
" Oya... btw lu nginep di cari nggak ini? " tanya intan.
" mereka takan perduli, gue juga punya dunia gue sendiri " ucap Mega tampa merasa bersalah.
mereka bertiga saling tatap. mereka bingung ingin menasihati nya, tapi Mereka Tau Kalou Mega itu si kepala batu.
sesampainya di hotel. mereka langsung memesan kamar intan dan mawar. sedangkan Mega dan Ratna. mereka harus berpisah kamar.
tak pikir panjang mereka yang tadinya ingin mengobrol pun. sudah terlalu lelah karna sudah jam 22.45 .
merekapun. langsung tepar di tempat tidurnya masing-masing.
****
ke esokan paginya di rumah pak kiyai yusuf di hebohkan dengan kabar Kalou Mega hilang. umi aba, imran pun mencari ke sekeliling pondok tapi tidak di temukan. bahkan teman teman sekolah nya tidak menjawab panggilan dari imran.
mbak santri dan kang santri pun, ikut mencari keberadaan mega. pa kiyai yusuf rasanya sudah cukup kewalahan dengan sikap putri bungsu nya.
" ya Allah jika sudah waktunya lancarkan saja jalan nya " ucap kiyai yusuf di hadapan umi farida.
" aba kenapa? " sahut umi yang panik.
" aba akan memutuskan Untuk menikahkan Mega mi. "
" ya Allah, aba jangan gegabah dulu ba, mega masih terlalu muda. "
" tapi aba yakin mi. Kalou ia mampu membimbing mega " ucap pak kiyai yusuf penuh keyakinan.
umi farida sendiri juga tidak tau siap laki-laki yang di maksud aba, yang akan di nikahkan dengan Mega.
" tolong mi. cari imran suruh dia kesini. "
umi langsung bergegas memangil imran. sesampainya imran menghadap aba aba langsung mengutarakan. apa yang aba inginkan.
" haaahh.. Azmi!! " ucap imran penuh cemas
ia tidak menyangka mega akan di jodohkan dengan Azmi.
" ba.. Azmi laki-laki yang sudah cukup umur. ia belum tentu mau menerima Mega, Azmi ustad yang paling berwibawa ba. sedangkan aku faham adik saya mega jauh dari kata Soleha " ujar imran sambil merapihkan duduk nya.
" justru itu mii... aba yakin Azmi bisa mendidik adik mu. " ucap aba meyakinkan.
setelah semua bersepakat untuk menikahkan Mega dengan Azmi, sambil menunggu kedatangan mega aba menyiapkan drama Terbesar agar putri nya nanti tak banyak bicara.
__ADS_1
Tapi sebelum itu kiyai yusuf sudah membicarakan ini semua pada Azmi. Azmi awalnya menolak namun kiyai memohon penuh dengan keyakinan.akhirnya ustad Azmi mengiyakan.
lain halnya dengan Mega, sudah siang Tapi dia engan pulang ke rumah. padahal waktu check out. tinggal dua jam lagi.
" beb lu nggak pulang? "
" nggak tau nih naa. bawaan nya mager terus juga perasaan ku nggak enak " ucap Mega sambil menutup matanya lagi.
" yah udah lu, mandi geh. udah siang bentar lagi cek out. ”
akhirnya Mega pun. beranjak dari kasur nya dan bergegas ke kamar mandi.
di perjalanan arah pulang. intan dan Ratna sudah di antar terlebih dulu oleh mawar. Mega menatap lurus ke arah kaca ia melihat anak sebaya nya, yang sedang Selfi dengan ibu nya. reflek Mega langsung Teringat umi nya.
" lu.. knp sih ga? akhir-akhir ini sering banget ngelamun mikirin apan si? Tanya mawar sambil menyetel music di mobil nya.
" nggak papa. gw lagi kangen aja sama umi " sambil mega mengusap air mata yang menetes.
" yah udah, lu jangan sedih bentar lagi sampai ini. "
tampa pikir panjang sesampainya. di depan gerbang pesantren al_hikmah, mawar menurunkan mega. Mega pun sudah siap kena omelan aba nya lagi. karna ia tau konsekuensi nya.
namun semuanya berubah, ia tidak menyangka ternyata filing Mega salah. abah nya kini sedang di tangisi umi dan bang imran. Mega menelan saliva nya, ia bingung apa yang terjadi?. mega yang tadinya siap Tempur dengan omelan abah nya, kini ia malah dibuat parno oleh keadaan. aba nya terbujur lemas di sofa.
