
Lestari dan quqi nampak melihat dengan lekat dimana kedua suami mereka terluka dan melukai.
"Tar.. apa kita tidak akan membantu?" Tanya quqi menatap ke arah tari yang sedang menggendong anak lelakinya , Abang dari kinen .. Revan.
"Tapi mereka tidak mengizinkan kita membantu" jawab tari memandang sulit ke arah quqi.
"Tapi mereka kesulitan tar" lirih quqi sambil menatap sendu pada kejadian pertumpahan darah di hadapan mereka.
Semua itu tak luput dari perhatian kinen ,memang mommy tari dan mommy quqinya berada di dalam almari namun bayangkan saja pasti akan ada sedikit celah dimana udara di almari itu masuk kan?.
Beruntung posisi almari itu sedikit jauh dari pertempuran daddynya.
Tapi tentu saja sorot mata sendu yang diarahkan mommy quqi membuat kinen tak terima! Disaat terakhirnya mommy tidak mendapat momen yang bahagia akankah ini adil?.
Disaat kinen enak enaknya berfikir tentang pembalasan dendam yang akan ia laksanakan sebuah teriakan menyita perhatiannya.
Kini dapat kinen lihat saat ia sedang berfikir keras musuh mereka oh! Lebih tepatnya ayah dari MANTAN kakak iparnya menyeret kedua mommynya.
"A*Jing! Lepaskan mereka urusanmu dengan kami bukan mereka!" Dengus Joni menatap sengit pada musuhnya.
"Lepaskan mereka!" Sambung Rafa.
Saat ini rafa dan Joni dalam posisi diikat , itu karena untuk pertama kalinya mereka tak waspada dengan hal di sekitar mereka.
Hal itu disebabkan karena kemarahan Joni dan Rafa sudah di atas ubun ubun , musuhnya sengaja ... Musuh mereka sengaja membuatnya marah agar kehilangan kendali dengan keadaan di sekitarnya.
__ADS_1
Sampai pada akhirnya quqi dan tari diseret keluar , untungnya quqi dan tari masih sempat menyembunyikan Revan dan kinen di sudut almari.
"Tuan! Ada aroma yang enak di sekitar sini!" Lapor salah satu anak buah , tentu saja anak buah musuh mereka!.
"Hmm kau benar , kakak apa yang ada di mansionmu ini?" Tanyanya pada Joni yang terlihat membalas dengan tatapan tajam.
"Sudah ku bilang kau bukan adikku leon!" Sungut Joni pada orang yang ia panggil leon.
"......" Kinen terdiam dengan tubuh kaku , ia mengenal nama leon.. katanya leon ini tidak diberi nama keluarga karena tingkah nakal dirinya yang sudah kelewatan batas.
Namun setelah pewaris tunggal keluarga berzeliuz mati semuanya menjadi kalang kabut , para bawahan di perusahaan berzeliuz sudah berusaha untuk mencari sang nona muda anak dari tuan mereka.
Namun tak berhasil , akhirnya kursi kekuasaan di berikan kepada adik dari mantan CEO di perusahaan berzeliuz.
Ia mengetahui ini karena mom tarinya pernah menceritakan hal ini dengan berapi api , awalnya kinen tak mengerti namun sekarang ia mengerti.
Sejenak Leon terkekeh kecil lalu berucap kepada anak buahnya "ini aroma dessert! Cari dan masukkan racun di dalamnya".
Mata kinen, lestari , quqi , Joni dan Rafa terbelalak secara tiba tiba. Benar! Itu aroma dessert yang tari dan quqi buat tadi.
"Breng*ek! Kau memang b*jingan! Pantas Daddy tidak memberi marga berzeliuz kepadamu!" Sahut Joni .
"Ahahah kau masih bisa mengejekku sekarang kak! Tapi tidak lain kali" ucap Leon .
"Eh! Tunggu sepertinya ada yang kurang! Kakak ipar dimana anak perempuan kalian dan anak laki laki sahabat kalian itu?" Sambung Leon tampak mengetuk dagunya berfikir.
__ADS_1
"Kau tidak akan menemukannya b*jingan! Mereka anak kami! Dan mereka akan membalas mu nanti!" Kini bukan Joni atau Rafa yang berucap namun yang berucap adalah quqi.
"Lucu sekali kau kakak ipar! Itu tidak akan pernah terjadi karena aku akan menghabisi mereka terlebih dahulu di hadapan kalian semua!" Sahut Leon.
Namun itu hanya bualan semata! Lihat kenyataannya! Revan dan kinen tumbuh dengan sehat wal Afiat kan?.
"Ck ck ck parah sekali orang itu! Kenyataannya aku dan Abang sehat sehat saja sampai sekarang! Dibunuh apanya coba?" Ucap kinen kesal.
"Si*alan! Jangan coba coba kau menyentuh Puteri dan putera kami!" Timpal lestari menatap sengit pada Leon.
"Ck! Kau memang tidak gentle!" Sambung lestari kemudian.
"Tidak gentle?" Terdengar sahutan dari Leon namun dengan nada kesal.
"Kau menggunakan kami dan anak kami untuk memaksa suami tersayang kami ini tunduk padamu!" Ucap quqi yang dibalas anggukan oleh lestari.
Baru saja Leon ingin membalas perkataan dari quqi namun anak buahnya keburu datang.
"Ini tuan" ucapnya sambil menyerahkan dessert kepada tuannya.
"Nah! Yang ditunggu datang juga! Karena kakak ipar dan sahabatnya sudah memasaknya alangkah baiknya jika kalian langsung memakannya!" Ujar Leon tersenyum miring ke arah tawanan mereka.
"A-apa? Dessert yang di masak mommy? Apa karena ini..?" Gumam kinen.
Karena ini mommy tidak menyukai makanan rumahan?.
__ADS_1
Yah.. oke! Kinen bisa memahaminya sekarang.. mommy tidak suka makanan rumahan karena ini membuatnya mengingat kejadian ini! Lalu mommy juga sekarang tinggal di rumah bukan mansion? Alasan yang sama juga diterapkan dalam pertanyaan ini!.
________________________