Melonia Az-Zahra Ramadani

Melonia Az-Zahra Ramadani
kena marah papi


__ADS_3

Setelah makan malam semua orang berkumpul di ruang keluarga kecuali El dan Elvan mereka berdua masih berada di dalam kamar mereka masing-masing.


"pih besok papi jadi kan antar mami sama Oma ke rumahnya budenya El?" tanya mami


" iya mih papi sudah mengosongkan waktu besok buat antar mami sama Oma ke kampung budenya El sekalian papi juga mau jalan-jalan" kata papi.


"bagus lah kalau begitu papi bisa sekalian jalan-jalan di sana itu udaranya bagus loh pih suasananya masih asari" jelas mami


" iya maka dari itu papi mau ikut mami sama oma" kata papi


"eh pih mami masih penasaran tau" kata mami "penasaran apa nih? tanya papi


"ih papi orang mami belum selesai bicara juga papi sudah potong duluan" kata mami protes


" ya sudah mami mau ngomong apa?" tanya papi

__ADS_1


"itu loh pih masalah bidadari Elvan, ko Elvan juga ketemu bidadari yah pih, Oma juga bilang pernah ketemu bidadari, ko mami ngak pernah ketemu bidadari ya pih? padahal mami sering loh ke kantor papi, ko mami ngak pernah sih ketemu bidadari" kata mami, iya masih kepo dengan bidadari yang di ceritakan oleh Elvan.


"ya mana papi tau mih, ya emang di kantor tidak ada bidadari yang ada itu kariyawan yang bekerja, mana ada bidadari sih mi di dunia ini" kata papi.


"tapi pih Oma juga pernah bilang habis ketemu bidadari pas, pulang dari rumah budenya El,, iy kan Oma pernah bilang kalau habis ketemu bidadari" tanya mami kepada Oma yang sedang duduk di dekat mereka.


belum sempat Oma menjawab pertanyaan mami El sudah menyahut duluan


"apaan sih nih dari tadi yang di bahas bidadari, bidadari mulu" kata Elvan sambil duduk di sofa yang tak jauh dari kedua orang tuanya. " udah yah mih ngk usah bahas lagi El juga bilang itu cuman hayalan Elvan saja ko mana ada bidadari di dunia ini" kata El.


" gara-gara lu tu, mami bahas lagi bidadari-bidadari lu" kata El sewot.


" ya kan emang dia bidadari El, lu nya aja yang ngak mau ngakuin kecantikan dia" kata Elvan


"lu bahas lagi tu bidadari lu, gue kasi lembur lu dua hari dua malam" kata El dengan nada sewot.

__ADS_1


Elvan yang mendengar itu seketika itu langsung diam. bukan hanya Elvan saja yang diam maminya pun ikut-ikutan Diam iya tidak mau lagi membahas bidadari lagi iya tidak mau membuat El marah.


"pih mami ke kamar duluan yah pi, mami udah ngantuk bangat nih"pamit mami kepada suaminya, sedangkan Oma iya sudah lebih dulu kembali ke kamarnya.


"iya mih papi juga sebentar lagi nyusul mani ko"kata papi "kalian berdua kenapa sih tiap ketemu seperti ini pasti bertengkar" tanya papi yang heran melihat elvan dan El selalu bertengkar jika tidak sedang di dalam lingkungan kantor.


"si Evan yang nyari gara-gara Mulu, buktinya tadi Elvan kan yang mulai duluan kan akhirnya mami bahas terus itu" bela El


"ya kan El ngak ada salahnya dong gue cerita ke mami" Elvan membela dirinya


"sudah kalian ini sudah bukan lagi anak kecil, harusnya kalian tidak lagi bertengkar terus, ngak malu sama umur kalian yang sekarang? kalian ngak malu kalau sewaktu-waktu kalian lagi pergi berdua terus tiba-tiba kalian bertengkar di depan umum, di liatin orang kalian ngak malu?" omel papi


"ya malu lah pih masa ngak malu ribut di tempat umum" jawab El


"nah malu kan,, terus kenapa kalian selalu bertengkar setiap bertemu jika di luar kantor? bisa tidak rubah sifat kalain berdua ini yang selalu bertengkar. papi heran tiap hari bersama tapi sekalinya masuk di dalam rumah langsung ribut lagi, masalah sepeleh tiba-tiba jadi masalah besar. papi pusing liat kalain berdua, sebaiknya kalian cepat-cepat buat menikah supaya kalain ngak ribut terus" omel papi

__ADS_1


Elvan dan El yang mendengar Omelan sang papi hanya diam saja tidak berani untuk membantah ataupun membela diri. sedangkan sang papi setelah mengomeli anak dan teman anaknya langsung beranjak menuju ke kamar untuk menyusul sang istri untuk beristirahat dari pada terus bersama dengan kedua lelaki yang membuatnya pusing.


__ADS_2