
sayup-sayup, terdengar suara ketukan pintu dari luar.
tok. tok tok
" iyah sebentar, Mega beranjak dari tempat tidur nya "
cek lek.
" lihhh abang.. ada apa toh? " tanya mega pada imran.
" abang boleh minta tolong dek? " ucap imran.
" tolong apa sih?.. "
" yah udah kita ngobrol di luar saja. " ucap imran sambil menarik tangan mega.
" duduk disini saja. " ucap imran sambil menyuruh adik nya duduk di sofa panjang sebelah anak tangga.
" okeh lah. " Mega menurut sambil mendengarkan cerita imran.
" what apa.. abang yang benar saja! " ucap mega sambil memicingkan mata nya.
" Iyah tolong lah dek, abang ada niat mau serius sama gadis itu. tapi abang bingung ngomong nya " ujar imran memohon pada mega agar mega membantu mendekatkan pada gadis yang imran pilih.
sejujurnya saja mega pun bingung karna dalam hidup nya ia belum pernah merasakan mencintai seseorang bahkan dengan Azmi pun.yang menjadi incaran para santri putri pun. mega tidak begitu terkesan dengan ustadz Azmi.
" ko meneng sih? " tanya imran pada mega yang malah menatap dinding nanar.
" sudah lah bang, abang sholat aja minta sama Allah Kalou dia jodoh abang pasti ke akad. " ucap mega sambil meninggalkan imran yang masih duduk di tanga.
mega melihat aba, yang sedang duduk bersama umi farida di gazebo. mega selalu berangan agar umi nya lah yang terus bersama aba namun takdir berkata lain.
memang sebelum umi meninggal farida lah yang mengurus mereka. dan kini farida menjadi ibu tiri nya.
tak terasa, air mata mega menitik di pipi. mega amat merindukan umi nya yang sudah satu tahun meningal.
" hhuumm.. aku kan mau ambil makanan di kulkas ko malah jadi mewek gini. " gumam mega sambil menuju ke dapur.
di dapur mega sudah di siapkan oleh umi farida buah dan puding. mega mengambil sepotong puding dan buah nya.
" enak juga puding buatan umi. " gumam mega dalam hati.
meski sejak farida menjadi umi nya mega, mega berubah menjadi dingin kepada farida.
" eh anak umi.. enak ngk puding nya? " tanya umi farida yang tiba-tiba menghampiri mega.
" enak mi. " jawab mega lirih.
meskipun begitu, umi farida tetap bersikap ramah terhadap mega karna baginya mega sudah di anggap menjadi anak nya.
" gimana Azmi sudah ngabarin? " tanya aba menyambung.
" sudah baa mas Azmi mah ngk ketinggalan baa, selalu absen ngabarin aku. " ujar mega sambil menyuap puding ke mulut nya.
" syukur alhamdulillah " ucap aba sambil melirik umi farida.
setelah menghabiskan puding dan buah nya. mega menonton TV sambil selonjoran di sofa.
__ADS_1
hingga tidak sadar mega Tertidur di sofa.
" bangun hey udah mau magrib ini " ucap imran mengagetkan mega.
mega pun terbangun tak terasa ia, tidur sudah dua jam. padahal di atas juga ia sudah tertidur.
" ngk ada aby ko aku jadi tidur mulu yah " gumam mega dalam hati sambil menguap.
mega yang sudah turun. dan mager malas naik ke kamar nya, mega pun ikut umi ke masjid.
mega sholat di barisan paling belakang, setelah selesai sholat terlihat, banyak santri putri yang melirik mega ketus.
" liat tuh!.. istrinya ustadz ko begitu yah, pasti juga ustadz Azmi mau sama dia terpaksa. " bisik mereka. namun terdengar suara sayup-sayup nya.
memang benar jika memang banyak di hujat sebab sifatnya yang amat jauh dengan imran. imran kalem pendiam dan ramah jika mega petakilan judes serta angkuh mega tidak berani menyapa lebih dulu sebelum di sapa.
