
Kinen pun memilih untuk mengikuti mommynya dan Tante itu.
Kinen jelas takut pada seseorang yang terlihat seperti es , melihat kakaknya saja ia takut ! Apalagi kalau melihat dua orang yang hampir sama seperti kakaknya ?.
Sedangkan itu quqi dan lestari tetap berdebat.
"Kau kenapa menghalangi mereka tar !" Ucap quqi yang tersirat nada kesal dan khawatir sekaligus.
"Quq.. lihat dulu keadaanmu ! Keadaanmu masih belum baik ! Nanti kita pasti bakal kayak kemarin lagi ! Nanti kalau kau terluka , siapa yang bisa ngontrol kemarahan si Joni kalau misal dia marah ?!" Balas lestari tak kalah cerewet.
Kinen hanya memandang mereka berdua tanpa berniat melerai percuma toh ia sekarang tembus pandang seperti hologram !.
Bahkan kedua wanita yang berdebat di depan kinen masih tidak sadar bahwa mereka sudah melewati uks.
Bagaimana kinen tahu kalau ruangan yang baru mereka lewati itu uks?.
Karena terpampang jelas tulisan besar huruf kapital "UKS".
"Tapi kan jangan sampe gitu juga tar ! Kau kan bisa ngontrol kemarahan Rafa ! Pasti juga bisa ngontrol kemarahannya Joni !" Ujar quqi sengit.
"Heh kau tidak ingat terakhir kali aku mencoba meredakan kemarahan Joni ?" Tanya lestari , lestari ini masih sayang nyawa bangkek ! Jika ia tidak membebaskan kain di mulutnya saat itu juga mungkin ia akan kehilangan nafas.
Ingatan quqi pun menerawang kembali pada kejadian sebulan lalu.
Flashback on
Saat itu quqi tiba tiba pingsan di pangkuan Joni , Joni dengan sigap menggendong quqi gaya bridal style lalu membawa quqi ke kamarnya berhubung saat itu mereka berada di depan halaman rumah joni , lestari yang melihatnya tentu berlari dan dengan histeris memanggil nama quqi .
sedangkan sang pemilik nama masih tetap dengan mata terpejam.
Joni ,Rafa juga kedua sahabatnya bukan orang sembarangan!.
Joni tahu kalau quqi tadi pingsan bukan tanpa alasan !ini nyaris seperti quqi bekerja terus menerus itu sebabnya ia tidak membawa quqi ke RS karena yang diperlukan quqi adalah istirahat.
Rafa dan Joni jelas bukan orang yang suka bercanda ketika menyangkut tentang dua sahabat wanita mereka!.
Seketika Joni pun melihat ke arah Rafa dengan tatapan dingin namun menusuk , Rafa di saat yang sama juga mengeluarkan tatapan sama seperti Joni dan menganggukkan kepalanya lalu mengotak atik laptopnya.
Sesekali Rafa memandang lestari yang sedari tadi masih histeris , ia dan Joni sudah berusaha menenangkan lestari tapi lestari jelas tidak mau tenang jika ia belum melihat sahabatnya bangun.
"Kikuk !.. bangun hiks ayo debat aku tadi memanggilmu kikuk loh ayo ! Aku daritadi nangis loh ! Ayo marahinn!" Ujar lestari sambil menarik tangan quqi .
Namun lestari juga sadar jika ketika ia menangis ia tidak akan bisa merubah apapun.
Seketika ia menoleh pada Rafa dan Joni namun tatapan mereka bagaikan es , mereka berdua adalah orang yang hatinya tidak pernah tersentuh.
Namun pandangannya fokus pada Rafa yang mengotak atik laptopnya , ada yang janggal... Rafa biasanya langsung mengetahui segala informasi tanpa susah payah namun kali ini kening Rafa tampak berkerut.
"Raf.. ?" Panggil lestari meletakkan intonasi tanya seolah bertanya kenapa wajahmu seperti itu ? .
__ADS_1
"Laptop" satu kata singkat untuk membalas panggilan lestari , lestari masih beruntung karena panggilannya masih dijawab ketika Rafa dalam posisi es namun lestari tidak mengetahui hal ini.
Tapi.. lestari juga jelas tidak mengerti yang di bilang Rafa ! Emang kenapa sama laptopnya ?.
Lestari pun mendekat ke Rafa , ia dan Rafa adalah ahli komunikasi yah walau kemampuan Rafa masih sedikit tinggi.
Lestari pun mengambil alih laptop seketika keningnya ikut berkerut.
"Lah ini laptop kok... Kayak di sadap gitu ya ?" Tanya lestari kearah Rafa , Rafa hanya mengangguk.
Irit bicara ! Seolah es saja !
"Terus kenapa tidak kau benerin Raff !" Geram lestari , Rafa hanya memandang dingin sahabatnya itu eh mungkin lebih dari sahabat ? Entahlah!.
Lestari pun fokus pada laptop dihadapannya namun anehnya saat laptop itu akan pulih malah keadaannya kembali lebih parah !.
