Melonia Az-Zahra Ramadani

Melonia Az-Zahra Ramadani
Melonia Az-Zahra Ramadani


__ADS_3

Melonia Az-zahra Ramadani kerap di sapa dengan nama Zahra, Nia berusia 19 tahun di usianya yang masih terbilang mudah sudah harus berjuang demi memenuhi kebutuhan hidupnya,, di saat teman seusianya di sibukan dengan dunia pendidikan, Zahra juga inggin seperti teman-temannya akan tetapi keadaan ekonomi Zahra yang tidak mendukung untuk melanjutkan lagi pendidikannya.


sebenarnya Zahra bisa saja melanjutkan pendidikannya dengan bantuan beasiswa,, akan tetapi iya berfikir jika menerima bantuan beasiswa itu maka iya akan meninggalkan neneknya,, sementara nenek Zahra sudah sering sakit-sakitan, maka dari itu Zahra kembali berfikir kembali untuk mengambil beasiswa itu,, iya mengesampingkan cita-citanya untuk menjadi dokter,, iya berfikir jika Allah mengizinkannya untuk menjadi dokter pasti iya akan di berikan rejeki kembali untuk mendapatkan cita-citanya itu.


Zahra memenuhi kebutuhan hidupnya dengan neneknya dengan cara bekerja sebagi pembantu rumah tangga, walaupun gajinya hanya mampu untuk kebutuhan makan dan membeli obat untuk neneknya Zahra juga mengajar anak-anak tetanga yang mau belajar dengan dia,, dan tentunya Zahra mengajar anak-anak tetangga dengan gratis iya tidak meminta bayaran.


nek,, Zahra berangkat buat kerja dulu yah nek, nenek baik-baik di rumah ngak usah kerja yang berat-berat.


kata Zahra mengigatkan neneknya, walaupun Zahra sudah memperingati nenek nya untuk tidak bekerja pasti neneknya akan bekerja,, jika di tanya mengapa nenek masih bekerja,, nenek akan menjawab "nenek cape kalau cuman tinggal di rumah"


iya nak nenek ngak akan kerja ko" jawab nenek"


"yaudah Zahra berangkat yah nek, assalamualaikum"

__ADS_1


"waalaikumsalam hati-hati nak"


hari ini Zahra dapat kerjaan di rumah ibu RT yang meminta bantuanya untuk membantu mengerjakan pekerjaan rumah, ibu RT memang sering memanggil Zahra untuk membantu pekerjaan di rumahnya.


"assalamualaikum Bu


waalaikumsalam,, ehh Zahra udah datang nak, ayo masuk kamu langsung kerjakan pekerjaan rumah yah,, sebentar lagi ibu mau keluar mau ke rumah ibu Rahma mau arisan,, kata ibu RT


iya Bu mari Bu Zahra mau ke belakang dulu " pamit zahra"


iya nak


sesampainya di rumah Zahra langsung memasak untuk makanan nenek dan dirinya, Zahra sudah terbiasa melakukan pekerjaan rumah semenjak dia duduk di bangku kelas tiga SMP, Zahra sering mengikuti ibunya untuk memesak.

__ADS_1


iya selalu di beritahu oleh ibunya bahwa setinggi apapun jabatan seorang wanita pasti wanita itu pasti akan mengerjakan pekerjaan rumah atau dapur, jadi seorang perempuan harus tau mengerjakan pekerjaan dapur,, agar suami kamu tidak makan masakan orang lain atau makan di luar, suami kamu juga akan senang jika dia memakan masakan istrinya,, jadi kamu harua tau memasak se cantik apapun kamu,, kamu harus tau memasak,,, nasehat dari ibunya lah yang selalu Zahra inggat.


Zahra inggin kelak jika menikah dia inggin suaminya memakan masakan nya sendiri,, bukan masakan pembantu atau masakan yang di beli di luar rumah.


Zahra yang sedang melamun tidak mengetahui nenek yang sudah berdiri di samping nya sambil memerhatikan dirinya


nak,, nak,, Zahraaaa,,


astaga nek ko udah berdiri aja di samping Zahra?


kamu itu nak,, nenek sudah dari tadi berdiri di samping kamu,, nenek juga manggil kamu nak tapi kamu ngak dengar nenek.


maaf nek Zahra ngak dengar.

__ADS_1


kamu lagi mikirin apa to nak?


ngak nek Zahra ngak mikirin apa-apa ko,, yaudah nek ini makanannya sudah siap.


__ADS_2