
sedangkan elvan dan El yang masih berada di ruang keluarga saling menatap. tiba-tiba Elvan bersuara
"iya yah El ko kita tiap ketemu di rumah kita ribut mulu yah? padahal kan kita ketemu Mulu di kantor tapi di kantor kita baik-baik aja kita ngak ribut gitu" tanya Elvan kepada El
"ya itu karna ka Elvan sama ka El kalau di kantor sok sok an jaga imejnya kan kalau tiba-tiba ribut terus di liatin sama karyawan nya kan kalain berdua malu" jawab vano yang tiba-tiba muncul dan langsung menjawab pertanyaan Elvan tadi
"ngapain sih anak kecil tiba-tiba muncul? udah sana masuk di kamar tidur besok pagi mau sekolah, awas lu telat" kata El
"apaan sih ka El dari tadi pulang kantor bawaannya marah-marah Mulu, emang ka Elvan tadi di kantor ka El di kasi makan apa sih? sampai marah-marah mulu" kata vano
"ngak tau gue kasi makan seperti biasa" jawab Elvan " gue ke kamar duluan yah vano gue mau tidur takut besok pagi gue telat ke kantor ntar yang ada gue di telan lagi sama bos gue, tau sendiri kan bos gue lagi PMS bawaannya marah-marah Mulu" kata Elvan sambil berjalan menuju kamarnya meninggalkan El dan vano
"iya ka, vano juga mau balik ke kamar" kata vano.
__ADS_1
El yang di tinggalkan sendiri di ruang keluarga hanya duduk terdiam saja
"iya yah ko gue jadi gini sih? bawaannya marah-marah Mulu dari tadi sore, padahal kan ngak ada yang salah kalau si Elvan dan mami bahas cewek yang tadi" kata El di dalam hatinya, dan tanpa sadar El berkata "cantik sih cewe yang tadi yang di antar Elvan" kata El mengakui ke cantikan Zahra.
pagi harinya di kantor El Zahra sudah berada di kantor El padahal masih pagi-pagi karyawan juga masih sedikit yang datang tapi Zahra sudah berada di kantor untuk menjalankan tugasnya untuk menyelesaikan pekerjaannya, iya sengaja datang lebih pagi untuk mengerjakan pekerjaannya, Zahra sengaja datang lebih dulu untuk mengerjakan tugasnya untuk membersihkan ruangan bos mereka iya berusaha untuk menyelesaikan pekerjaannya sebelum bos mereka datang Zahra masih takut untuk bertemu dengan bos mereka. Zahra masih tidak berani untuk bertema dengan bos mereka, apalagi mengigat tatapan yang di berikan kemarin kepada Zahra pada saat Elvan mengantar pulang Zahra membuat Zahra bertekad untuk tidak lagi mendekati sang bos.
Zahra yang tidak pernah mendapatkan tatapan seperti yang di berikan oleh El membuat iya langsung takut kepada El.
"Van jadwal gue hari ini apa?" tanya El yang duduk di belakang
"Van gue nanya nya serius yah, gue lagi ngak mau ribut" kata El
"ya emang ngak ada, jadwal lu ngak padat hari ini, ngak ada pertemuan yang penting, dan gue ngak ngajak lu buat ribut" kata Elvan
__ADS_1
sesampainya di kantor Elvan dan El masuk di dalam ruangan mereka masing-masing. El yang sedang sibuk memeriksa laporan dari Elvan tiba-tiba hp El berbunyi, El langsung melihat siyapa yang menelponnya setelah melihat muncul Aidi nama si penelpon yang ternyata sang kekasih tercinta.
"halo sayang kamu lagi di mana?" tanya Elsa
"iya sayang aku lagi di kantor" jawab El
"sayang kamu bisa ngak jemput aku, aku di bandara nih" kata Elsa
"ha bandara? ko kamu ngak ngabarin aku dari semalam sih sayang" tanya El
"iya sayang, tadinya aku ngak mau ngerepotin kamu, tadinya juga ada teman aku yang mau jemput tapi tiba-tiba teman aku ada keperluan mendadak jadi dianya ngak bisa jemput aku" kata Elsa
"yaudah sayang tunggu yah aku jemput kamu sekarang" kata El langsung mematikan sambungan telpon. El langsung berjalan keluar melewati meja Elvan "Van gue keluar dulu yah kayanya gue ngak balik lagi ke kantor lu pulang pakai mobil kantor yah"kata El
__ADS_1
"El lu mau ke mana emang" tanya Elvan
"gue mau jemput Elsa gue duluan" kata El sambil berjalan menuju lift