
" apa?.. aku langsung nikahin aja yah Mumpung masa libur juga kan masih panjang, yang ada aku malah gelisah aku takut juga Kalou keduluan sama ustadz salim " benak imran.
setelah berfikir berkali-kali, mulut imran langsung terucap!
" bapak. ibu.. jika tidak keberatan saya akan langsung menikahi luna besok! " ujar nya tampa ragu.
tentu saja seluruh ruangan berasa di Prenx, oleh imran alih-alih ia hanya ingin melamar nyatanya? langsung menikahi.
" abang yang jelas ih, kasian luna nya masa mendadak gini" jelas mega sambil menyikut lengan abang nya.
" iyah abang ngk, lagi bercanda " bisik nya.
luna malah di buat parno oleh keadaan, luna memastikan jantung kedua orang tuanya aman!
jujur saja mungkin tidak sesuai ekspektasi mereka. karna luna adalah gadis biasa dan bisa besanan dengan pemilik pesantren.
" jadi mau nak imran bagai mana? " pak yuda memperjelas dari kata-kata imran.
namun pak kiyai yusuf, langsung menjelaskan sebelum imran berbicara.
" jika itu. yang putra saya mau. kami siap pak. kebetulan tadi juga kami sudah mempersiapkan semuanya." ucap aba sambil meminta umi mengeluarkan berkas dari tas nya.
mega dan Azmi juga terkejut ternyata seantusias ini mereka!
imran sendiri juga bingung ternyata, orang tuanya sudah mempersiapkan semuanya ini.
" yah sudah sore ini kita akan langsung mempersiapkan acara nya " ucap pak Yuda.
luna hanya bisa menerima keadaan, tentu saja hatinya begitu tenang. meskipun usia nya dengan imran terpaut jauh tapi luna yakin imran mampu membimbing .
setelah keluarga imran dan luna mempersiapkan acara untuk besok.
dan keesokan pagi nya. imran sudah mempersiapkan diri untuk menghalalkan luna,
acara yang di buat tentu saja seadanya sebagian tetangga sudah datang dan saudara jauh maupun dekat juga sudah berkunjung ke acara pernikahan luna,
" ya Allah, yul koe ko iso yo milih mantu gagah e pol, ( ya Allah yul ko bisa yah milih mantu tampan begini " celoteh para tetangga.
tuan rumah pun menyambut tamu dengan ramah.
sementara mega dan umi membantu luna mempersiapkan acara nya,setelah menunggu beberapa saat, akhirnya pak penghulu pun. datang
ijab kobul, pun!.. di mulai.
" bagai mana para saksi sudah siap? " tanya pak penghulu.
" sudah pa " ujar saksi.
" pengantin nya sudah siap? " tanya pak penghulu lagi!
" insyaallah pak, bismillah. " hela nafsu imran. dengan jawaban yang grogi.
__ADS_1
" bismillah, mari kita mulai. " ucap pak penghulu, sambil mengulurkan tangan nya.
imran langsung dengan lancar mengucapkan ijab kabul nya, dengan bahasa Arab.
luna yang mendengar imran mengucapkan ijab dengan lancar pun.langsung menangis memeluk ibu nya.
kini ia sudah menyandang status baru sebagai istri imran.
setelah selesai ijab kobul.
para tamu undangan langsung di persiapkan menyantap hidangan, seadanya karna acara yang begitu mendadak.
" aby mau makan apa? " sambil Mega membawa piring di depan sajian nasi dan lauk pauk,
" ayam saja lah sayang, sama orek Tempe. " ujar nya.
mega langsung mengambilkan makanan untuk suaminya.
" kamu tumben baik banget " ledek Azmi sambil mengambil piring yang di berikan mega.
" biasanya sih? " tanya nya,sambil mengerutkan kening.
" hehehe.. ngk ko. sayang kamu selalu baik! "ucap Azmi sebelum mega lebih jauh membahas.
