
“Selamat atas voting nya nak...ibumu menjadi Presdir baru di Perusahaan ini” ucap Jeck menjabat tangan Chiko.
“Terima kasih Tuan Jeck atau haruskah aku memanggilmu kakek??” Sahut Chiko menatap dingin pada Jeck.
“Hahh...itu jika kau tidak keberatan, aku dengan senang hati menerima panggilan itu darimu” kata Jeck.
“Ck...aku permisi” kata Chiko menunduk hormat lalu pergi.
Di M Chip Crop yaitu Perusahaan milik Archie. Joana sedang mengunjungi Archie untuk makan siang, lucu bukan? Di saat putranya Chiko berjuang mendapatkan hak sang ibu, justru sang ibu sibuk bermesraan dengan sang ayah.
Chiko masuk tanpa mengetuk pintu, ia sudah berganti pakaian santai, ia hanya mengenakan celana jins panjang dengan kaos putih polos yang ditutupi jaket hordy berwarna abu-abu. Chiko duduk ditengah-tengah menyingkirkan kemesraan ibu dan ayahnya.
“Ibu...ayah...kalian sangat mesra, sampai lupa pada anak sendiri” kata Chiko tersenyum kecut.
“Ck...jangan jealous sayang...” kata Joana memeluk Chiko.
“Huh...ibu melupakan aku, ibu lebih sayang pada ayah” rengek Chiko.
“Anak ini pintar sekali bersandiwara, disana ia seperti singa disini justru ia bersikap seperti seekor kucing...ck...” kata Archie dalam hati.
“Jangan mengutuk ku dalam hati ayah!” Tegur Chiko sinis.
“Ck...kau ini ya! Sejak kapan menjadi tidak sopan pada ayahmu?” Kata Archie memiting kepala Chiko.
“Hahaha...ayahku memang yang terbaik” tawa Chiko.
“Ck...hahaha...nak...kau ini malaikat atau iblis sih? Mengapa kau mengganggu kemesraan kami berdua?” Archie ikut tertawa.
“Ishh...jangan sakiti putraku!” Kata Joana memukul lengan kanan Archie.
“Argghh...sakit sayang” teriak Archie.
“Rasakan! Sini nak...” sentak Joana lalu menitah Chiko untuk duduk di pangkuannya.
“Hahh...sudahlah, aku mau pergi saja” kata Chiko.
“Kenapa?” Tanya Joana bingung.
“Bu...kau sedang mengandung adikku, apa kau pikir aku tega menyakiti adikku dengan cara duduk di pangkuanmu?” Jawab Chiko seraya berdiri.”Mulai besok, ibu bekerja di Diamond Corp Group sebagai seorang Presdir, nanti ada Alya yang akan membantu ibu”
‘Eh...kok...bisa?” Tanya Joana.
__ADS_1
“Bu...dia sudah membuangmu, aku tahu semua, jadi ku mohon, bekerjalah dengan sungguh-sungguh, buktikan kau adalah wanita yang cerdas dan pintar, jangan biarkan dia meremehkanmu setelah ia membuangmu, aku bersumpah akan membuat hidupnya hancur jika ia berani menyentuhmu” kata Chiko sarkas.
“Hahh!!!” Pekik Joana menitikan air mata.
“Bagaimana bisa? Bagaimana bisa kau mengetahui semuanya nak? Ini semua...hiks...terlalu memalukan untuk ibu ceritakan padamu” Joana menangis memeluk Archie.
“Hahh...bu...” Chiko berlutut meraih kedua tangan Joana.
Joana mengangkat wajah menghadap Chiko.
“Jangan menangis! Air mata ini terlalu berharga untuk menangisi manusia hina itu” kata Chiko menyeka air mata Joana ibu jarinya.
“Hiks...perbuatan baik apa yang sudah aku lakukan hingga aku bisa memiliki putra baik sepertimu” Joana membelai wajah Chiko dengan lembut.
“Jangan menangis ibu...hm...ck...kau selalu begini” kata Chiko menunduk sejenak.
“Ibu mencintaimu nak...” kata Joana mencium pucuk kepala Chiko.
“Snff..hiks...hiks...hiks...kenapa kau harus memiliki ayah seperti dia? Hiks...kenapa dia tega membuangmu? Hiks...terima kasih karena tidak membuangku ibu...terima kasih banyak” kata Chiko.
“Tidak mungkin aku membuang anak setampan dirimu nak...kehadiranmu membawa kebahagiaan juga kebangkitan setelah sekian lama ibu terpuruk, terima kasih sudah menjadi putraku...hiks...hiks...” kata Joana.
