
"R-raf..." Panggil tari membuat fokus Joni dan quqi kembali pada kejadian di depannya.
Kinen saja sudah memakan rambutnya sendiri gemas karena tingkah mommy dan daddynya.
"Hm ?" Balas Rafa dengan deheman saja , ia masih tetap pada posisi dan masih tetap menatap mata tari dengan tatapan teduh yah walau gadis di bawahnya ini memberontak.
"Anu le-lepasin please " ujar lestari menatap penuh harap pada Rafa .
" No " jawaban Rafa benar benar membuat rahang quqi dan Joni jatuh secara bersamaan , abaikan kinen yang mencari hpnya untuk mengabadikan moment ! Padahal jelas kalau hpnya masih di masa depan !.
" Hiks huaaa maaff !! Udahh lepasin huaaa" ujar lestari sambil menangis , sudah lama saat pertama kali ia ada di bawah Rafa , ia sudah ingin menangis maka sekarang air matanya benar benar tumpah karena jawaban Rafa tadi.
"Bro ! Lepasin tari ! " Ujar Joni lalu menarik Rafa , kan Joni tetap tidak terima kalau lestari nangis ! Jadi ...
Sementara quqi langsung menuju lestari lalu membantunya berdiri , " kau baik baik saja kan tar ?" .
Tari pun menatap quqi syukur tinggi mereka hampir sama!.
"Hiks huaaaa " bukannya menjawab lestari malah menangis lagi.
__ADS_1
Hal ini membuat pandangan Joni dan Rafa terfokus pada mereka , Karena merasa diperhatikan quqi dan tari menatap pada Joni dan Rafa.
" Serem kau Raff !" Ujar tari masih sedikit sesegukan , tari tidak menangis betulan loh ! Ia cuma pura pura biar bisa di lepasin oleh Rafa.
"Oh ya ?" Sahut rafa mulai hangat .
"A****g emang !" Timpal lestari yang sudah mulai sangatt kesalll double double kesal!.
" Tu Mulut mau dijahit ?" Tanya Rafa , sengaja agar lestari lebih bisa mengontrol ucapannya.
"Jahit aja kalau bisa huh !" Jawab lestari lalu mengerucutkan bibirnya.
Kinen pun memandang mereka dari dekat walau ia harus sedikit makan hati disini , masa banyak sekali moment lope lope udara ? bukan mommy daddynya saja ! juga teman teman kedua orang tuanya juga ! bukankah menyebalkan ?
Eh ... Omong omong di masa depan gimana ya ? Kira kira mommy , kakak iparnya dan abangnya khawatir tidak ?
Kalau mommynya sudah pasti ! Kakak iparnya pasti juga ! Bahkan mungkin kakak iparnya mulai menyalahkan dirinya 'jika saja kinen tidak berangkat ke kampus' ' jika saja aku melarangnya' mungkin kakak iparnya mengatakan hal itu , yah kakak iparnya itu memang gemar menyalahkan dirinya sendiri padahal kejadian itu karena kesalahan kinen sendiri.
Abangnya... Akankah abangnya mengkhawatirkan dirinya ? Mungkin , ia tak memiliki dugaan pasti tentang perasaan abangnya saat ini , itu karena abangnya memang sulit untuk ditebak terutama ketika abangnya malah menjadi seseorang yang seringkali dingin juga cuek.
__ADS_1
"...." Mendadak kinen bungkam ketika memikirkan hal ini..
Bagaimana perasaan orang terdekatnya ? Bagaimana .....
Tapi.. mengingat kalau kedua sahabat mommy dan daddynya mengirimnya kemari pasti ada tujuannya bukan ?.
Lagipula dia daridulu tertarik pada ilmu bela diri , hanya saja mommy dan abangnya tidak mengizinkan.
Mungkin ini sekaligus kesempatan untuk mengikuti sedikit sedikit teknik beladiri.
Kinen memanfaatkan kejadian time travel nya atau lebih tepatnya, Kesempatan dalam kesempitan.
________________________
Yah buah jatuh tidak jauh dari pohonnya ! , Lihat mommy ! Anakmu tertarik untuk belajar bela diri !.
Mari kita bertemu lagi!.
- cia ayunda
__ADS_1