Melintasi Masa Lalu

Melintasi Masa Lalu
BAB.7. sayang !


__ADS_3

"Apa apaan Lo panggil gue sayang hah ?!" Ujar lestari yang sudah menangkap Rafa yah mungkin tidak menangkap hanya saja...


Flashback on


" Sini Raff !" Teriak lestari terus mengejar rafa sedangkan Joni dan quqi hanya memandang mereka sesekali saling menatap dan tertawa kecil.


Sementara Rafa hanya tetap berlari meski ada secercah senyum tipis yang menghiasi wajahnya yah sayang sekali karena lestari sama sekali tidak melihat itu..


Lupakan tentang quqi dan Joni yang hanya menjadi nyamuk !.


Lebih dari segalanya ! Bukankah seharusnya Joni dan quqi menyingkir dari ruangan itu ?! Setidaknya biarkan sahabat mereka bermesraan dulu kan ?.


Apalagi kinen ia sudah tertawa cekikikan melihat Daddy dan mommynya saling berkejaran seperti ini ! Ternyata mommy dan daddynya tidak sedewasa yang ia lihat selama ini.


"Aduh aduh nafas g-ue ! Quq b-bantuin gue n-nangkep Rafa dong!" Ujar tari sambil menghirup nafas sebanyak banyaknya.


Seketika Rafa berbalik ia lupa lestari punya riwayat penyakit asma ! Tidak baik untuk lestari jika berlarian seperti ini !.


"Lo , Lo ga kenapa kenapa kan tar ?" Tanya Rafa sambil membantu lestari berdiri sebelum quqi sampai pada mereka.


Lalu lestari pun mendongak dan klek tangan Rafa sudah tertekuk seperti penjahat dan lestari sebagai polisi.


' eh beg*o aku tidak sengaja ! Gimana kalau rafa malah balas dendam ?' batin lestari.


Walau jelas ! Seberapa kalipun lestari atau bahkan quqi menyakitinya ia tidak akan pernah membalas mereka ! Yah kapan kedua gadis ini belajar untuk peka ?.


Mungkin kapan kapan !.


Flashback off

__ADS_1


" Kapan aku memanggilmu seperti itu ?" Tanya Rafa yang sudah berubah menjadi aku-kamu yah katakan dia tidak suka jika lestari berbicara lo-gue dengannya , kata Lo dan gue terlihat seperti orang yang asing , dan kata katanya jelas agak kasar.


"Kau tidak ingat ? Kau bilang 'sayang'! Jangan pura pura amnesia dong !" Balas lestari menatap Rafa .


" Masa ?" Tanya Rafa sengaja menggoda lestari walau ia sudah ingat ?.


"Iya !" Jawab tari dengan nada yang teramat kesal.


"Memang aku memanggilmu apa hm ?" Tanya Rafa lagi tanpa mengindahkan lestari yang sudah kesal setengah mati dan quqi dan Joni yang menatap mereka diam .


" Sayang !" Jawab lestari bertambah kesal.


"Iya sayang , kenapa hm ?" Balas Rafa begitu saja yah terbesit keinginan untuk menggoda orang yang menekuk tangannya ini , pertama kalinya Rafa berada di posisi seperti ini!.


Biasanya Rafa yang akan menekuk tangan musuhnya bukan ia yang tertekuk seperti ini !.


Lalu mata Rafa teralih pada Joni dan quqi , quqi terlihat sangat berbinar karena melihat lestari yang memang benar benar cocok dengan Rafa dan Joni yang memandangnya dengan tanda tanya.


"Hey !" Sahut lestari dengan nada kesal lalu menekan tubuh Rafa hingga menapak tanah secara reflek karena kesal , Rafa hanya diam tidak memberontak sementara Joni dan quqi melotot hey ! Darimana tari mendapat keberanian ?.


Wah wah wah gila ini mah!.


"Tar hey sadar !" Ujar quqi mencoba menyadarkan tari akan apa yang dia lakukan.


Belum sempat tari membalas ucapan quqi dan menarik tarikannya dari tangan rafa.


Rafa malah menarik tari dan membuat posisi mereka terbalik , sekarang Rafa di atas dan tari di bawah bedanya tidak ada tangan yang di tekuk kali ini namun saat tari terjatuh karena tarikan Rafa , Rafa masih menahan tubuh tari agar tidak terhempas.


Rafa menatap teduh pada tari yang terlihat ketakutan, katakan tari baru sadar ! Dari tadi mah dia kesal teramat pada Rafa hingga tidak menyadari kegiatannya! Padahal Rafa memandangnya dengan teduh tapi kenapa tari ketakutan?.

__ADS_1


"Siapa yang terlihat berani tadi ?" Tanya Rafa tanpa datar tanpa dingin namun tetap tidak hangat.


Tari yang mendengar malah semakin ketakutan lalu memandang quqi yang terlihat menatap padanya dengan tatapan seperti terpaksa untuk tidak menolong sahabat terbaiknya.


Lalu memandang Joni yang hanya menatap tari dan Rafa menyeringai.


Kinen bahkan saat memandang kejadian di depannya tidak pernah berkedip bahkan kinen terasa baper sendiri!.


Woah apakah ini yang dinamakan cinta tak disadari ?.


Lalu tiba tiba Joni menoleh ke quqi "apa kau menginginkannya juga ?" Tanya joni tanpa ekspresi pada quqi.


"Hah ?" Sejenak quqi terbeo pada pertanyaan Joni.


"E-enggak ! " Jawab quqi sedikit gugup , ia tadi hanya memandang kejadian Rafa dan tari dengan kagum bukan berarti ia menginginkan hal yang sama !.


"Benarkah ?" Sahut Joni pada quqi namun quqi tidak menjawab dan memandang kejadian di depannya lagi.


Namun Joni dapat melihat dengan jelas kalau pipi sahabat di depannya itu benar benar merona.


________________________


Hahahah hayu Rafanya author jual ! Sepaket sekalian sama tari !.


Habisnya author sempat kesal Makan hati melulu author pas buat moment lope lope udara ! Mana author jomblo !.


Udahlah


See u again !

__ADS_1


- cia ayunda


__ADS_2