
Quqi menatap sendu pada puterinya yang saat ini sedang berlatih bela diri sebelum kembali ke masa depan.
Puterinya terlihat lihai melakukan serangan demi serangan termasuk cara menyelamatkan diri di antaranya cara melangkah cepat namun gerakannya halus seringan bulu.
Seperti dirinya dan lestari saat dilatih oleh mereka , kinen begitu cepat memahami segala gerakan hal ini jelas karena puterinya sudah pernah melihat gerakan gerakan seperti ini saat menjelajahi masa lalu.
"Yes! Mom , mommy lihat kan? Aku bisa!" Teriak kinen dengan girang , baru beberapa hari ia dilatih bela diri dirinya sudah bisa menguasai teknik teknik yang di ajarkan oleh kedua daddynya.
Quqi hanya mengulum senyum dan mengangguk ke arah little girlnya.
Mau sebesar apapun , sudah berusia berapapun kinen puterinya tetap seorang anak kecil bagi quqi.
Bukankah itu hal yang wajar? Tentu saja! Setiap orang tua pasti akan menganggap anaknya masih kecil walau anaknya sudah sebesar bantal guling.
"Kamu sangat hebat sayang!" Ucap Joni lalu mengelus lembut kepala anaknya.
Namun Rafa tiba tiba menatap Joni sedih , Joni mengerti Rafa merindukan isteri dan anaknya sekaligus ia bersedih karena akan berpisah dengan ponakan perempuannya.
Kinen yang melihat arah pandangan daddynya pun bertanya "dad Rafa , kenapa Daddy sedih begitu?".
"Eh , tidak papa sayang! Daddy tidak sedih kok" elak Rafa dan mengganti wajah murungnya menjadi sebuah senyuman.
"Daddy tidak bisa berbohong! Kinen melihatnya!" Sahut kinen.
"Kamu melihatnya sayang?" Tanya Rafa pada ponakannya.
"Tentu saja! Sekarang katakan kenapa daddy sedih?" Ucap kinen
__ADS_1
Rafa terdiam di tempat lalu memandang ke atas membayangkan kejadian kejadian indah sebelum ia meninggal di tangan Leon.
Sejenak ia tersenyum ketika membayangkannya namun senyuman itu pudar ketika mengingat perpisahan sebenar benarnya dengan isteri dan anaknya.
Andai dia bisa memutar waktu , andai saat itu ia dan Joni memberitahu quqi dan lestari tentang Leon , apa kejadian itu akan berubah?.
Yah mungkin.
Tiba tiba Rafa tertawa hambar sambil menitikkan air matanya pelan , ia terus mencoba tertawa walau rasanya akan sangat menyakitkan namun lebih sakit lagi ketika ia memikirkan penderitaan sang isteri hingga membuat sifatnya berubah.
"Raf.. kalau kau tidak mau tertawa lebih baik jangan tertawa itu hanya akan membuatmu menderita" ucap quqi melangkah agar semakin dekat dengan mereka bertiga.
"... , Dad Rafa merindukan mommy dan Abang ya? Daddy jangan khawatir! Kinen akan menjaga mereka nanti , lagian tidak ada yang bisa melukai Abang!" Seru kinen sambil mengacungkan jari kelingkingnya.
Rafa serentak menatap kinen dengan sedikit senang lalu mengaitkan jemari kelingkingnya meski jarinya terlalu besar untuk jari kinen.
"Ingat janjimu ya! Jaga mom tari , Abang juga kakak iparmu , mom tarimu itu sangat suka makan ingatkan dia agar tidak makan rakus sana sini , takutnya dia tidak waspada".
Balas Rafa menatap pada kinen dengan pandangan penuh harap.
"Tentu saja! Kinen akan menyampaikan pesan Daddy ke mommy!" Timpal kinen.
"Sayang.. waktunya kamu kembali , tidak baik kalau kamu disini terlalu lama" ucap quqi sendu namun setidaknya ia bahagia bisa melihat sekaligus mengawasi puterinya walau hanya sebentar.
Namun itu cukup untuk quqi.
"S-sekarang mom?" Tanya kinen gugup , ia masih tidak mau berpisah dengan mommynya.
__ADS_1
"Iya sekarang sayang" karena quqi tak kunjung menjawab akhirnya Joni yang menjawab , Joni mengerti berat baginya untuk melepas kepergian kinen namun dunia mereka dengannya sudah berbeda , tidak baik jika kinen berada disini lagi.
"But.. dad?" Kinen ingin protes tapi sang mommy , dad Joni dan dad Rafa tiba tiba memeluknya lalu mundur membiarkan kinen menghilang ke masa depan.
"See you sweetie! Jangan lupakan janjimu pada dad rafamu!" Teriak quqi dan Joni serempak sedangkan Rafa..
"Sweet heart! Jaga dirimu ingat janjimu dan jangan lupa cari jodohmu!" Itu yang Rafa ucapkan sambil melambaikan tangan ke arah kinen yang sudah mulai hilang.
"Of course mom.. dad" balas kinen hampir menangis namun ia tidak mau membuat mom quqinya sedih jadi ia menahannya.
Pada akhirnya , perpisahan yang tidak diharapkan oleh kinen terjadi semuanya begitu cepat hingga ia akan dihadapkan dengan masa depan.
Membawa janji dan sumpahnya untuk membalas dendam akan penderitaan kedua mommy dan daddynya.
Tunggulah aku, Leon!.
...The end....
_________________________
Ahaha novel ini tamat juga setelah ini author mau up di my Mafia husband , pasalnya udah berhari hari novel yang itu tidak up.
Author mau novel yang ini tamat dulu agar kinen bisa bangun dari tidurnya di my Mafia husband , jangan khawatir author udah persiapin up-nya kok!.
Jadi tunggu aja ya..
Untuk yang udah mendukung novel ini sama novel author yang my Mafia husband maupun yang menikahi tuan muda yang dingin , thank you! Author berterima kasih sebanyak banyaknya untuk kalian.
__ADS_1
- cia ayunda