
Sudah dua hari nenek zahra di rawat di rumah sakit, nenek zahra juga sudah sadar tetapi dokter belum memperbolehkan untuk pulang, zahra juga masih belum mendapatkan pendonor buat sang nenek.
“zahra kamu inggat kan ke ingginan ibu kamu sebelum meninggal?” tiba-tiba nenek bertanya kepada zahra tentang ke ingginan ibunya
“iya nek zahra masih inggat ko ke ingginan ibu” kata zahra
“nak ke ingginan ibu kamu sama dengan ke ingginan nenek nak,, nenek mengiginkan kamu memakai jilbab nak menutup auratmu,,, kamu masih menyimpan kan hadiah dari ibu mu? apa kamu bisa mengabulkan ke ingginan ibu mu dan ke ingginan nenek nak?” nenek Kembali bertanya lagi
“insya allah nek zahra akan memakai jilbab tapi kalau untuk sekarang zahra belum siap nek,, zahra inggin memakai jilbab Ketika zahra sudah benar-benar siap dan jika zahra sudah yakin benar-benar siap untuk memakai jilbab insya allah zahra akan memakainya dan tidak akan melepanya, zahra akan melepas jilbab hanya di depan suami dan anak-anak zahra.
__ADS_1
“amin nenek doakan semoga kamu siap untuk memakai jilbab,, karna seorang Wanita alangkah baiknya menutup auratnya, secantik apapun seorang Wanita akan lebih cantik lagi apabila iya memakai jilbab atau menutup auratnya” nasehat nenek
“insya allah zahra akan memakai jilbab, dan nenek cepat sembuh yah dan kita cari jilbab buat zahra yah, zahra inggin nenek yang milihin jilbab buat zahra” kata zahra
Nenek zahra tersenyum mendengarkan perkataan cucunya “nak nenek sudah menyiapkan itu semua, sebelum nenek Kembali kepada sang pencipta nenek menyiapkan itu semua” kata nenek sambal tersenyum
“nenek tidak boleh berbicara seperti itu nenek akan Kembali sehat seperti dulu” kata zahra
“nak mungkin nenek sudah tidak bisa untuk menemami kamu lagi, nenek tidak bisa melihat kamu memakai jilbab untuk pertama kalinya, mungkin di saat kamu memakai jilbab untuk yang pertama kalinya nenek sudah tidak ada” kata nenek “nak jika nenek sudah tidak ada di sampingmu berjanjilah kepada nenek kamu akan baik-baik saja” kata nenek lagi
__ADS_1
Zahra yang mendengar itu semua berkata kepada sang nenek “nek,, nenek ngak boleh bilang gitu, nenek pasti sembuh zahra akan lakuin apapun buat nenek” kata zahra tiba-tiba zahra melihat sang nenek yang sedang sesak, zahra langsung cepat-cepat memanggil dokter untuk memeriksa sang nenek.
Zahra berdiri di luar ruangan sambal berdoa, tidak lama itu ibu bayu datang menghampi zahra
“nak zahra” pangil ibu bayu zahra yang melihat ibu bayu langsung berlari dan memeluk ibu bayu sambil menanggis, ibu bayu tidak bertanya lagi, iya hanya menunggu kabar dari dokter, tidak lama dokter keluar dengan wajah yang murung, zahra langsung menanyakan keadaan sang nenek kepada dokter
“dok nenek saya baik-baik saja kan?” tanya zahra
“maafkan,,, kami sudah berusaha, tapi tuhan lebih saying kepada nenek anda” kata dokter
__ADS_1
Zahra yang mendengar perkataan dokter hanya bisa duduk dan diam, menanggis pun sudah tidak mampu iya harus berusaha tegar di depan sang nenek. Ibu bayu menelpon sang suami agar membantu mengurus kepulangan nenek zahra mereka juga membantu untuk mempersiapkan proses pemakaman nenek zahra