mega untuk Azmi

mega untuk Azmi
episode 17 mega untuk azmi ( pulang ke pesantren)


__ADS_3

setelah sudah hampir dua minggu, pulang dari pondok Luna ingin bersiap siap masuk ke pesantren lagi.


" sudah siap belum? " ujar Imran, pada Luna.


" sudah bang. ayo. " ujar nya.


mereka pun, langsung berpamitan. menuju pesantren.


di sepanjang perjalanan. mereka berdua naik turun kendaraan, sebab di desa Luna tidak ada rental. maupun taksi online.


saat turun di res area, mereka berdua mampir untuk istirahat dan memesan makanan.


" sayang kamu mau makan apa? " tanya Imran, pada Luna.


" aku mau makan, nasi padang aja sama teh anget. " ucap nya sambil mendekap lengan Imran.


sekilas Imran. mencium kening Luna, dan mendekap Luna, mereka berdua sangat serasi seperti anak muda yang kekinian,


" abang. Kalou ade udah masuk pondok. abang Kalou ngajar jangan suka lirik lirik. ukhti lain ya! " ujar Luna sambil memanyunkan bibir nya.


" insyaallah toh sayang, " ujar Imran sambil mengusap kening Luna.


setelah selesai beristirahatlah, akhirnya perjalanan mereka pun. di lanjut lagi menuju pesantren.


di dalam, Tas Luna ponsel nya berdering Telefon dari zahra.


" halo asalamualaikum, " ujar zahra.


" iyah walikum'sallam. kenapa zah? " tanya mega.


" kamu udah. ke arah pondok ngk lun? "


" ini lagi di jalan. kenapa? " ucap Luna.


" aku mungkin ngk. masuk pondok dulu, nanti mungkin masuk nya, minggu depan. " ujar zahra.


" sayang siap yang telfon? " tanya ustadz imran. berbisik lirih


" zahra " ucap Luna seperti pada dirinya sendiri.


imran, hanya menganguk melihat pembicaraan istri nya, dengan sahabat nya. memang dari pertama imran melihat mereka, memang sudah akrab. bahkan mereka selalu ke mana-mana.


setelah Luna menutup telefon nya, barulah imran bertanya dengan, detail


" zahra kenapa dek? " tanya imran.


" katanya. ngk masuk pondok dulu bang, masuknya minggu depan. " jelas Luna.


" oh gitu..ehh tapi nanti istri abang, ngk ada temen nya yah. aduh duh. kasian banget istri abang " ucap imran sambil merangkul Luna, menyandarkan ke dada nya.


" tenang sayang. nanti kan tidur nya sama abang. " ucap imran lagi.


" maksudnya? " Luna langsung kaget dan melirik, memicingkan mata nya ke imran.


" hehehe.ngk mau di temenin emang? " ucap imran meledek.


" ngk lah,kan di pondok nanti mereka pada,

__ADS_1


berfikir negatif " jelas Luna.


imran pun semakin erat memeluk istri nya, sebab jika nanti sudah sampai di pondok. mereka tidak mungkin, bisa bermesraan seperti ini.


" ternyata mas imran, bucin juga ke aku. " gumam Luna, sambil senyum-senyum. sendiri


setelah mereka menempuh perjalanan kurang lebih enam jam. akhirnya mereka pun sampai di pesantren.


saat mereka sebelum, berpisah Luna mencium tangan imran. dan imran memeluk luna dengan erat.


" sayang sini, dulu abang mau peluk kamu. "


Luna pun langsung mendekat, kebetulan memang suasana di pondok masih sepi, dan hanya beberapa santri yang baru masuk pondok.


setelah itu mereka pun perpisahan, imran memperhatikan istri nya, yang melangkah memasuki halaman pondok putri,dan imran pun. langsung menuju rumah nya.


" assalamu'alaikum. tok tok " sambil mengetuk pintu.


" walikum'sallam " ujar umi farida sambil membuka pintu.


" ehh. imran masuk nak. sampai kapan?


luna nya mana? " tanya umi farida


" Luna langsung, masuk pondok mik. " jelas imran sambil kakinya melangkah masuk.


mega yang berada di lantai dua pun.keluar kamar karna mendengar suara abang nya.


" chia... penganten baru.. " ledek mega.


