
Setelah acara pernikahan Zahra dan zio mereka berdua langsung berpamitan kepada ibu RT dan suaminya untuk pulang ke rumah Zahra. mereka berdua di antar oleh keponakan ibu RT
Zahra yang berjalan duluan langsung membuka pintu
"assalamu'alaikum,, silahkan masuk mas, maaf yah rumah nya kecil" kata Zahra mempersilahkan zio masuk
Zia yang di persilahkan masuk oleh Zahra langsung masuk, zio memperhatikan ruang tamu yang tidak terlalu luas namun penataan barangnya tertata rapi.
setelah mereka masuk Zahra meninggalkan zio di ruang tamu iya langsung bergegas masuk ke dalam kamarnya.
Zahra keluar dari kamarnya dengan sudah berganti pakaian mengunakan piyama tidur.
"mas kalau mas mau bersih-bersih dulu mas ke kamar mandi saja yah Zahra mau ke kamar dulu" Zahra menyuruh zio untuk bersih-bersih sementara dia langsung berjalan ke kamar neneknya
zio tidak menjawab Zahra dia hanya melihat Zahra yang berjalan meninggalkannya Zia masih binggung letak kamar mandinya di mana, belum sempat bertanya Zahara sudah meninggalkannya
zio berjalan masuk ke dalam kamar Zahra iya bermaksud mau membersihkan diri dan berganti pakaian, Zio langsung membuka pakaiannya dan mengambil handuk yang telah di siapkan oleh Zahra. zio berdiri menatap sekelilingnya mencari letak kamar mandi yang berada di kamar Zahra tetapi dia tidak menemukan Zio memutuskan untuk keluar bertanya kepada Zahra
__ADS_1
zio langsung berjalan dan mengetuk pintu kamar nenek Zahra
tok
tok
"Ra.. Ra.." pangil zio
"sebentar" sahut Zahra sambil membuka pintu kamar "iya ma... astagfirullah,, ma.. mas zio ke kenapa ke sini ngak pakai baju?"tanah Zahra dengan suara terbata-bata
"maaf menganggu Ra saya mau tanya kamar mandi di kamar kamu di mana yah?" tanya zio
zio yang melihat Zahra masih menutup mukanya dengan mengunakan telapak tanggan merasa binggung "Ra itu muka kami kenapa di tutup pakai tanggan kamu?" tanya zio
"ha a anu mas za Zahra malu mas gio ko ngak pakai baju sih?" tanya Zahra
"kan saya mau bersih-bersih sebelum tidur, makanya saya buka baju mau mandi sebelum tidur" kata zio iya masih berusaha sabar untuk menghadapi Zahra "ayo cepat tunjukan letak kamar mandinya saya mau bersih-bersih, mau tidur besok pagi saya harus masuk kerja, nanti bos saya marah kalau saya tidak masuk kerja" kata zio
__ADS_1
Zahra yang mendengar suara zio dengan nada suaranya yang terlihat jengkel berjalan melewati zio ayo mas saya tunjukan letak kamar mandinya"kata Zahra, Zahra sudah tidak menutup mukanya lagi dengan telapak tangannya karna zio berada di belakangnya, Zahra masih malu melihat zio yang setengah bertelanjang dada.
zio yang melihat Zahra sudah tidak menutup mukanya lagi merasa jengkel iya jengkel mengapa Zahra ketika berbicara kepadanya harus menutup mukanya dengan telapak tangganya
setelah sampai di depan pintu Zahra langsung membuang mukanya iya tidak mau melihat zio
zio yang melihat itu merasa jengkel "saya ini suami kamu kalau mau berbicara lihat saya memangnya kamu tidak takut dosa?, itu lagi kenapa kamu masuk ke kamar itu" tanya zio sambil menunjuk kamar nenek Zahra "kita ini suami istri bukan lagi orang lain" zio terlihat jengkel kepada Zahra pasalnya dari tadi semenjak pulang dari rumah ibu RT Zahra terus saja menghindari dia.
Zahra yang mendengar nada bicara zio yang terdengar seperti orang marah hanya diam sambil menundukkan kepalanya. zio yang melihat itu merasa jengkel dia berjalan melewati Zahra masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
selamat membaca.
untuk melanjutkan bab berikutnya
jangan lupa
like
__ADS_1
komen
votenya