“Maafkan aku sayang...Chiko...maafkan ayah...hiks” Archie menunduk sedih.
“Snff...hiks...maaf sayang...maafkan aku...hiks...aku sangat menyesali perbuatan bejat ku waktu itu, maaf sayang” kata Archie bersimpuh di kaki Joana.
“Kalian berdua...aku mencintai kalian” kata Joana memeluk Archie dan Chiko bersamaan.
Seminggu kemudian...
Joana berjalan anggun memasuki loby utama Diamond Corp Group dengan seorang sekertaris pribadi yang berjalan seiring dengan langkah kaki Joana. Dengan memakai blush berwarna merah menyala dipadu padankan dengan rok hitam sebatas pah dengan robekan sedikit pada ujung kanan paha, Joana nampak cantik dan elegan, ia juga membiarkan rambut coklat tua itu tergerai indah, sang seketaris Alya Aourora keturunan India-Inggris ini adalah wanita yang dipilih oleh Chiko secara langsung, dia sebenarnya adalah wanita yang menolong Chiko bebas dari penculikan, mobil yang dikendarai Alya tak sengaja hampir menabrak Chiko, disitulah pertemuan kali pertama mereka.
“Pesta penyambutan nyonya malam ini jam 7 malam di Hotel X’One, Hotel itu adalah bagian dari Jewellery Corp, disana juga ada saham atas nama nyonya sebesar 15%, selanjutnya jadwal hari ini hanya menanda tangani beberapa dokumen juga menemui Presdir terdahulu, mungkin saja dia sudah ada di ruangan anda nyonya” kata Alya.
“Hm...dia tidak sabaran juga ya” sahut Joana seraya masuk ke dalam lift khusus Presdir.
“Ruangan nyonya tidak sama dengan ruangan Presdir yang dulu, tuan muda Chiko sudah mempersiapkan ruangan yang lain” kata Alya lagi.
“Hehehe...memang dia putraku paling best, right?” Joana tersenyum menoleh pada Alya.
“Iya nyonya...tuan muda masih kecil tapi sudah sangat dewasa cara berpikirnya” sahut Alya menunduk hormat.
__ADS_1
“Baiklah...kita lanjutkan pertunjukannya” kata Joana tersenyum smirk.
“Iya nyonya” sahut Alya.
“Selamat datang Bu Joana...” ucap salah satu karyawan pada Joana.
“Hm...thanks...kau?” Joana menatap lekat seorang pria muda yang berdiri di depannya.
“Saya Drake Parker...senang bertemu Ibu...” kata pria muda itu memperkenalkan diri.
“Oh...selamat bekerja Drake...” sahut Joana tersenyum ramah.
“Hahhhh...” pria yang bernama Drake itu langsung menyandarkan punggungnya ke dinding.”Gila...benarkan dia, ibu dari anak laki-laki itu?”
*******Flashback on*******
“Kau tahu sedang berhadapan dengan siapa Tuan Christofe?” Tanya Chiko sarkas sembari melempar remot control yang ia genggam tadi.
“Hah...bocah tengik!” Desah Christofe mencibir Chiko.
“Kau ingin merasakan lagi kekuatan bocah tengik ini?” Tantang Chiko memiringkan kepala ke kanan dan ke kiri.
Glek
Christofe menelan kasar slavina nya.
Semua yang mendengar perkataan Chiko mengerti maksud perkataan Chiko, jadi yang tadi mereka dengar adalah tangan Christofe bukanlah tangan Chiko yang berbunyi sangat keras. Semua orang tersenyum kecuali Christofe yang memucat wajahnya.
“Sudah...hasil voting sudah keluar...silahkan lihat ke layar monitor!” Kata seorang pria muda melerai pertengkaran mereka berdua.
“Yes!!!” Seru Chiko melihat hasil voting Joana dan Christofe, Joana menghasilkan 70% suara sedangkan sisanya adalah 30% untuk Christofe.
Di dalam ruang rapat tinggal Chiko dan Jeck yang berada di dalam sana, setelah mengucapkan selamat, Chiko mengatakan hal yang mengejutkan.
“Tapi...sepertinya kau tidak pantas ku sebut kakek” kata Chiko memunggungi Jeck.
Jeck menunduk sedih mendengar perkataan Chiko.
“Maaf..” desis Jeck.
“Walaupun kau meminta ampun di tujuh kehidupan juga tidak akan membuat dosa-dosa mu pada ibuku ter-ampuni, menjauhlah dari ibuku atau tanganku yang kecil ini akan membuat kehancuran yang tidak akan bisa kau tanggung” lanjut Chiko berlalu pergi.
__ADS_1
*******Flashback off*****
To be continued 13.