
Ia tak akan melupakan wajah orang orang yang merenggut nyawa sang mommy dan sang daddy.
Ia akan membalas orang itu di masa depan , tak peduli orang itu sudah mati atau masih hidup! Jika orang itu sudah mati maka ia akan mendatangi makam orang itu dan mengacak acaknya.
Jika orang itu masih hidup.. maka ia akan menghadapi dirinya dengan siksaan lebih dari rasa sakit yang dirasakan oleh mommy dan daddynya.
Itu janji dari seorang pewaris keluarga berzeliuz , camkan hal ini!.
Kinen pun mulai menghapus air matanya , ia harus memandang kejadian ini dengan cermat.
BRAK
Terdengar suara pintu yang dibuka secara kasar hal ini membuat kinen menahan nafasnya.
Ia harus menyiapkan mental disini.
"Ahahaha nyonya berzeliuz! Nyonya purnama! Ayo serahkan bayi kalian atau suami kalian akan m4t1" ucap seorang lelaki diikuti oleh tawa 4 lelaki lainnya.
"Pelaku \= 5 orang lelaki" ucap kinen agar ia mengingatnya.
"Ohh! Tidak mau ya? Lihat apa yang kami bawa!" Ucap salah seorang lalu menunjukkan peledak di tangannya masing masing.
__ADS_1
Sejenak kinen , quqi dan lestari tercengang , peledak itu bukan benda yang pantas untuk dimainkan.
"Breng*ek!" Terdengar umpatan sang Daddy , gehara Joni berzeliuz dari arah pintu.
"Oh! Jadi kalian sudah sampai? Wah kecepatan kalian wajib dipuji!" Ucap lelaki tadi.
"Jauhi isteri dan anak kami!" Sahut rafa dengan dingin.
"Ahahah! Kita lihat seberapa hancurnya kalian saat melihat mereka mati!" Balas orang itu lalu terkekeh senang.
"Ck! Kalian mungkin bisa senang saat ini tapi aku akan membalas kalian jauh kejam dari ini" ucap kinen dengan sorot mata membunuh yang mengarah kepada lima lelaki asing.
Kinen yang biasanya hanya menerima pembully an dari teman-temannya kini menjadi orang yang siap membunuh? Inilah gen dari sang Daddy.
"Ahahah mimpi saja! Kami akan mencari mereka hahahah!" Balasnya.
"Kenapa? Kenapa kau melibatkan mereka? Apa kekuatanmu berkurang? Oh! Atau.. kau memang br*ngsek?" Umpat Joni dan Rafa secara bersamaan.
Jangan bingung! Rafa dan Joni ini memang seringkali melakukan dan mengucapkan hal yang sama.
"Diam!" Ucap seorang lelaki yang kinen yakini sebagai ketua dari empat orang lainnya.
__ADS_1
"Lihat yang aku bawa kak!" Sambung orang itu lalu menunjukkan peledaknya lagi.
"Aku bukan kakakmu! , Adikku tidak seb*jingan ini!" Balas Joni.
"Serahmu saja kak! Ayo! Mari kita buktikan siapa yang lebih kuat!" Sahutnya lalu membuka topengnya diikuti oleh keempat orang lainnya.
Kini kinen bisa melihat sangatt jelas! Namun saat ia menyimpan semua muka yang ada di depannya malah matanya menangkap sosok yang tak asing.
"Itu.. itu.. itu orang tuanya kak Rina kan?!" Kaget kinen saat melihat orang tua dari orang yang berhasil menghancurkan hidup sang Abang.
Tangan kinen kembali terkepal kuat , ia harus membalas semuanya , rasa sakit mommy quqinya , mommy tarinya , Daddy joninya , daddy rafa , perubahan sifat abangnya dan.. kematian dari ponakan cantiknya.
Semua itu akan terbalas! Ingat saja.
Pandangan kinen mengalih ke tempat dimana kedua mommy , Abang dan dirinya yang masih bayi bersembunyi.
Mommy tari dan mommy quqi pasti bingung.
Oke! Kinen memutuskan untuk memanggil tari dan Rafa mommy serta Daddy karena bagaimanapun yang merawatnya selama ini mom tari kan? Lagipula kasih sayang yang dicurahkan mom tari padanya itu tulus.
"Tar.. apa Joni dan Rafa mengenal mereka?" Bisik quqi pada tari pasalnya sedari tadi Joni dan Rafa selalu mengarah kan pandangannya ke arah mereka dan bahkan tidak melihat tempatnya dan tari sekalipun.
__ADS_1
"Entahlah queen , princess juga tidak tahu" bisik tari , memang saat berhubungan dengan mafia tari akan memanggil quqi queen.
Setelah mendengar bisikan tari quqi kembali mengarahkan pandangannya ke sang suami.