
"Benar , kita tidak punya pilihan" balas Rafa datar.
Joni yang mendengar pun mendengus dengan sikap Rafa , tadi Rafa riang saja ! Tapi kenapa mendadak berubah dingin?.
Haruskah Joni menghubungi tari lalu mengatakan 'tar! Suamimu sekarang dalam mode dingin berhati hatilah'.
Seketika Joni teringat sesuatu ketika memikirkan tari juga quqi yang sedang keluar entah kemana.
"Raf , bukankah kau ingin menyelidikinya ? Ini waktu yang tepat!" Ucap Joni dingin pada Rafa yang terlihat kaget namun detik kemudian wajahnya kembali datar.
"Kau benar " sahut rafa lalu pergi ke dalam ruangan diikuti Joni , mungkin ini kesalahan yang akan mereka tanggung nantinya! Seharusnya mereka tidak menyembunyikan hal ini dari quqi dan tari.
Ini adalah awal dari perpisahan mereka.
Sedangkan itu ..
"Wahh bener bener sih enak banget!" Oceh tari sambil menyuap spaghetti ke mulutnya secara perlahan.
"Iya kau benar" balas quqi terus memakan spaghetti di mulutnya.
"Jadi pingin nambah lagi deh" sambung tari bertambah semangat.
"Ya terserah saja ! , Tapi ingat loh jaga kandungan ! Spaghetti itu bukan sepenuhnya sehat" sahut quqi.
Yah memang ! Yang sehat kan sayur yang ada di spaghetti mereka.
"Huh iya iya!" Ucap tari mengerucutkan bibirnya.
Quqi yang melihatnya pun terkekeh , bisa bisanya sahabatnya sekarang seperti anak bayi !.
Atau.. mungkin itu bawaan sang bayi calon keponakannya ?.
" sudah jangan cemberut begitu ! Jelek tahu !" Ujar quqi pada sahabatnya lestari.
"Mana ada ! Kapan saja dan dimana saja aku itu selalu cantik bersinar!" Balas lestari dengan tingkat kepedean yang menyentuh level tinggi.
"Dih , mana percaya aku tuh" ucap quqi.
__ADS_1
"Ya harus percaya dong ! Pokoknya kau harus percaya!" Balas lestari.
"Yeuh gimana bisa gitu ? Kan terserah aku mau percaya atau tidak !" Sahut quqi.
"Haishh kau menyebalkan!" Putus tari lalu makan dengan muka ditekuk.
Quqi yang melihat nya pun tertawa terbahak bahak , akhirnya dia bisa mengalahkan sahabatnya yang terkenal cerewet!.
Entah bagaimana tapi menggoda tari adalah salah satu hobi dari quqi dari dulu sampai sekarang , tak akan pernah berubah.
"Ketawa aja terus ! Sampe mampus!" Teriak tari karena kesal dengan quqi.
"Ahahah lucu sekali sahabatku inii , ulululu lihat ! Bibirnya mengerucut seperti kerucut saja!" Balas quqi terus tertawa karena tingkah tari.
Sikap juga sifat tari seperti kanak kanak sekarang mungkin ini efek karena kehamilannya.
Yah apapun itu ! Quqi memang sangat suka ketika melihat wajah kesal lestari apalagi kalau sampai cemberut !.
"Nyenyenye , aku tak dengar perkataanmu!" Ucap lestari pada quqi.
Tawa quqi kembali pecah karena perkataan lestari baruu tadi tawanya mereda sekarang tawanya menyembur keluar lagi!.
"Sukurin! , Mangkanya lain kali jangan gangguin princess dong !" Balas lestari narsis.
Mendengar itu quqi pun menatap heran pada lestari kapan sahabatnya ini belajar menjadi narsis ?.
Para pelayan di restaurant itu pun diam menyaksikan kedua pelanggan mereka sambil sesekali tertawa kecil.
Yah tak masalah karena restaurant mereka masih sepi dari yang namanya pelanggan.
"Hilih narsis amat !" Sahut quqi menatap sengit pada lestari seolah ingin memulai baku hantam.
"Dih serah deh ! Orang yang aku katakan bener kok !" Ucap lestari membela dirinya dari ucapan 'narsis'.
Padahal memang benar adanya , lestari ini bertambah narsis! Dan seperti biasa lestari tak akan terima dikatakan narsis hingga akan jadi perdebatan yang amatt panjang!.
"Mohon maaf , nyonya saya rasa kita harus kembali , tuan Joni dan tuan Rafa sudah menanyakan keberadaan nyonya" ucap sang supir mencoba sehalus mungkin pada kedua nyonyanya.
__ADS_1
Padahal bukan seperti itu aslinya ! Joni dan Rafa memang menanyakan keberadaan isteri mereka ! Tapi mereka menyuruh agar tak cepat pulang!.
Sang supir , Gunawan ia merasakan jika ada yang mengikuti mereka ,selain pengawal bayangan yang memang ditugaskan untuk menjaga kedua nyonyanya!.
Kinen pun mengerutkan keningnya , sedari tadi ia tak faham! Mommy dan sahabatnya membicarakan tentang spaghetti kan ? Memang enak spaghetti disini ? Mungkin nanti ia akan mencobanya.
Dan tentang sang supir , sepertinya supir itu bukan supir biasa! Itu menurut kinen!.
Ia yakin akan hal ini! Karena tak masuk akal jika sang Daddy dan sahabatnya membiarkan isteri mereka di luar tanpa khawatir sekali pun!.
"Biarkan saja ! Salah siapa membuatku kesal tadi huh!" Sahut tari ia masih kesal karena Rafa.
Gunawan yang mendengar pun meneguk ludah bulat bulat! Jika sampai ada lecet sekalipun di tubuh kedua nyonyanya ini yang kena akibat itu dia!.
Gawat ! Gunawan harus segera membawa kedua nyonyanya ini pulang ! Tentu saja tanpa terluka agar hidupnya aman!.
Tanpa banyak bicara Gunawan pun berlutut di depan kedua nyonyanya sambil mengatupkan tangan , memohon pada kedua wanita di depannya.
Tari dan quqi yang melihat pun terkejut!.
"Eh , hei ! Kenapa kamu bersujud ? Bangun jangan seperti ini!" Teriak keduanya.
"Saya tak akan bangun kecuali jika nyonya tari dan nyonya quqi ikut saya pulang" sahut Gunawan.
"Kenapa ? Memang kenapa kalau kami tidak mau pulang ?" Balas tari pada Gunawan.
"Jika kedua nyonya tidak pulang maka hidup saya akan berakhir!" Ucap gunawan.
Jujur saja! Sebagai seorang anggota mafia bersujud seperti ini itu hal yang dilarang , tapi.. kali ini ia bersujud sebagai seorang supir bukan anggota mafia! Jadi tak apalah!.
Tari dan quqi pun saling memandang mereka baru sadar kalau kedua suami mereka memang bukan orang biasa.
Lupakan kinen yang masih belum konek tentang hal ini!.
Memang otak kinen itu terkadang kapasitas nya rendah ! Selain itu kinen juga termasuk orang yang ceroboh! Kalian tahu apa saja kecerobohannya ? Ia bahkan pernah mengumpulkan ujian teman sekelasnya ke dosen yang salah! Apa lagi ? Banyakk tidak akan habis untuk dibahas!.
' oke , sepertinya aku tahu kenapa aku sangat ceroboh , mungkin itu bawaan dari mommy' batin kinen.
__ADS_1
Pada akhirnya quqi dan tari mengalah juga , mereka pada akhirnya pulang dengan selamat , yah Gunawan cukup bersyukur.