
" sayang, bangun yu. kita shalat subuh dulu." ajak nya sambil mencium kening mega.
dengan rintihan manja nya, mega segera beranjak dari tempat tidurnya. mengikuti langkah Azmi, yang menuju kamar mandi.
" kok dingin, banget yah udara nya, " gumam mega dalam hati sambil tangan nya. bersedekap.
" ayo ambil. air wudhu dulu. nanti kita sholat di mushola "
" abay tungguin, aku ya! "
" iyah, abi tunggu, di ruang tamu. "
mega langsung, mengambil air wudhu dan mengambil mukenah nya di lemar.
" Kalou subuh gini, ramai ngk bii. mushola nya? " tanya mega, sambil jalan berdampingan.
" ngk tentu sayang, kan soalnya ada yang jama'ah, ada juga yang sholat di rumah. " jelas azmi sambil tersenyum pada mega.
mega hanya menganguk.sambil melihat ke sekeliling.
sementara. mbah Putri dan mbah akung suda ke mushola terlebih dahulu. sehingga mega merasa kikuk saat ada gadis yang seusia nya, melirik nya.
" sayang kamu yang anteng, sholat nya yang khusus. " ujar nya sambil tersenyum tipis.
sementara mega melirik para, gadis gadis yang meleleh melihat ketampanan suami nya.
" mereka pada centil, banget sih " gumam mega dalam hati.
setelah selesai, sholat subuh mega menunggu Azmi yang sedang menunggu mbah kung, sementara itu seorang wanita paruh baya menghampiri mega.
" koe bojone, azmi nduk? " tanya wanita itu sambil mengelus tangan mega.
" ingih, bu " ujar mega sembari tersenyum
" ayu tenan koe nduk "
" matur nuwun saget " ucap mega.
Tiba-tiba, mbah Putri datang menghampiri mega.
__ADS_1
" nduk ayo kita pulang duluan, mas mu soalnya mau, nganterin mbah kung,dulu ke rumah ustadz jidan."
" iyah " ucap mega lirih.
Mega langsung mengikuti mbah Putri pulang ke rumah, jarak antara rumah dan mushola, hanya sekitar 5 menit.
setelah sampai di rumah mega langsung membantu mbah Putri memasak di dapur.
" kamu bisa masak ndu? "
" bisa mbah "
" umi aba, gimana kabarnya? "
" baik Alhamdulillah. kapan kapan, mbah ikut kami, sekalian ke pondok pesantren tempat mas Azmi ngajar " ucap mega.
" iyah insyaallah, soalnya semakin kesini mbah udah sering kecapean nduk, pas denger mas mu menikah mbah seneng banget meskipun itu. mbah ngk bisa dateng " ujar mbah Putri sambil meracik sayur.
" iyah mbah ngk papa. "
" yang penting rumah tangga, kalian rukun tentrem sakinah mawadah warohmah. " ucap mbah Putri.
jika di pondok jam setengah tuju seperti ini. biasanya lingkungan di penuhi dengan para santri, yang sedang sibuk hafalan. sementara di rumah mas Azmi hanya terdengar suara ayam, dan semilir angin yang sejuk.
saat. membuka tirai utama, mata mega tertuju pada tanaman yang di tanam mbah Putri seperti cabai yang subur dan tanaman tomat bahkan berbagai daun yang berkhasiat
" rumah ini sungguh sangat tenang " gumam mega.
disisi lain, Azmi mengantar mbah kung ke rumah ustadz jidan. nama ia tidak sengaja berpapasan, dengan ana adik misbah.
" mbah mau kemana? " tanya ana.
" walah cah ayu, iki loh mbah mau ke rumah ustadz jidan. " ujar mbah kung.
mata anna, sedikit melihat ke arah azmi.
" yah wis, mbah duluan yah. mari nduk " ucap mbah kung pada ana.
Anna tersenyum tipis.sementara azmi hanya terdiam. sebenar nya. Anna tidak tahu Kalou azmi sudah menikah. bahkan misbah sendiri juga tidak pernah menjelaskan nya pada Anna, saat kala itu ia berkunjung ke pesantren.
__ADS_1
saat misbah ditanya oleh Anna, misbah hanya menjawab ia tidak bertemu dengan pujaan hati nya,
" iku mau adike misbah yah mbah? "
" iyah. " ucap mbah sambil melihat raut wajahnya azmi.
" sudah besar yo.dulu aku liat dia masih kecil. "
" yah wong umur mu saja sekarang sudah berkepala 3,piye sih kamu mii " ucap mbah
" iyah. sihh.. "
****
disisi lain.. Anna yang habis berjumpa dengan Azmi langsung sumringah, ia tidak percaya Kalou azmi telah pulang dari pesantren.
sesampainya di rumah, Anna langsung menemui misbah.
" abang... abang abang dimana? " ucap nya, sambil melewati ruangan tamu. mencari misbah.
misbah yang. baru saja sholat duha, langsung keluar dari kamar nya,
" astaghfirullah, ada apa sih? " ucap misbah sambil membuka tirai kamar nya.
" abang. tau ngk..?? " ucap ana sambil salting..
" ya Allah, dek kamu belum cerita udah cengar cengir gitu. "
" iyah abang tau ngk,, mas Azmi udah pulang dari pondok. tadi Anna ketemu di jalan " ucap anna.
misbah tersenyum getir, sebenarnya dia juga udah tau Kalou azmi sudah pulang, hanya saja ia tidak mau cerita pada Anna.
" abang ko diem? "
" iyah. Anna abang lupa ada urusan di luar. abang siap siap dulu yah. " ucap misbah sambil beranjak dari tempat itu.
didalam hati misbah tersenyum getir. Kalou adik nya tau misbah sudah menikah mungkin ia bakal mengalami patah hati yang sejadi-jadinya, tapi mau bagai mana lagi?
kenyataan nya, memang sudah seperti itu. tinggal menunggu waktu yang pas untuk menjelaskan pada Anna, atau pun. nanti ia juga akan mengerti sendiri dan memahami nya, bahwasanya jodoh itu sudah ada yang mengatur.
__ADS_1
Bersambung...