
Akhirnya Zahra dan kia sampai di tempat penjual rujak buah tetapi penjual rujak tersebut kehabisan buah manga mudanya, tetapi Zahra tetap membelinya walaupun tanpa buah mangga mudanya. Kia yang telah memesan makanan lewat aplikasi online hanya berdiri sambil melihat Zahra yang sedang memilih-milih makanan yang inggin di makanya.
“mbak yakin bisa ngabisin semua makanan ini?” tanya kia sambil berjalan Kembali ke butik
“ya kan kalau ngak habis mbak bisa bagi ke kamu dan yang lainnya, kan kalian juga pasti mau kan?” kata Zahra sambil berjalan menenteng kantong plastik jajanannya.
Kia yang mendengar perkataan Zahra hanya bisa mengangukkan kepalanya
“Assalamuallaikum” kia dan Zahra
“Waalaikumsalam, zahra kia kalian berdua dari mana?” tanya lia
“kita berdua habis keluar beli rujak buah, jajan siomay, cilok dan masih banyak lagi mbak lia mau juga?, kalau mau ayo kita makan bareng” kata Zahra sekalian menawarkan jajanan yang telah dia beli tadi.
“ngak Zahra mbak udah kenyang tadi barusan habis makan, oh ya lia makan kamu mbak simpan di meja ya” kata mbak lia
“oke mbak kalau gitu kia dam mbak Zahra mau masuk dulu yah mau makan siang juga” pamit kia sambil berjalan menyusul Zahra yang telah berjalan duluan.
Kia yang telah selesai makan saing sedangkan Zahra masih terlihat asik dengan jajanan yang telah iya beli tadi. Kia yang melihat Zahra masih asik makan berjalan keluar meninggalkannya untuk membantu yang lainnya.
Sedangkan di sebuah rumah mewah terdapat dua manusia yang berbeda usia sedang duduk di ruang keluaga setelah menyantap makan siang mereka.
“nek mama dan papah kapan balik sih?” tanya remaja yang seang duduk di sampingya
__ADS_1
“ngak tau sayang nenek juga ngak tau, memangya kenapa tumben kamu nanya?” tanya sang nenek
“sunyi tau nek, ngak ada mamah kalau ada mama tuh aku bisa ngajak mamah buat gelut” kata remaja tersebut
“dasar yah kamu ini sama orang tua sendiri masa mau ngajak gelut sih” kata sang nenek
“ya lagian kan si Abang kan lagi sakit, dia mana bisa aku ngajak gelut, kalau ngak ada Abang yang gantiin Abang mamah kan ngak mungkin aku ngajak nenek kalau papah aku ngka bisa aku ngajak kan papah bakal sibuk gantiin Abang yang lagi sakit” kata remaja tersebut sambil memonyongkan mulutnya.
“sabar dek nanti juga mama kamu sama papa kamu balik lagi, kalau keadaan Abang kamu sudah membaik doakan saja semoga Abang kamu baik-baik saja” kata sang nenek sambil beranjak berdiri. Sang cucu yang melihat neneknya berdiri langsung ikut berdiri juga dan bertanya kepad sang nene.
“nek mau ke mana?”
“nenek mau ke butik mama kamu” kata sang nenek
“ya sudah ayo kamu siap-siap, nenek mau siap-siap juga” kata sang nenek
“ya udah nek aku nanti tunggu nenek di mobil yah” kata sang cucu.
Setelah sampai di butik nenek langsung mencari Zahra
“lia kamu liat Zahra tidak” tanya nenek
“ehh nenek, Zahra lagi di ruangan kerjanya nek lagi periksa barang yang masuk dan mengecek pesanan nek” kata lia
__ADS_1
“ya sudah nenek ke ruangan Zahra dulu yah, nenek ada perlu sama Zahra” monggo nek.
Nenek langsung beranjak menuju ruangan yang Zahra tempati dan meninggalkan sang cucu
“Assalamualaikum Zahra kamu lagi sibuk yah? Tanya nenek
“eh Waalaikumsallam nek, ngak ko nek Zahra ngak sibuk-sibuk amat kok, nenek sendiri ke sini?” tanya Zahra
“ngak ko nenek barang cucu kesayangan nenek” kata nenek
“ohh si Adek ke mana nek ko ngak ikut masuk?” tanya Zahra
“dia ad,,,” perkataan nenek belum sampai orang yang di cari sudah memunculkan batang hidungnya
“mbak aku mint aini yah kata kia ini itu punya mbak Zahra”
“iya de ambil aja, mbak udah makan juga tadi” kata Zahra
Nenek yang melihat sifat cucunya hanya mengelengkan kepalanya dan Kembali mengobrol Bersama Zahra
“Zahra nenek perhatikan kamu ini kelihatan gemuk yah” kata nenek
Zahra yang mendengar nenek berkata seperi itu hannya tersenyum “iyah nih nek Zahra akhir-akhir ini bawaanya pengen ngemil terus” sambil tersenyum.
__ADS_1
makasih teman-teman sudah mampir buat membaca cerita ini, maaf kalau masih banyak salah kata atau tayponya.