" ipar ku mana? " tanya mega.


" langsung masuk pondok. " jelas imran.


" ciahh.. Kou puasa dong " mega terkekeh


imran tak menghiraukan. dan langsung masuk ke kamar nya, yang bersebelahan dengan kamar mega.


saat memasuki kamar, imran langsung terduduk dan melamun. " seharusnya Luna ada di sini ya " gumam nya sambil mengusap atas kasur. yang beralas seprei merah.


Tiba-tiba senyuman nya, langsung merekah kala ia mengingat kejadian kemarin sebelum pulang.


" aduh mending aku. ke kantor aja lah, dari pada disini " ucap nya pada diri sendiri.


imran pun, langsung membereskan keperluan nya, dan menuju kantor.


saat ia sudah menuju kantor. ia melihat ustadz salim yang sedang ingin menghampiri Luna.


" astaghfirullah, itu si salim ngapain ke istri ku, pake bawain. bingkisan segala " gumam imran.


tampa berfikir panjang, imran langsung memangil ustadz salim.


" ustadz salim. " ustadz salim menoleh. namun Luna juga kaget ikut menoleh ke, arah imran.


" ustadz salim sudah pulang? " ucap ustadz salim, sambil mendekati.


" sudah ustadz, saya baru saja sampai. "

__ADS_1


tangan imran mengisyaratkan, bahwa Luna harus segera pergi dari situ agar setelah. salim menoleh ia sudah tidak ada.


" ustadz mau kemana? " ujar imran basa basi.


" mau ngasih. oleh oleh, buat calon istri. " ucap nya.


seketika api cemburu pun. langsung membakar hati imran. rasanya ia ingin menghajar salim langsung. tapi ia tau demi kebaikan istri nya.


" ustadz kenapa ko malah, ngelamun. ustadz sendiri mau kemana? " tanya salim.


" saya mau ke kantor. ada sedikit kerjaan. " ucap imran sambil mengelus belakang leher nya.setelah itu imran pun berlalu.


di kantor pun, imran meras tidak tenang. karna terus kepikiran ucapan ustadz salim.


" ya Alloh.. sampai kapan ya salim mau. ngedeketin Luna. " gumam nya.


azmi yang baru selesai rapat pun tidak sengaja. lewat depan kantor kerja imran.


" assalamu'alaikum, abang sudah pulang. " ucap azmi.


"waallaikumssalam. oh ustadz Azmi silakan duduk. " ujar nya.


" ustadz dari mana? " tanya imran.


" habis rapat. kumpulan peresmian gedung pesantren baru bang. " jelas Azmi.


" lancar? "


" alhamdulilah lancar, tapi mungkin para santri bisa memasuki gedung pesantren nya bulan depan. karna alhamdulillah semakin kesini makin meningkat murid yang mau belajar di pondok pesantren ini. " ucap azmi sambilan tersenyum.


setelah lama berbincang, azmi pun langsung berpamitan karna akan ada keperluan lain nya.


di sisi lain mega sedang memakai lulur di sekujur tubuh nya, dan melihat tubuh nya di cermin.


sambil mega melihat tubuh kecil nya yang semakin hari banyak perubahan. apa lagi ukuran bokong dan dada nya, yang makin melar, dan membesar. apa lagi akhir akhir ini, perut mega sudah mulai mengencang. bahkan terkadang mual mendadak dan. mood yang berantakan.


cek.. klik..


Azmi membuka pintu, langsung kaget melihat istri nya yang hanya memakai bra dan Cdi.


" subhanallah sayang, ko kamu pake nya kayak gitu. " ujar nya sambil menelan saliva.


" hehe aku habis pakai lulur soalnya. " ucap mega, sambil langsung mengambil handuk.


sekarang mega tidak malu apa lagi canggung. karna ia merasa Azmi berhak melihat pemandangan ini, dan mega selalu berusaha jadi istri yang Soleha, untuk Azmi.


" kamu kok sekarang udah mulai gendut yah. " ledek Azmi.


" masa sih bii? " mega langsung mengaca di cermin lemari.


" iyah.. soalnya, beby utun, udah mulai gede sih yah. "


mega hanya tersenyum Getir, saat Azmi menggoda nya.


Bersambung....


Jagan lupa like, and subscribe.

__ADS_1


__ADS_2