" kamu ko ngk makan? " tanya Azmi yang melihat mega hanya meminum sirup.
" aku diet.. hehe " ucap nya sambil menyeringai seperti kuda.
setelah ijab imran langsung menemui mega yang sedang duduk bersama umi.
" luna seperti nya cepat akrab dengan umi " batin imran sambil langkah nya, menuju Luna dan umi
" lagi ngobrolin apa? " tanya imran yang menghampiri mereka.
" eh mas mu dateng ini, yah udah umi mau ke aba dulu yah" ucap umi.
luna langsung kaku, saat imran menatap nya, padahal sudah dua tahun imran dan luna sering bertemu di kelas. tapi kali ini imran baru berani menatap luna seserius ini.
" mas jangan ngeliatin gitu. " ucap luna sambil menunduk.
" emang kenapa? " sambil tiba-tiba imran menyentuh tangan luna.
tentu saja luna langsung kikuk. apa lagi! ini pertama kali nya, luna bersentuhan dengan lawan jenis nya.
" astaghfirullah.." ucap luna kaget sambil menyingkirkan tangan imran.
luna langsung meninggalkan imran yang masih terduduk di bangku tamu undangan,
cek lek....
luna langsung membuka pintu kamar nya, tentu saja ia kaget karna tiba-tiba, imran sudah ada di sana!
__ADS_1
luna sontak ingin berteriak!
namun luna ingat Kalou yang sedang di hadapan nya sekarang adalah suaminya.
dan dia baru ingat Kalou tadi ia pergi ke dapur dulu, pantas saja toh tiba-tiba imran sudah ada di kamar nya.
" kamu ko baru masuk dek perasaan. tadi masuknya lebih dulu dari abang? "
" iyah.. dari dapur dulu tadi " nada nya lembut.
" oh.. gitu " ucap nya sambil membenarkan bantal.
luna menahan debar. kala melihat hari semakin gelap, cuaca nya juga tiba-tiba, mendung dan turun gerimis
imran juga kelihatan nya tidak banyak canggung berasa di kamar luna, malah luna sendiri yang merasa asing di kamar ini.
sedari tadi luna masih belum berganti baju nya, ia masih mengenakan baju akad nya.
" kamu ngk ganti? " tanya imran sambil memasang selimut.
" iyah ini.. tapi abang keluar dulu yah " nadanya memohon.
" kenapa harus abang keluar? " tanya imran sedikit tersenyum membuat matanya menyeringai nakal.
" Kalou abang ngk, mau keluar biar luna aja yang ganti di kamar sebelah ngk papa abang disini saja " ucap nya sambil mengambil baju nya di lemari luna begitu pengala beda dengan mega yang petakilan.
" yah ngk toh dem, udah ngk papa biar abang yang keluar aja. " ucap nya karna imran tau luna masih malu dan di kamar luna juga tidak ada kamar mandi untuk berganti beda di rumah abang nya.
imran langsung beranjak dari tempat tidur dan keluar membuka pintu.
di luar mega dan Azmi sedang duduk bersama di teras sambil menikmati hujan.
imran langsung menghampiri mereka.
" penganten baru, hujan-hujan gini bukanya di kamar malah di luar " ledek nya sambil mata imran melirik ke langit mendung.
" idih bukanya abang yang harusnya masuk sanah. " ucap mega sambil menarik tangan abang nya dan menunju ke kamar luna.
" nih udah aku antar ini.. udah sanah abang masuk kasian istri nya, di anggurin " mega tertawa lepas sambil ngeloyor pergi.
" dasar adek lucnut " gumam nya.
imran memegang gagang pintu dengan tangan yang tremor, kali ini gantian imran yang di bikin panik!
tentu saja? sebab setelah ia membuka pintu imran melihat luna sudah membuka hijab nya dan tertidur pulas.
Bersambung...
jangan lupa like dan subscribe yah.. makasih ☺☺🥰🥰
update. selasa, kamis, minggu
__ADS_1