"Hah ?!" Ujar lestari terbeo , ia tidak mengerti jika laptop ini memiliki dendam pada mereka , eh memang benda mati bisa punya dendam ya ?.
"**** ! Mereka suka bermain rupanya" umpat lestari begitu saja ia tentu marah melihat keadaan quqi seperti itu !.
"Ucapan jaga !" Ujar Rafa menatap tajam lestari.
"Bukan saatnya untuk debat !" Bela lestari yang sebenarnya hanya ingin terhindar dari amarah Rafa.
Lestari pun mencari sebuah benda di lemari laptopnya dan quqi.. hanya ia dan quqi yang tahu tentang laptop ini , mereka berencana untuk memberitahu Joni dan Rafa sekarang namun...
"Ketemu !" Teriak lestari lalu membawa laptop itu ke hadapan Rafa dan Joni.
"Bukan saatnya menjelaskan !" Ujar lestari.
Lestari terlihat menggerakkan jarinya di atas keyboard dengan cepat.
Tak lama sebuah video terbuka... Itu adalah rekaman cctv dari halaman sekolah.
Tak lama air mata lestari lolos begitu saja , Joni dan Rafa yang melihat itu segera merebut laptopnya dan melihatnya mencoba mencari tahu kenapa salah satu sahabat mereka menangis!.
Seketika rahang Joni dan Rafa mengeras.
Joni pun bangkit dengan penuh amarah lestari yang berusaha menghalangi malah di ikat oleh Joni sedangkan Rafa hanya diam , ia sekarang setuju dengan tindakan Joni! Lagipula ikatan kain di mulut dan tangan lestari tidak akan membahayakan dirinya.
Lestari hanya ingin orang itu mendapat hukuman langsung dari quqi meski dua sahabat lelakinya tahu itu tapi yah...
"Emm kwau jhugan!" ucapan lestari jelas kacau.
Kondisi orang yang menyakiti quqi ? Atau lebih tepatnya sengaja menyuruh quqi dengan mengancam akan membunuh sahabatnya ? Jangan tanya !.
Flashback off
Quqi yang mengingat pun cengengesan ia jelas kaget tahu tahu saat ia bangun matanya bukan menangkap kejadian dari di film Drakor saat seseorang pingsan .
__ADS_1
matanya malah menangkap pemandangan dimana sahabatnya terlihat seperti ingin membuka tali di tangannya.
"Aku masih sayang nyawa !" Bentak lestari kesal.
"Eh daritadi kita jalan kok uksnya tidak kelihatan ya ?" Ujar quqi mengalihkan pembicaraan agar sahabatnya tidak kesal.
"Eh iya juga ya.. atau.." ucapan lestari terpotong.
"Kita melewati uks !!" Teriak mereka secara bersamaan.
Kedua gadis itu pun berlari menuju UKS namun anehnya... Kenapa langkah kaki mereka sangat ringan seperti bulu ?.
Kinen pun hanya tinggal mengikuti mereka yang memang benar benar ceroboh!.
Ketika mereka bertiga sampai di UKS disana ada Rafa dan Joni yang memandang mereka tajam dari sudut ruangan.
' oh overprotektif ternyata' batin kinen berbeda dengan batin kedua wanita dewasa di depannya , mereka malah berperang batin.
' tar ! Sana hadapin aja mereka berdua !' batin quqi memandang lestari
' aku masih sayang nyawa quqq !' batin lestari menatap quqi seolah memberi isyarat bahwa mereka menginjak ranjau!.
" Darimana ?" Tanya joni dingin membuat nafas lestari dan quqi tercekat.
"Hahaha k-kami tidak kemana mana kok jon ! Kok kalian bisa sampe lebih dulu ?" Tanya lestari dengan akting dibawah standar.
Penjaga UKS yang melihat suasana pun memilih untuk keluar membiarkan mereka ber empat sendirian.
Quqi hanya mengasihani dirinya , lestari bisa membohongi orang lain tapi tidak Rafa , Joni dan quqi.
"Real !" Ujar rafa dengan nada yang sedikit dinaikkan lalu memandang kedua sahabatnya itu.
Kedua orang yang ditatap malah semakin berkeringat dingin.
Jika Rafa dan Joni tahu mereka ceroboh lagi seperangkat pengawal bayangan pasti mengikuti lestari dan quqi ! , Meski tidak mengikuti secara terang terangan , siapa coba yang mau di awasi gitu ?.
Masalahnya adalah jika lestari dan quqi dengan mudahnya ceroboh maka tidak akan ada harapan untuk hidup esok hari!.
Lestari dan quqi pun saling memandang dengan pandangan terpaksa.
________________________
Heyyoo ! Saya kembali ! Yah kira kira ada apa ya ? Ntahlah !. Shtt tapi author tahu lohh ! Jangan bilang ke siapa siapa ya !.
Quqi : "wah author tahu ges , mari kita bantai !"
Lestari : "gas quq gas !"
Udah deh author mau lari dulu dari quqi sama lestari ! Tuh mereka dah ambil pisau !.
__ADS_1
See u !
- cia ayunda