
pernikahan Zahra dan zio tidak terasa sudah berjalan dua bulan walaupun pernikahan mereka sudah berjalan dua bulan Zahra masih malu-malu dengan zio.
"Ra,, Zahra, Zahra kemana sih?"
"iya mas, Zahra di belakang mas" Zahra yang mendengar zio memanggilnya langsung berjalan masuk ke dalam rumah
"mas ada apa?"
"ini kamu liat tidak kaos kaki saya ada di mana?" zio
"ya Allah mas itu kaos kaki nya kan saya sudah siapkan" Zahra
"mana Ra? ini itu tidak ada" zio
"ya Allah mas kalau nyari tu pakai mata jangan pakai mulut" omel Zahra entah mungkin Zahra sudah mulai jengah dengan sifat suami nya yang tiap pagi ada saja keributan yang di ciptakan.
ya beginilah setiap pagi jika zio akan berangkat untuk bekerja, pasti ada saja keributan yang akan dia timbulkan entah itu Maslah pakaian atau yang lainnya pasti akan di buat ribut.
__ADS_1
setelah bersiap zio langsung berangkat kerja
"Ra saya berangkat kerja dulu yah" zio
"loh mas ini, mas ngak sarapan dulu?" zio
"ngak usah Ra saya sudah telat, nanti saya sarapan di kantor, katanya bos dari kota ada kunjungan saya tidak boleh terlambat" zio
ya selama ini yang Zahra tau suaminya itu hanya bekerja sebagai karyawan biyasa di sebuah perusaan, tanpa mengetahui jabatan yang di duduki oleh suaminya itu.
Zahra mutuskan tidak kembali lagi untuk bekerja di kota iya memutuskan untuk mengurus pekerjaan rumah dan suaminya. keputusan yang iya ambil iya sudah meminta pendapat sang suami juga, dan suaminya mengembalikan keputusannya kepada Zahra apakah Zahra mau melanjutkan pekerjaannya atau tidak. tetapi Zahra memutuskan berhenti bekerja saja iya inggin fokus mengurus suaminya sendiri
untuk mengisi waktu luangnya di rumah Zahra merawat tanaman sang nenek yang sempat di tinggal kan dulu walaupun sudah banyak yang mati, Zahra Menganti kembali tanaman yang sudah mati.
Zahra juga kembali mengajar anak-anak tetangga yang mau belajar, kegiatan yang dulu di lakukan sebelum berangkat ke kota iya lakukan lagi, hanya bedanya sekarang iya cuman mengajar anak-anak tetangga dengan gratis iya hanya inggin membantu anak-anak, bukan hanya anak SD ada juga anak SMP dan SMA yang bisa iya ajar, tetapi yang paling sering iya ajar adalah anak SD.
saat ini Zahra sedang mengajar anak-anak tetangganya yang sedang belajar mengerjakan tugas-tugas sekolah mereka saat sedang menjelaskan soal yang akan mereka kerjakan tiba-tiba saja Zahra di kagetkan dengan kedatangan anak buah juragan yang datang untuk menagih hutang Zahra. zahra lupa iya belum menyetor cicilan hutangnya kepada juragan
__ADS_1
"heh Zahra mana setoran bulan ini? kamu belum ada menyetor untuk membayar hutang kamu, bukannya kamu sudah berjanji untuk membayar hutang kamu tiap bulan? mana suami miskin kamu itu? suru dia bayar utang kamu kalau suami kamu tidak bisa membayarnya dengan terpaksa kami harus mau jadi istri saya hahahah "kikihan kecil juragan keluarkan di akhir perkataanny
"maaf gan saya belum ada uang kasi saya waktu se bulan lagi untuk membayarnya". Zahra
"apa kamu bilang? kamu minta waktu se bulan? kamu tau hutang kamu itu sama saya masih banyak, jika kamu meminta waktu sebulan yang ada hutang kamu tambah banyak" juragan
"iya saya tau gan tapi untuk saat ini saya belum ada uang" Zahra
"kalau kamu tidak bisa untuk membayar hutang kamu kamu harus menikah dengan saya dengan begi....... perkataan juragan tiba-tiba di hentikan dengan suara bariti
on yang tiba-tiba muncul di belakang mereka
"siyapa yang mau menikah dengan anda?" tanya sang pemilik suara yang berada di belakang mereka
kalian pada suka ngak? sama ceritanya? kalau suka jangan lupa komen yah🤗 like, dan votenya🤗
insya Allah aku bakal usahain buat sering-sering up
__ADS_1