasti kini ia rasakan
ialah perasaan bahagia bisa hidup bersama dengan wanita yang ia cintai, jatuh
cinta untuk kedua kali nya, ia rasakan pada Joana sang istri tercinta.
“Langit nya indah sekali...benar kan Tuan?” Tanya Joana
menatap ke atas langit.
“Hmm...Archie sayang...” kata Archie memeluk erat Joana
dari arah belakang.
“Eh...iya...maaf...” kata Joana memblushing.
“Memang indah langit malam ini...seindah wajahmu
sayang...” kata Archie mencium pucuk kepala Joana.
“Hm...ternyata kau memang CEO yang sedang jatuh cinta
ya...” Joana mencubit gemas pipi kanan Archie ketika membalikan badan.
“CEO jatuh cinta...hehehe” Archie terkikik geli.
“Hmm...benar...” Joana mengangguk.
“Chiko dimana ya? Dia belum menemui kita, aku sangat
merindukannya” kata Archie tersenyum tipis.
Brakkk
Pintu kamar terbuka, sosok yang dirindukan oleh Archie
berlari ke arah mereka.
“Ibu...ayah...” teriak Chiko.
“Hup...putra ayah...” Archie langsung menangkap Chiko,
menggendong Chiko dengan hati-hati.
“Ayah...aku kangen ayah” kata Chiko manja mengosok-gosok pipi
nya yang gembul pada pipi kiri Archie.
“Hahaha...aku juga sayang ku...” Archie tertawa seraya
mencium kening sang putra.
“Ibu...apakah Chiko tidak merindukan ibu? Huhhh...” kata
Joana merajuk.
“Oh...iya...aku juga kangen ibu kok, tapi kalu ibu aku
sudah sering bertemu, sedangkan ayah aku...snfff...” Chiko menunduk.
“Sayang...ibu hanya bercanda...” kata Joana membelai
kepala Chiko.
“Ibu...ayah...” Chiko menoleh ke arah Joana dan Archie
secara bergantian.
“Iya nak...” sahut Joana dan Archie.
“Janji ya...kita tidak akan berpisah
lagi...hiks...Chiko...hiks...Chiko sayang ibu dan ayah...” Chiko menangis
sembari mengacungkan jari kelingking pada Joana dan juga Archie.
“Ehemm...iya nak...snff...” Archietak kuasa menahan air mata
nya saat melihat putranya menangis.
“Maafkan ayah nak...karena terlalu lama menemukan
kalian...” kata Archie dalam hati.
“Iya...kita akan selalu bersama” kata Joana lalu mencium
jari kelingking Chiko.
“Hiks...hiks...janji ya...ibu...ayah...huwaaahhhhhhh...”
Chiko menangis memeluk ayah dan ibunya.
“Hiks...iya...janji sayang...maafkan ayah
nak...hiks...maafkan ayah...hiks...” Archie terus meminta maaf sembari memeluk
erat Joana dan Chiko.
__ADS_1
“Dan...maafkan aku Joana...hiks....hiks...maafkan aku...”
gumam Archie menangis sesegukan.
Tiga puluh menit kemudian.
“Sudah tidur?” Tanya Joana.
“Hm...biarkan Chiko tidur bersama kita mulai malam ini”
jawab Archie membelai sayang kepala Chiko yang tertidur pulas.
“Terima kasih...” ucap Joana dengan mata berkaca-kaca.
“Jangan menangis lagi sayang...kalian adalah harta
terindah untuk sekarang dan selamanya” kata Archie menangkup wajah Joana dengan
kedua tangannya yang kekar.
“Hiks...terima kasih Archie...” Joana memeluk erat
Archie.
Archie terkejut mematung tak bergerak.”Apakah aku berhak
atas ini Tuhan???” Kata Archie dalam hati.
“Sudah malam...tidurlah...aku masih ada sedikit
pekerjaan” kata Archie membelai lembut punggung Joana.
“Hmm...selamat malam” sahut Joana.
Joana berbaring di sisi kiri Chiko, ia memeluk putranya
itu lalu tertidur.
Archie memijat kening sembari menatap langit-langit yang
redup hanya tersisa lampu tidur saja yang menerangi. Dia mengingat kembali apa
yang ia lakukan pada Zezkya yang menipu nya selama enam tahun, ia tidak
menyangka jika ia bisa berbuat kejam seperti itu, begitu ia melihat berita di
salah satu situs berita online, seorang model bunuh diri menenggak racun begitu
isi berita tersebut.
Seminggu kepulangan Joana dari Rumah sakit, Archie pergi
ke Apartemen Zezkya, ia memutuskan hubungan mereka karena dia tahu jika selama
ini Zezkya sudah menipu nya mentah-mentah. Segala fasilitas yang ia berikan
pada Zezkya, ia ambil paksa semua itu tanpa terkecuali Apartemen yang selama
ini Zezkya tempati. Archie membawa pengacara sebagai saksi jika Apartemen yang
atas nama Archie sendiri.
“Archie...aku salah...ku mohon...jangan tinggalkan aku”
kata Zezkya menangis bersimpuh di kaki Archie.
“Pengacara ku akan menghubungimu nanti, kau kosongkan
tempat ini, malam ini juga! Aku pergi!” Kata Archie menepis kasar tangan Zezkya
dari kaki nya.
