
Baru saja kinen berfikir keras kejadian di depannya lagi lagi berlalu dengan cepat , ia bahkan sampai pusing dibuatnya.
" Maaf tapi kau harus segera kembali ke masa depan atau hidupmu disana akan terancam" bisik seseorang di balik telinga kinen.
Kinen pun menoleh dengan waspada tapi apa yang ia lihat ? Tak ada siapapun disana!.
Oek oek oek.
Terdengar suara tangisan dari ruangan persalinan.
Pandangan kinen pun teralihkan tanpa sadar dirinya melangkah maju untuk masuk ke ruangan itu.
Kini dapat ia lihat sang mommy , Daddy dan kedua sahabatnya menangis bahagia.
"Ulululu lihat raf! Ponakan kita cantik sekali" ucap tari sambil menggendong bayi laki laki di tangan nya.
"Ah iya! Lucu sekali" sahut rafa.
"Mereka pasti menjadi kakak beradik yang akur! Setidaknya itu harapan kita" ucap quqi mengelus lembut kepala bayi nya.
"Ya setidaknya begitu" sahut Joni menatap haru pemandangan di depannya.
"Heem , untuk masalah jodoh biar mereka menentukannya sendiri" ucap tari antusias.
Rafa pun mengangguk membenarkan ucapan quqi juga lestari.
Sejak melihat pemandangan itu kinen membeku..
"Wait ? Aku... Aku anak..." Ucap kinen menitikkan air matanya , sedari awal ia sudah curiga.. ia lebih mirip sahabat mommynya daripada mommynya.
Atau lebih tepatnya sahabat mommynya itu momnya sementara mommynya itu bibi nya.
"Huaaa mommyy!!" Teriak kinen lalu memeluk quqi yah walau ia sebenarnya tembus pandang tapi biarkan dirinya melepas rindu sebentar saja.
"Quq , Jon.. siapa nama anakmu ?" Tanya lestari.
"Oh iya! Ehem welcome to world baby gehara kinen Oliver berzeliuz!" Jawab quqi dan Joni secara bersamaan dengan antusias.
Jauh jauh hari dirinya dan Rafa sudah sepakat untuk memberi nama bayi mereka kinen.
__ADS_1
Mereka semua pun tertawa senang tanpa tahu apa yang menanti mereka di masa depan.
Kinen sendiri tercengang ketika mendengar nama aslinya .. berzeliuz ?.
"Aku.. aku bermarga berzeliuz ? Perusahaan berzeliuz itu perusahaan yang sangat besar bahkan melebihi besarnya perusahaan dad- maksud ku paman Rafa" ucap kinen melepaskan pelukannya pada quqi lalu menatap bayi dirinya yang didekap erat oleh quqi.
"Dia itu yang akan mewarisi semua aset keluarga berzeliuz!" Balas Joni menatap senang pada anak perempuannya.
"Se-sekarang.. siapa yang memegang perusahaan ?" Batin kinen.
"Kemana mom dan dad dimasa depan ?!" Pertanyaan kinen terdengar cukup frustasi.
Rahasia sebesar ini momnya menyembunyikan ini darinya! Identitas aslinya , mom dan dad aslinya! Ia akui.. bibi tarinya memang menyayangi dirinya di masa depan! Tapi ia juga berhak untuk mengetahui identitasnya!.
"Huaaaa" katakan kinen cengeng , tapi dada kinen serasa sangatt sesak dibuatnya.
Tiba tiba latar berganti begitu saja , kinen menatap pandangan di depannya dengan berkabut.
"Eh eh! Sayang awas! hati hati kin" ucap quqi setengah berteriak lalu menggendong bayinya yang kini sudah bisa merangkak.
"Quq! Ayo sini!" Teriak Joni , lestari dan Rafa secara bersamaan.
"Ayo foto!"
"Siap ?" Tanya tari mereka bertiga mengangguk pertanda mereka sudah siap.
"Oke! Satu dua tiga" ucap tari lalu berlari menuju samping quqi , sementara bayinya, Revan di gendong oleh sang Daddy.
CEKREK
Mereka semua pun terkekeh girang , kehidupan mereka benar benar lengkap sekarang .. namun siapa yang tahu jika kehidupan indah mereka akan terusik?.
Baru saja mereka mengambil foto terdengar suara dari depan.
DOR
DOR
DOR
__ADS_1
"Dengar! Serahkan kedua pewaris darah biru! Atau kalian terima akibatnya!" Ucap seseorang yang jelas suaranya dikenal oleh Rafa dan Joni namun tidak dengan lestari dan quqi.
"Saya tahu! Pewaris darah biru adalah nona muda keluarga berzeliuz dan tuan muda keluarga purnama! Serahkan mereka!" Sambung orang itu dengan suara yang keras.
"D-darah biru?" Tanya kinen tanpa sadar meraba nadinya.
"A-apa ? S-siapa yang..?" Tanya quqi pada ketiga orang di sekitarnya dan hanya gelengan kepala yang ia dapatkan.
"Siapa yang ada diluar ?!" Panik tari namun dengan nada berbisik.
Quqi terlihat menggeleng pertanda ia tak tahu suara itu namun Joni dan Rafa tidak menggelengkan kepalanya.
"Kalian.. jangan bilang kalian tahu siapa dia?" Tanya tari pada Joni dan Rafa dengan nada tak percaya.
Alih alih menjawab mereka hanya diam. "Bawa Revan dan kinen , kami akan membereskan semuanya" ucap Rafa lalu menyerahkan anaknya pada tari.
Secara serempak mereka mendorong tari dan quqi masuk ke almari di dekat mereka.
Quqi dengan terpaksa membius kedua bayi mereka , agar tak menimbulkan suara yang dapat membahayakan kedua bayi itu sendiri.
Kinen yang melihat pun mulai berteriak histeris "jangan! Jangan Pergii!! Jangan lawan mereka!!" , Kejadian ini.. apa kejadian ini yang merenggut nyawa orang tua kandungnya dan pamannya? tapi bagaimana bibinya bisa selamat?.
"Please! Ku mohon dengarkan aku! Daddy! Jangan kesana!" Teriak kinen lalu berusaha mengejar Joni dan Rafa namun sia sia karena dirinya kini sedang berada di sebuah pembatas besar yang membuatnya tak bisa kemana mana.
"No!!!" Sambung kinen histeris , no no ia tak ingin melihat kejadian berdarah jika itu darah orang yang kini ia sayangi!.
Kinen pun mendengar suara dentingan besi dan suara timah panas yang dilepaskan.
Kinen sekarang luruh dan akhirnya terduduk di lantai dengan kondisi yang menyedihkan , dirinya pewaris keluarga berzeliuz...
Mommy dan daddynya bukan olander lestari purnama dan Rafa aldeto purnama melainkan gehara Joni berzeliuz dan quqi syarika berzeliuz.
Sebuah kenyataan besar yang mengubah jalur hidupnya..
Nope! Jangan menangis kin! Kau harus menuntut balas dendam kepada orang yang menghabisi kedua orangtuamu!.
Itu yang ia tekankan pada fikirannya , ia harus menghafal wajah semua pembunuh itu.
________________________
__ADS_1