Melintasi Masa Lalu

Melintasi Masa Lalu
BAB.4. moment lope lope udara


__ADS_3

"Yah.. raf Jon ! Jangan diem aja ! Ini gimana ! Jendelanya pecah tuh !" Tegur lestari kesal.


"Lahya ! Mau kasih alasan apa coba nanti !" Timpal quqi memijat pelipisnya.


"Sandiwara" ucapan singkat keluar dari bibir Rafa!.


Quqi dan lestari tentu mengernyit ! Mana ngerti lah kok singkat banget kayak gitu coba ?.


"Hah ? Sandiwara apa ?" Tanya lestari lagi dan quqi menganggukkan kepalanya setuju dengan pertanyaan tari , sandiwara apa yang di katakan Rafa ?.


Seketika Rafa dan Joni tersenyum smirk "bukankah kalian suka bersandiwara ? Lakukanlah untuk kali ini juga" jawab Joni menatap datar pada lestari dan quqi secara bergantian.


"Bisa kalian ubah tatapan itu saat berada bersama kami berdua saja ? Itu mengerikan!" Ucap lestari demo akan sifat Joni dan Rafa.


"Ucapannya juga ! Biar tambah panjang ! Jangan singkat singkat !" Timpal quqi ikut ikut pada ucapan lestari.


Sedangkan yang di demo malah mengangkat bahunya tidak peduli.


________________________


Saat mbak mbak penjaga UKS masuk ia tercengang dengan keadaan , Joni dan Rafa ditemukan tidak sadarkan diri di dalam ruangan sementara lestari dan quqi tengah terluka di bagian kepala , yah sandiwara belaka ! Meski luka di kepala mereka terlihat seperti darah asli yang segar.


Yah memang asli orang Rafa langsung menggigit tangannya agar berdarah lalu menempelkannya di kepala lestari , mana mau Rafa sama Joni kalau kedua sahabatnya terluka beneran ? Hal yang sama dilakukan oleh Joni ke quqi.


Flashback on


"Tapi.. tadi Maksud kalian apa sih ?" Kesal quqi karena ia dan lestari tidak mendapat jawaban atas pertanyaan mereka tadi.


"Bersandiwara lah jika kalian terluka" ujar Joni ketika melihat wajah kesal dari quqi.


"Hah ? Bagaimana bisa kita menipu penjaga UKS ? Mereka pasti sudah berbekal medis !" Seru lestari yang memang masuk akal , mana mungkin seorang penjaga UKS tidak mengetahui perihal medis ?.


"Cukup tipu mereka" ujar Rafa lalu mendekati lestari dan menggigit pelan kening lestari.

__ADS_1


Lestari pun meringis "aww hei sakitt !" Kesal lestari memukul dada Rafa.


Sedangkan quqi pun mulai menatap waspada pada Joni , tidak memungkinkan jika Joni tidak melakukan hal yang sama.


Yah kuadrat ! Joni memang lebih sedikit dekat dengan quqi daripada lestari begitu pula sebaliknya dengan Rafa!.


Dengan mudah Rafa menangkap tangan lestari , tangan lestari cukup kecil di dalam genggamannya terasa imut! tapi memang terasa pas di genggamannya.


Lalu ia menatap pada kening lestari yang tadi ia gigit yah memang giginya tercetak seperti sebuah luka.


"Berhentilah memukulku" ujar Rafa kemudian membuat quqi kehilangan kewaspadaannya karena fokus melihat Rafa dan lestari yah mereka cocok itu yang difikirkan olehnya.


Di saat yang sama Joni pun melakukan hal yang sama ! Hei rasa sakit tidak di jemput juga tidak di antar !.


"Hei !" Bentak quqi kesal , sudah ia duga akan jadi seperti ini.


Tak lama kemudian Rafa dan Joni secara bersamaan menggigit tangannya sendiri hingga mengeluarkan darah lantas mengumpulkannya di tangannya sendiri lalu melumuri kening kedua sahabatnya itu.


"Bukan masalah" ujar Joni meyakinkan mereka , ia dan Rafa sudah terbiasa terluka , luka kecil seperti ini tidak akan berpengaruh apapun ! Mereka malah sudah pernah merasakan tajamnya peluru! Itu awal pertemuan mereka berempat.


Yah bukan saatnya untuk mengingat masa lalu!.


Nanti saja lah !


"Sekarang kalian tahu kan apa yang kalian harus lakukan ?" Tanya Rafa dingin .


"Waw baru kali ini aku mendengarmu berbicara sepanjang itu jika dalam mode es !" Ujar lestari antusias lantas menepuk tangannya.


Sedangkan Rafa hanya diam menatap lestari .


Yah mau bagaimana ? Quqi saja sampai terbeku karena moment lope lope udara di antara Rafa dan sahabat baiknya tari.


Tap tap tap

__ADS_1


Langkah kaki ringan menandakan bahwa sang pemilik langkah masih jauh namun mendekat ke arah mereka.


"Baiklah kami siap lakukan sekarang !" Ujar lestari setengah berbisik diikuti anggukan kepala dari quqi.


Rafa dan Joni secara bersamaan menekan titik tidur mereka lalu menangkap tubuhnya agar tidak jatuh terhempas !.


Setelah itu mereka saling menatap dan mengangguk lantas mengambil posisi masing masing .


Hingga ...


Cklek


Pintu UKS dibuka , mbak mbak yang di depan berteriak histeris "tolong !! Kaca jendela pecah ! 2 siswa dan 2 siswi terkena pecahannya !"


Yah sandiwara murahan hanya untuk menipu mereka semata! Anggap mereka berempat sedang merasakan kegabutan hakiki ! .


Flashback off


Akibatnya setelah mereka berempat seolah sadar , kepala universitas menemui mereka dan menyuruh mereka beristirahat 1 Minggu mereka jelas tidak mau dituntut sebab hal ini!.


Kinen ? Jangan tanya ! Ia bahkan hampir pingsan saat Joni dan Rafa menggigit tangan mereka ! Bagaimana mungkin mereka tidak kesakitan ?!.


Yah tidak mungkin kalau kesakitan iya kan ? Bisa dibilang mereka terbiasa.


________________________


Huahhh mari bertemu di chapter berikutnya !.


Buat yang penasaran bagaimana bisa mommy lestari dan mommy quqi bertemu Daddy Rafa dan Daddy Joni , bisa lihat di chapter selanjutnya sebuah flashback yang menjadi mimpi saat mommy lestari tertidur !.


Okay see you again !


- cia ayunda

__ADS_1


__ADS_2