“Kalau kau meninggalkan aku, aku akan meminum racun ini
sekarang juga!” Ancam Zezkya.
“Silahkan! Aku tidak peduli” kata Archie acuh berlalu
pergi.
Archie mengira Zezkya hanya mengancam, mana-lah ia tahu
jika Zezkya sungguh-sungguh meminum racun tersebut dan merenggang nyawa. Archie
mendesah lelah kemudian ia tertidur dengan laptop yang masih menyala di samping
kiri meja panjang tempat ia bekerja tadi, Joana yang terbangun segera
merapihkan laptop dan juga beberapa berkas yang berserak di atas meja, ia
kemudian menyelimuti Archie, dengan perlahan Joana mencium kening Archie
kemudian kembali tidur.
Kesokan paginya...
Joana sibuk membuat sarapan pagi, ia membuat waffel dan
susu coklat juga teh untuk Archie. Sementara Joana membuat sarapan pagi, Chiko
bertugas membangunkan Archie yang masih terlelap dalam mimpi. Chiko menciumi
pipi Archie sampai sang ayah terbangun dari mimpi, Archie memeluk erat Chiko
lalu bangkit dari sofa.
“Ayah mandi dulu ya nak...” kata Archie.
“Okay ayah...muachhhh...” sahut Chiko mencium pipi Archie
kemudian berlari keluar kamar.
“Ayahmu sudah bangun nak?” Tanya Joana sembari menyusun
__ADS_1
sarapan pagi yang ia buat ke atas meja makan.
“Sudah ibu...” jawab Chiko.
“Biar nenek buyut bantu kau naik ke ata kursi” kata
Casanova sembari menggendong Chiko.
“Terima kasih nenek buyut” ucap Chiko tersenyum manis.
“Huuuhhhhhh...cicit ku sungguh sangat manis” seru
Casanova membelai sayang pucuk kepala Chiko.
“Nenek buyut lebih manis” sahut Chiko.
“Makan yang banyak ya sayangku” kata Casanova tersenyum
menahan tawa.
“Anak ini manis sekali mulutnya seperti Archie” kata
Martine tertawa kecil.
“Hahaha...iya...Archie sangat manis ketika ia masih kecil
tapi sekarang begitu pahit ketika ia mulai dewasa” tawa Glenn pecah mengiringi
langkah Archie yang memasuki ruang makan.
“Hm...tidak ada yang baik tentang aku di mata mu ayah”
kata Archie datar.
“Cih...memang kau sepahit sayuran pare” decih Glenn
memalingkan wajah ke samping.
“Sudahlah kalian! Makan yang benar!” Sentak Martine.
“Hahaha...ayah dan kakek seperti TOM and JERRY” kata
Chiko tertawa geli.
“Jangan meniru mereka berdua ya sayang” kata Martine
menahan tawa.
“Hehehe...tidak...aku tidak akan pernah bertengkar seperti
anak kecil, itu semua yang dilakukan anak kecil, bertengkar bukan hal baik
kakek buyut” sahut Chiko sembari memakan sereal rasa coklat.
“Hahahaha...benar-benar anak ayah kau nak...” Archie
tertawa lepas.
“Aku berharap...kebahagiaan ini tidak pernah berakhir”
kata Joana dalam hati.
Setelah sarapan pagi, Archie berangkat bekerja, sementara
Joana mengantarkan Chiko untuk pergi ke sekolah yang baru.
Setahun kemudian...
Chiko bersekolah di Taman kanak-kanak yang mempunyai nama
yang bagus di kota tempat tinggal mereka sekarang, Taman kanak-kanak ini salah
satu Taman kanak-kanak yang menyediakan
fasilitas lengkap, disana juga mereka memperkerjakan guru-guru yang
berkompeten. Untuk Chiko memang luar biasa tingkat kecerdasannya, ia cocok
sekali untuk bersekolah di sekolah tersebut, putra dari Joana yang bernama Chiko
ini mulai berjalan di umur 7 bulan dan ia berbicara dengan sangat lancar di
umur 12 bulan, di umur 15 bulan, Chiko sudah pandai membaca, Joana mengetahui
anaknya pintar sangat bangga dan bahagia namun ada yang tidak ia ketahui
tentang anaknya ini, Chiko sebenarnya bukan hanya pintar tapi dia adalah anak
istimewah.
“Jangan mengganggu orang yang lemah!” Kata Chiko menatap
tajam seorang anak laki-laki yang sedang mengganggu anak perempuan di tempat
bermain.
“Jangan ikut campur anak payah!” Sentak anak laki-laki
yang berambut emas pada Chiko.
“Ku hitung sampai tiga, jika kalian tidak juga
mengembalikan tas gadis ini, kalian akan merasakan apa yang dinamakan sakit tak
berdarah!” Kata Chiko berdiri tegak.
Si anak laki-laki yang nakal tadi langsung ketakutan
begitu Chiko berdiri tegak, tinggi mereka terlihat sangat jauh, untuk ukuran
anak laki-laki berumur 6 tahun, tinggi badan Chiko sudah melampaui batas,
tinggi Chiko 145 cm dimana seharusnya anak berumur 6 tahun tak lebih dari 100
__ADS_1
sampai 130 cm.
To be continued 8.