
Oh my God! Demi apapun , otak kinen macet mendadak , di buku IPA yang dia pelajari masa SD dulu darah itu warnanya merah bukan biru!.
' ah.. apa aku alien? Yang benar saja! Ahahah iya.. iya! Pasti aku manusia , iya kan?' batin kinen tak karuan, ia bahkan sampai lupa kejadian beruntun yang berada di depannya.
Eh tunggu.. kan dulu tubuhnya transparan? Kok?.
"Quqi!!"
Teriakan dari depan jelas sangat keras hingga mampu membuyarkan lamunan kinen yang memang sembrono.
Dapat dilihat kinen bahwa mom kandungnya sudah tergeletak di sampingnya ada kedua dadnya yang juga jelas menggelepar di lantai.
Mata kinen membola secara mendadak , what what? Memang.. memang waktu secepat ini ya?.
"Mommyyyyy!!!! Daddy!!" Teriak kinen tak karuan.
Namun ada satu kalimat yang terlontar dari bibir quqi "tar.. uhuk! S-selamat-kkan.. a-anak k-kita!".
Hati kinen serasa diremas mendengar perkataan lirih dari mommy quqinya , sudah ada di kondisi seperti ini sang mommy malah memikirkan dirinya?.
Tari menatap nanar ke arah quqi seraya bertanya setengah berteriak "quq! Kumohon! Kau... Kau harus bertahan , apa yang akan ku jelaskan pada kinen? Please! Joni dan Rafa ... Kalian semua akan meninggalkan diriku sendiri hah?".
"Tar.." balas quqi tersenyum seraya menangis untuk terakhir kalinya.
"Hiks! No no!" Sahut tari menangis lebih kencang daripada kinen.
"Cuih? Drama sekali deh!" Timpal Leo menatap datar pada tari meski sebenarnya.. hatinya sedikit.. yah sakit?.
Kalian fikir kenapa Leo sengaja menyisakan lestari untuk di eksekusi di bagian akhir?.
Jawabannya...
"Bukankah kau bahagia sekarang?! Hiks ayo a-apa yang kau tunggu hah?! B*nuh aku!" Bentak tari dengan nada tinggi.
__ADS_1
Ia tak takut kematian jika kematian itu akan membawanya untuk bertemu kembali dengan ketiga jasad orang di sampingnya.
"Hah.. sepertinya aku benar.. kau melupakan diriku" sinis leo bukannya menanggapi ucapan tari ia malah mengucapkan hal baru yang membuat tari bingung.
"Yah.. takdir itu takdir.. kau tetap harus dibasmi" sambung leo menatap pada orang yang sempat mengisi tempat kosong di hatinya , maaf SEMPAT.
Mengapa sempat? Karena sejak ia tahu identitas lestari ia sudah berusaha sekuat hati untuk melupakan lestari berharap kalau mereka memang orang asing.
Walau kenyataannya kenyataan tak sehalus impian.
Kinen berhenti menangis lagi karena ucapan si pria br*ngsek yang katanya mengenal mommy tarinya.
Lalu.. sebagai apa mereka saling mengenal? Musuh ya? Kan tidak mungkin kawan realitanya dia membuat harapan hidup mom tari hilang!.
Lestari lagi lagi bingung , ia tak mengenal pria yang ia sebut cecu**** ini!.
"S*alan! Aku tidak pernah mengenal orang cecu**** sepertimu!" Balas tari sengit dengan berderaian air mata , air matanya terus mengalir tanpa henti hingga membuat mata lestari bengkak.
"Terserah mu sayang!" Timpal leo menatap lestari lekat untuk terakhir kalinya setidaknya itu yang ia fikirkan.
Lestari berniat membuka mulut tanpa perlawanan namun ia ingat .. ia memiliki seseorang yang ingin dan pantas untuk ia jaga.
Matanya beralih ke almari dimana mereka bersembunyi , setelahnya menatap ke seluruh sudut di mansion , dimana ia dan quqi sering berkejaran , dimana ia , quqi , Joni dan Rafa sering bertengkar ringan sambil melempar bantal.
Hari hari itu.. lestari tidak akan bisa memilikinya lagi , seperti biasa waktu tidak bisa di ulang oleh karena itu nikmati waktu sebaik baiknya.
Sekarang adalah sekarang , masa lalu adalah masa lalu dan masa depan tetaplah masa depan.
Oek oek
Tangisan itu terdengar bersahutan dari almari dimana ia dan quqi bersembunyi.
Lestari pun mendadak menjadi panik , sepertinya obat bius itu sudah habis efeknya!.
__ADS_1
Entah keberanian darimana lestari nekat mengambil pisau yang ditodongkan ke dirinya sedari tadi lalu memutus tali yang memborgol tangannya.
Walau ia sedikit menahan sakit ketika melakukan itu namun ia langsung berlari cepat ke arah kedua bayi yang ia dan quqi sembunyikan sedari tadi.
"Tangkap!!" Teriak Leo ketika melihat aksi lestari.
Seketika beberapa orang termasuk leo ikut mengepung lestari yang tengah membawa dua bayi , yang satu laki laki yang satu perempuan.
Lestari bingung ia harus maju pantang mundur! Tapi.. ia dikepung uy!.
Tiba tiba lestari tak sengaja mengeluarkan gas yang sedikit beracun dari belakangnya.
Yah.. tentu saja itu memudahkan ia untuk melarikan diri dan membesarkan kedua bayi yang sudah dianggap seperti anak sendiri.
Kinen pun melongo melihat cara mom tari alias princess mafia melarikan diri , gerakan cepat nan lincah yang diperoleh tari ketika dilatih Rafa memudahkan segalanya.
Kesalahan terbesar Leo adalah ia tidak mengecek secara langsung isi almari yang ditempati oleh lestari dan quqi sebelumnya.
Tunggu.. tubuh kinen kaku mendadak ketika mendapat satu realita.
' orang itu mengincar pewaris darah biru' batin kinen menatap ke arah tangan yang masih berbekas darah.
Orang itu jelas hanya mengincar dirinya.. tapi.. semua orang lebih memilih untuk melindunginya otomatis secara garis besar , kinen yang menyebabkan pembantaian yang terjadi hari ini.
Lagi lagi kinen hanya bisa mengepalkan tangannya menatap bengis pada musuhnya yang sekarang masih bisa bernafas dengan udara segar sedangkan mom dan dadnya?.
CTAK
Suara itu terdapat di belakang punggung kinen , secara mendadak ia sudah berpindah tempat dan kini pusat perhatian kinen terletak ke tiga orang di hadapannya.
Jika kejadian awal mula cerita ini hanya dua orang yang muncul di hadapan kinen sekarang ada tiga orang!.
Dan kinen jelas menandai wajah mereka mendadak kinen ingin menangis keras namun apa daya? Air matanya seolah kering , ia perlu mengisi ulang air matanya!.
__ADS_1
"Mommy! Daddy!" Teriak kinen dengan nada sumbang.
________________________