
Setelah kinen bercerita akhirnya ia bisa menghela nafas karena tadi ia tidak bisa menghela atau lebih tepatnya menarik nafas dengan benar.
Setelah kinen menceritakan semuanya wajah Rafa , Joni dan quqi jelas merah menahan amarah.
"Anakku kawin lari pada usia 17 tahun nak? Cucuku meninggal beberapa tahun yang lalu? Mengubah sifat puteraku menjadi dingin?" Ucap Rafa dengan intonasi tanya.
Dan kinen hanya mengangguk membenarkan.
"Sekarang dia menikah lagi dengan seseorang yang baik tapi tari tidak menyetujuinya? Kenapa?" Tanya quqi tak mengerti.
"Kakak ipar ku yang sekarang , namanya Freya itu seorang pengamen.. menurut mommy orang yang berkedudukan lebih tinggi dari mantan kakak ipar bisa mengurus Abang dengan baik" jawab kinen.
"Astaga.." ucap Joni mulai pusing dengan kehidupan di masa depan.
"Lalu sekarang bagaimana? Sudah ada cucu baru?" Tanya Rafa.
"Jangankan cucu! Kinen berani bertaruh bahwa kak Freya masih virgin!" Dengus kinen pada daddynya lebih tepatnya uncle.
"Virgin?!"
Mereka bertiga mengulangi kata 'virgin' secara serempak.
"Iya! Abang itu dinginnya udah kayak kutub Utara! Bahkan mungkin kakak sama Abang belum pernah tidur bersama!" Balas kinen berapi api.
__ADS_1
"Tapi mereka pernah seatap kan?" Tanya quqi.
"Iya! Mereka pernah seatap tapi aku mendengar dari beberapa pelayan disana kalau Abang pisah kamar sama kakak" jawab kinen jujur.
"Tapi kan tetap mereka seatap apa ponakanku tidak tergoda? Hey raf! Puteramu tidak normal?" Serbu Joni tanpa wajah datar dan nada dingin.
Joni dan Rafa sepakat tidak memasang wajah datar nan dingin agar puterinya tak takut itu saja , lagipula sepertinya masalah yang dihadapi lestari di masa depan memang sangat berat.
"Heh bro! Puteraku normal , dia kan pernah membuatkan diriku cucu jadi dia pasti normal" ujar Rafa membalas perkataan joni
"Lagian ini anakmu tidak mau nikah? Dia sudah berusia 26 tahun, kuliahnya sudah S3 loh" Rafa mengalihkan pembicaraan ketika melihat tatapan tajam dari quqi yang tidak terima karena puterinya harus mendengar pembicaraan tentang orang yang pernah berumah tangga seperti ini.
"Ah iya! Sayang kamu tidak mau menikah?" Kini quqi bertanya antusias.
"Lalu bagaimana? Sudah dapet jodohmu?" Tanya joni.
"Bagaimana bisa dapet jodoh kalau mom tari saja tidak membiarkanku berkeliaran di luar?" Balas tanya kinen.
"Waduh tari ini! Aku tahu dia khawatir tapi kan.. tetap saja!" Sahut quqi menggelengkan kepalanya pelan begitu pula dengan Rafa dan Joni , mereka tak menyangka kalau sahabat atau isterinya akan bertingkah demikian.
"Mom.. tentang pelatihan bela diriku bagaimana?" Tanya kinen antusias.
Agar mereka tak membicarakan tentang jodoh jodohan lagi!.
__ADS_1
"Eh bela diri?" Tanya quqi bingung ia belum diceritakan tentang ini.
"Eh.. quq.. aku lupa memberitahumu , saat aku mengikuti little girl kita aku menanyakan 'apa ada yang ia inginkan' dia ingin berlatih bela diri" terang Joni dengan agak nelangsa ia bagaikan anak itik sekarang.
Sedangkan quqi nampak menatap tajam pada suaminya di sisi lain Rafa malah mencoba menahan tawa ketika melihat raut wajah sahabatnya sementara kinen malah tidak mengerti apa yang terjadi.
Kinen pun bertanya "mom , dad kenapa kalian bertatapan seperti itu? Mom! Kenapa raut wajah dad Joni kayak terpaksa terus dad Rafa kok kayak nahan sesuatu gitu?".
Seketika Joni langsung menatap Rafa , ia rasa Rafa makin menyebalkan akhir akhir ini ia sekarang sedang menderita sedangkan Rafa malah menahan tawa?.
Quqi menoleh karena pertanyaan puterinya "tidak apa apa sayang, tapi.. kenapa kamu mau berlatih bela diri?".
"Mom , kinen sejak dulu ingin banget buat belajar bela diri entah kenapa.. tapi bukankah aku memerlukan ilmu beladiri untuk melancarkan balas dendam?" Jawab kinen mulai datar di kalimat terakhir.
Pada akhirnya quqi , Joni maupun Rafa tidak bisa membujuk kinen agar tidak melakukan balas dendam , mereka tahu kalau kinen pasti terluka dengan kenyataan.
Memang tari sudah menjaga kinen layaknya berlian namun itu yang malah membuat kinen makin hancur ketika melihat air mata tari.
Mommy dan daddynya dib*nuh secara bersamaan , mommy tarinya bahkan menaruhkan nyawanya ketika menyelamatkan dirinya dan abangnya.
Tangan momnya jelas terluka saat itu, dan itu hampir mengenai nadi! itu jelas melukai hatinya.
________________________
__ADS_1