
kebetulan hari ini, mega tidak masuk sekolah jadi Azmi, berinisiatif ingin mengajak istri kecil nya jalan jalan.
" sayang, kamu mau ngk. ke mall? " tanya Azmi
" Tumben aby. ngajak aku ke mall.?
" iya aby, pengin aja liat istri aby. belanja apa nonton bioskop, " ujar nya.
" ngk deh biy, bosen soalnya aku juga lagi ngk mood " tolak mega sambil mengambil buku di meja rias nya.
" oh gitu, yah udah aby turun dulu yah, ambil makan buat kamu. "
Azmi langsung turun ke bawah menuju dapur, di dapur sudah ada umi sedang memotong buah.
" mega ngk turun makan? " ujar umi.
" hehe.. ngk papa mi.ini aku udah ambilkan buat mega "
" alhamdulilah, yah azz kamu jadi suami pengertian " ujar umi
setelah lama berbincang azmi pun langsung.keluar dari dapur. ia segera mengantar makan. untuk mega karna ia takut istri nya kelaparan.
belum,ia melangkahi anak tangga, Tiba-tiba kiyai yusuf memangilnya.
" azmi tadi, di aula ada yang cariin. katanya Temen Azmi dari kampung yah, " ujar aba.
" siapa baa? "
" Kalou ngk, salah tadi namnya misbah. "
" oh. misbah Iyah baa, itu Teman pondok Azmi dulu waktu sebelum kesini. " ucap Azmi sambil berpamitan mengantar nampan berisi bubur yang sudah di buatkan, umi untuk Mega.
Azmi membuka gagang pintu, dengan hati hati.
" sayang. ini bubur nya, ayo makan dulu. " ujar azmi sambil meletakan mangkuk bubur.
" iya bii." mega beranjak menyingkap selimut yang menutupi separuh tubuh nya.
" aby suapi yah? " sambil ia memasang senyum manis nya.
mega menganguk. " ini yang bikin siapa? " tanya mega saat azmi, menyuapkan bubur ke mulut nya.
" umi sayang. kenapa enak yah? "
mega menganguk. memang dari dulu umi farida selalu memaksakan untuk mega, bahkan setiap pulang sekolah dulu sebelum umi meninggal. mega selalu menyusul umi farida, ke dapur dan belajar masak. namun entah mengapa? setelah umi meninggal dan aba memilih menikahi umi farida disitulah mega merasa bahwa umi farida lah, yang Telah menghancurkan semuanya ia membuat aba nya seolah-olah terus menerus. memarahi mega padahal itu semua karna kesalahan nya sendiri!
" sayang kok. ngelamun? " ujar azmi.
mega hanya tersenyum getir. sambil sedikit mengusap keringat di kening nya.
" bii. gerah yah. tolong nyalahin AC, dong "
__ADS_1
Azmi langsung mengambil remote AC,
" astaghfirullah, sayang aby lupa. ada temen aby di aula. aby kesana dulu ya sayang. sebentar kok " ujar azmi sambil mengecup kening mega sebelum pergi.
" ini mau di abisin ngk? " tanya azmi lagi.
" udah di taro di sana aja, buat nanti lagi aku mau istirahat dulu. " ucap mega yang langsung berbaring.
" oke deh, asalamualaikum "
" iya Walaikumsallam "
azmi langsung, menuju pondok putra dan menemui misbah.
" asalamualaikum..sudah lama nungguin toh? . " ujar azmi yang melihat misbah sudah ada di teras aula.
" Walaikumsalam, alhamdulillah sampe juga kamu kesini. niatnya tadi aku mau pulang loh, Kalou koe Ndak dateng dateng. " ujar nya.
" hehehe. iyah soalnya tadi aku ngurusin istri ku " ucap azmi.
sontak misbah langsung kaget, karna niat dia kesini sebenarnya ingin meminta azmi untuk menikahi adik nya. yang baru saja pulang dari Cairo.
" pasti kaget yo?. tak ceritain biar ngk parno gitu. ayo ngobrol nya di kantin aja biar enak " ujar azmi sambil melangkah menuju kantin.
sementara misbah mengikuti langkah Azmi. sambil berkata-kata?
sesampainya di kantin. mereka langsung berbincang.
" Oya. mi terus mbah mu ngerti ora? " ujar Misbah.