Mega tak banyak bicara ia langsung mendekati aba nya. dan meminta maaf,
" aba.. abaaaa Ega minta maaf baa.. abaaa " sambil Mega berulang kali mencium tangan aba nya.
" aba sudah tida ada saya lagi Ga.. "
" aba.. aba nggak boleh ngomong gitu, aba ingat Ega disini liat Ega ba.. Ega minta maaf. apa pun yang aba mau Ega Turutin asalkan aba bisa sembuh ba” ucap Mega penuh khawatir. tampa berfikir permintaan apa? yang nanti bakalan aba nya inginkan.
" aba udah nggak kuat lagi "
" aba jangan gitu.. aba Ega sayang aba " ucap Ega lagi.
" tolong kali ini dengarkan aba, aba sudah terlalu tua nak. aba sudah cape tiap hari harus menasihati mu "
" terus aku harus gimana biar aba bisa sembuh? "
" aba cuman pengin kamu menikah dengan orang pilihan aba "
Mega terdiam dan menatap aba nya dengan nanar ia terus teringat almarhumah umi. ia yang tidak mau kehilangan orang yang di cintai lagi akhirnya mega mengiyakan. Titah aba nya.
__ADS_1
namun Mega sendiri pun. tidak tau calon yang di persiapkan untuk diri nya itu siapa?
tiba-tiba aba nya, langsung beranjak bangun dari sofa umi menuntun aba menuju kamar.
" lah itu aba sudah bisa jalan sendiri tapi jadiiiii.... " imran langsung bergegas menutupi mulut adik nya itu.
" wis.. lah dari pada nanti aba kenapa napa lagi! kamu mau tanggung jawab emang? " ucap imran
" Hmmmmm.... yahwis " sambil memanyun kan bibir mungil nya
Mega yang males banyak bicara pun. akhirnya naik ke kamar nya.
hemmmmm. hembus kasar nafas sebal Mega. Ia jujur saja penasaran dengan laki-laki, yang akan di jadikan suaminya.
" aba. aba ada aja. putri mu ini baru saja menginjak 18 tahun. sudah kau jadikan aku tawanan dengan menyandang gelar baru sebagai istri. biarkan saja mungkin nanti juga dia tidak akan sanggup dengan sifat ku yang culas ini. " gumam Mega dalam hati sambil melihat wajah nya di cermin.
jika sudah menyangkut kesehatan aba, Mega akan melakukan apa pun. itu
sementara itu, berita pernikahan Ustad Azmi dan Mega populer menjadi perbincangan. para santri putri sebab hari patah hati sepondok putri. ustad Azmi yang cukup banyak di gemari murid santri wati. wajahnya yang tak membosankan bahkan nyaris setiap mengajar sikap dingin nya selalu ia tampakan, membuat wajah nya semakin naif.
kulit putih bening, alis yang tebal bergingsul serta berlesung pipi. membuat semakin para santri wati Terpesona.
saat pagi berangkat ke sekolah. mega hari ini tidak bersemangat sebab hari senin yang akan datang Mega akan menikah.
" ba.. aku berangkat sekolah dulu yah. Assalamu'alaikum " ucap Mega sambil mencium tangan aba nya.
" walikum'sallam, sekolah yang rajin insyaallah dapat suami yang baik " ujar aba.
Mega tak menghiraukan ucapan aba nya. dan langsung ngeloyor pergi.
sesampainya di sekolah nya. mega di kantin bercerita pada ketiga sahabatnya,
" beb.. sorry mungkin nanti gw enggak bisa ikut nongkrong-nongkrong lagi. " ucap mega sambil mengecam tangan ketiga sahabatnya.
" dari Kemarin lu kenapa sih Ga? kaya ada yang di sembunyikan ya! " ucap intan
" sorry beb sebelumnya, gw mau nikah. aba gw nyuruh gua nikah "
mereka langsung menatap Mega serius rasanya bola mata mereka hampir jatuh sebab melotot penuh tekanan. Mereka syok di buat Mega. Mega hampir menangis saat menjelaskan ini. kepada ketiga sahabatnya.
Bersambung..
Thx you...makasih buat yang sudah baca. jangan lupa like komen yang bijak
__ADS_1