Melonia Az-Zahra Ramadani

Melonia Az-Zahra Ramadani
34


__ADS_3

Tidak terasa sudah seminggu saja zio meninggalkan Zahra, dan selama seminggu itu juga Zahra dan zio melakukan komunikasi melalui telpon


Seperti biasa pagi hari zio akan menghubungi istrinya sebelum memulai pekerjaannya


Seperti pagi hari ini zio sedang menghubungi sang istri


“assalamualaikum istriku” sapa zio di balik telpon Zahra yang mendengar sapaan snag suami tersenyum di balik telpon


“waalaikum salam mas” jawab Zahra


“istri cantik mas pagi-pagi sedang apa” zio


“ngak lagi ngapa-ngapain ko mas ini baru aja mau buat sarapan pagi” Zahra


“wah enak nih mas jadi kangan dengan masakan isri mas” kata zio


“nanti pas mas balik aku buatin makanan yang enak deh special buat mas” kata Zahra


“wah mas jadi semangat nih buat selesaiin pekerjaan mas yang ada di sini, jadi ngak sabar pengen cepat-cepat balik” zio


“ya udah yang semanagt yah mas kerjanya, aku doain semoga kerjaan mas segera selesai dengan cepat. oh iya mas, mas udah sarapan pagi?” tanya Zahra

__ADS_1


“sebentar lagi setelah aku telpon kamu, habis ini mas langsung turun buat sarapan” zio


“oh ya udah kalau begitu udah dulu ya mas silahkan sarapan pagi semoga, yang semangat kerjanya, Assalamualaikum mas” Zahra


“Waalaikumsalam istriku” zio menjawab salam istrinya.


Setelah mengakhiri pangilannya dengan sang istri zio langsung saja bergegas turun kebawah karna keluarganya pasti sudah menunggunya untuk sarapan pagi.


Setelah menuruni tangga zio melihat keluarhanya sudah duduk di tempat masing-masing untuk melakukan sarapanpagi mereka


“pagi semua” sapa zio kepad semua orang yang ada di meja makan


“biasa amah tadi sebelum turun pamit-pamit dulu sama ayang beb ya ma” pertanyaan sang mama langsung di jawab tetapi bukan dari zio langsug tetapi sang adik yang menjawab.


“heh sembarangan ajka kamu dek kalau ngomong” zio menyangkal jawaban sang adik


“lah emang benar kan bang tadi itu pas gue lewat gue dengar abang nelpon tapi sayang gue ngak dengar lebih jelas yang gue dengar itu abang cuman bilang “iya yang ini mas sebentar lagi mau turun buat sarapan” kata adik zio mempraktekan perkataan sang abang yang sempat iay dengar gitu mah yang adek dengar, abang tuh sebenarnya udah punya pacar tapi belum mau kenalin ke kita-lita mah pah” kata adiknya zio


Zio yang mendengar perkataan sang adik hanya mengelengkan kepalanya


“bang emang benar ya apa yang di katakana oleh adik kamu itu?” tanya sang mama

__ADS_1


“apaan sih mah ngak, nanti yah mah kalau udah waktunya nanti akan aku kenalin sama mama dan papa” kata zio


“udah-udah zio segera sarapn dan berangkat nanti kamu telat pagi ini kamu ada pertemuan kan? Adek juga sarapan dan segera berangkat” perintya sang papa jika iya tidak bersuara maka perbincangan atara anak dan istrinya tidak akan pernah berhenti.


Setelah melakuakn peretemuan Zio berencana langsung pulang ke kantor tetapi Arga mengajaknya untuk makan siang kata Arga mumpung kita lagi di luar.


"eh ga malam nanti lu sibuk nggak?" tanya Arga


"ngak tau kayanya ngak deh, emang kenapa tumben lu nanya begitu?" tanya zio


"ohhh kalau gitu ntar malam ikut gue, Lu mau nggak?"tanya Arga


"emang lu mau ke mana?" tanya Zio


"biasa gue ada janji Sama anak-anak" kata Arga


"ngak tau nanti ntar malam gue hubungi Lo" kata Zio


jangan lupa komen dan vote


karna vote dan komenan pembaca author sangat berarti bagi author buat ulasan penulisan😥😥😥

__ADS_1


__ADS_2