" lah emang bojo mu piye? " tanya misbah penasaran
" lagi isi.. jadi yah maklum bumil. " ujar nya.
" hah. lah emang awak mu. nikah kapan sih? parah koe rek.. aku rak di undang. " ujar misbah sambil menepuk lengan Azmi.
" hehe..iyah alhamdulilah, sudah mau dua bulan, aku menikah dengan anak kiya ku mis. umur nya jauh sih dari ku. dia baru saja kelas 2 SMA. " ujar azmi tertawa sambil bahunya naik turun.
" waduh.. dapet ABG yah.. " ledek misbah.
misbah pun, ikut terkekeh dan langsung mengurungkan niat pembicaraan nya. padahal sebenarnya adik nya telah menunggu jawab dari kaka nya di rumah.
" Oya. koe tumben, Sewon mriki sih? " ujar azmi yang tentu juga penasaran dengan kedatangan Misbah yang mendadak.
" iyah. soalnya sepupuku juga mondok disini. dan aku ingat Teman kecil ku juga sudah jadi ustadz disini. yah aku sekalian pengin ketemu. " ujar misbah penuh tekanan.dan memang kebetulan sepupunya juga mondok di pesantren ini. tapi memang sebenarnya bukan itu tujuan awal misbah.
setelah mereka lama berbincang. azan magrib berkumandang mereka pun. langsung menuju masjid.
*****
disisi lain, setelah melaksanakan sholat maghrib, mega langsung membereskan kamar nya.
__ADS_1
Tiba-tiba ponsel. nya berdering seperti biasanya panggilan. dari Grup sahabatnya.
" why.. tumben nih ada yang rajin. " celoteh mawar yang melihat mega sambil memegang sapu lidi.
" hahaha. ciahh istri solehot... " sambung intan turut meledek.
" ih. ngk. boleh gitu tau. namnya juga udah jadi istri yah harus rajin beresin kamar " Ratna turun menyambung perkataan sambil nadanya sedikit meledek.
merekapun pun saling tertawa. setelah mawar menyampaikan maksudnya, Kalou besok akan ada acara lomba masak di sekolah mereka.
" Ga.. lu udah sembuh kan? besok masuk sekolah lah, solnya kita udah di satu time, " ujar intan.
" Hem.. Insyaallah yah, besok kan yah? " tanya mega lagi meyakinkan!
" iyah lah, besok masa ia tahun depan. " ujar mawar keluar logat batak nya.
" santai aja lah. oke deh tak kasih tau aby dulu ya, btw besok Gw harus bawa apa aja? "
" lu bawa bumbu, dapur aja ga. kaya kompor piring dan segala sayuran nanti biar jadi urusan kita bertiga " ujar Ratna.
setelah lama, mereka berbincang mega langsung menutup panggilan video call nya.
" Kalou mereka tau aku hamil? gimana reaksi nya yah. " gumam mega sambil cengengesan sendiri.
Tiba-tiba Azmi langsung masuk ke dalam kamar.
" sayang udah shalat belum?. ko malah cengar cengir sendiri.? " ujar azmi. sambil menatap mega.
" Hem.. iyah ko aby lama? " mega malah balik bertanya.
" iya tadi aby. ngobrol dulu. "
" oh gitu. " ujar nya dengan cuek.
" sayang ini malem apa sih? "
" malem jumat. emang kenapa biy? " ucap mega dengan nada polos nya.
sementara Azmi malah menatap mega dengan liar.
sambil pelan pelan, mendekat ke arah mega azmi terus menatap mega seperti buronan.
" lih.. aby ngapain ngeliatin aku kaya gitu. " mega protes karna Azmi terus memandang mega dengan tatapan buas nya.
" aby mau nengok dede bayi. " ujar azmi.
matanya meremang, dan ******* bibir mungil mega. tangan azmi langsung liar, meraba seluruh daerah yang ia sukai. kini kecupan nya berpindah ke jenjang leher mega.
" heh e mm.. Abby.. " rintih mega semakin Teran**ann..
azmi langsung membuka daster mega, dan tak butuh waktu lama, azmi langsung memasukan senjata nya. suara des**ann, mega di benamkan ke Telinga azmi. sambil tangan nya memegang pundak azmi dengan kencang,kini kedua insan saling bermandi peluh..
__ADS_1
Bersambung...
happy reding😍 jangan lupa like and subscribe.