Melonia Az-Zahra Ramadani

Melonia Az-Zahra Ramadani
31.


__ADS_3

Setelah belanja Zahra dan Zio langsung pulang selama dalam perjalanan pulang Zahra tidak banyak berbicara kepada suaminya iya masih marah dengan suaminya perkara tadi. Iya masih merasa suaminya itu terlalu boros. Zahra berfikir kalau masih bisa kurang kenapa tidak di tawar terus.


Maklum lah jiwa emak-emak tiba-tiba bangkit kepada Zahra.


Setelah sampai di rumah Zahra langsung turun dari motor meninggalkan suaminya. Zio yang melihat Zahra hanya mengelengkan kepalanya, Zio bukan tidak mengetahui kalau istrinya itu sedang merajuk kepadanya, iya mengetahui jika sang istri itu sedang marah perkara tadi.


“Zahra ini belanjaan tadi saya simpan di sini yah, saya mau ke rumah pak RT dulu” kata zio


Zahra yang mendengar suaminya mau ke rumah pak RT hanya menganguk sambil menyodorkan tanganya


“Assalamualaikum saya jalan dulu yah ra” pamit Zio


“Waalaikumsalam” kata Zahra.


Zahra yang melihat suaminya sudah keluar langsung mengomel mengeluarkan unek-unek yang dia pendam se dari tadi.


“mas Zio kenapa sih ngak ada niatan buat minta maaf gitu, se tidaknya kan dia ngomong ke aku maaf ya ra soal tadi di pasar” omel Zahra


“kan setelah mas Zio minta maaf setidaknya kan aku bisa buat keluarin unek-unek aku, kan sayang tadi uangnya 500 ribu lagiaan kalau bisa kurang kan lumayan sisa belanja bulanan, bulan ini bisa di tabung” omel Zahra.

__ADS_1


Omelan Zahra masih banyak lagi tanpa sadar iya tidak menyadari ada seseorang yang mendengar semua omelannya di balik tembok.


Zahra yang sedang mengomel di kagetkan dengan tangan yang memeluk pinggangnya.


"maaf ya Ra soal tadi di pasar, kan dari pada kamu nawar terus lagian penjualnya juga, ngak mau" kata Zio.


Zahra yang kaget langsung membalikan badannya.


"loh mas bukannya mas tadi izin mau ke rumah pak RT?" tanya Zahra


"iya tadinya mas memang mau ke rumah pak RT tapi mas lupa bawa hp jadi mas balik lagi ke rumah" kata Zio


"mas udah lama di situ?" tanya Zahra


"mas Zio dengar yang apa Zahra ngomongin?" tanya Zahra


"menurut kamu?" Zio


"maaf yah mas" Zahra

__ADS_1


"iya mas ngerti ko Ra" kata Zio sambil memeluk Zahra.


malam harinya Zahra dan Zio sedang duduk di ruang keluarga sambil menonton siaran TV lebih tepat nya Zahra yang menonton dan Zio yang sibuk dengan pekerjaannya.


Zahra yang melihat Zio sedang sibuk dengan pekerjaannya hanya bisa menggelengkan kepalanya. Zahra melihat jam yang sudah menunjukan pukul 9 malam beranjak menuju dapur.


Zio yang merasakan pergerakan Zahra langsung menahan pergelangan tangan Zahra


"mau ke mana?"Zio


" mau ke dapur buatkan kopi"Zahra


setelah menjawab pertanyaan Zio Zahra langsung berjalan menuju dapur untuk membuatkan Zio kopi. setelah Zahra membuatkan kopi Zio Zahra yang sudah mengantuk pamit tidur duluan.


"mas" Zahra


"humm, kenapa?" Zio


"mas masih lama? Zahra udah ngantuk"

__ADS_1


"kerjaan mas masih banyak, kamu kalau sudah mengantuk duluan saja nanti mas nyusul" Zio


setelah Zio mengatakan bahwa pekerjaannya masih banyak Zahra langsung meninggalkan Zio dan masuk ke dalam kamar Karana memang Zahra sudah sangat mengantuk. Zahra adalah tidak mampu untuk begadang lebih lama jadinya.


__ADS_2