" apa sih.. sinis aja mereka! " gumam mega dalam hati sambil melipat sajadah nya dan langsung kembali ke rumah.
cek lek...
sesampainya di kamar mega langsung membanting pintu dan ngedumel sendiri.
" apa apan sih mereka! kan aku juga sama mas Azmi di jodohkan kalou bukan karna aba aku juga ngk mau toh "
mega yang sudah kadung kesal pun hanya bermain ponsel di kasur nya. sementara Azmi begitu sibuk dengan kegiatan hari ini.
telfon mega berdering....
" hello Assalamualaikum " ucap Azmi lewat telfon.
" lagi apa istri ku, sudah makan belum? "
" sudah " jawab mega singkat.
" kamu lagi ngambek yah? " ujar Azmi seolah ia tau perasaan istri nya.
" ngk biasa aja!... udah lah aku sibuk mau kerjain tugas. " ucap mega Tampa salam tiba-tiba, menutup telfon.
" hhmmmm..kebiasaan " ucap Azmi hanya tersenyum getir.
****
ke keesokan. paginya mega sudah siap di antar pak warto ke sekolah nya.
" neng kemungkinan nanti bapak sore ngk bisa jemput kamu" ujar pak warto.
" knp pak? "
" istri bapak mau lahiran soalnya "
" ouh gitu.. yah sudah pak nggak papa nanti saya naik Grab. "
setelah itu mega pun sampai di sekolah nya. di dalam kelas intan dan Ratna sudah ada di sana. tapi mawar tidak masuk sekolah.
" nnaa.. ini mawar kemana? "
" sakit ga.. nanti pulang sekolah jenguk yu? " ucap Ratna.
__ADS_1
" boleh tuh " akhirnya mereka bertiga sepakat untuk menjenguk mawar.
setelah jam istirahat selesai mega langsung kirim WA ke aba nya Kalou hari ini ada pelajaran tambahan.
soalnya jika Mega harus bilang ke rumah mawar. pasti pemikiran aba nya akan negatif thinking.
" ayo lah gas poll. " ucap intan sambil cekikikan.
tiba-tiba fatir datang dan meminta ikut, kebetulan fatir membawa mobil.
tampa tolak! akhirnya mereka berempat ke rumah mawar.
sesampainya di rumah mawar terlihat mawar yang terbaring lemah. di kasur nya.
" why tukang ghibah bisa sakit juga yah. " ledek mega.
" cah.. ilah gw juga. manusia kali ngan. " jawab mawar.
mereka semua terkekeh. tidak terasa sudah dua jam. mereka mengobrol. mega pun pulang. tapi fatir berniat untuk mengantarnya pulang
" Ga..intan sama Ratna juga aku anterin kamu aku anterin juga yah. " ucap fatir.
mega yang tadinya menolak pun, akhirnya menerima ajakan fatir.
dan setelah intan dan Ratna di antar oleh fatir. kini hanya ada mega dan fatir di mobil.
fatir menyalakan musik di mobil nya, ia memutar lagu terbaru yang sedang populer.
" kamu suka ngk lagu ini. " ujar fatir sambil melirik.
" suka ini lagu favorite aku. " ucap mega sambil ikut bernyanyi.
" iyah Ga.. kamu udah punya pacar belum sih. " ucap fatir dengan nada serius.
sontak mega langsung gelagapan.
" kenapa memang nya. " ucap mega.
" Kalou belum.. kita jadian yuk! Kalou kamu ngk mau di publish ngk papa ko, cukup kita berdua aja yang tau! " ucap fatir
" bukan ngk mau pacaran... tapi!! "
" tapi apa? " tanya fatir penasaran.
" aku kan udah punya suami. " ucap mega dalam hati..
" hmm... kMu kan tau sendiri! aku mana mungkin boleh pacaran sama aba. "
" ouh Iyah yah..yah udah lulus sekolah aku langsung nikahin kamu. " ucap fatir dengan serius.
" ihh apa sihh.. serius amat ngomong nya. udah fokus nyetir nya. " jawab mega sambil gelagapan.
fatir meneruskan perjalanan menuju rumah Mega.
Bersambung...
jangan lupa like komen yang bijak. and subscribe yah..
__ADS_1