Melonia Az-Zahra Ramadani

Melonia Az-Zahra Ramadani
Masih Dalam Suasana Duka


__ADS_3

Proses pemakaman nenek zahra telah selesai zahra pulang ke rumahnya. Rumah nenek dan zahra masih ramai dengan ibu-ibu yang membantu mempersiapkan tahlilan untuk malam nanti. Ibu RT yang melihat zahra hanya duduk melamun di kamar nenek masuk untuk mengajaknya berbicara.


“zahra kamu yang tabah, kamu harus iklas dengan kepergian nenek kamu, jangan bersedih terus, kita harus mendoakan nenek agar nenek tenang di sana” kata ibu RT menasehati zahra


“makasih ya bu sudah selalu membantu zahra” kata zahra


“iya nak, ya sudah dari pada kamu di dalam kamar terus mending kita keluar liat ibu-ibu lagi pada sibuk apa” ibu RT mengajak zahra untuk keluar dari dalam kamar agar zahra tidak terlalu larut dengan kesedihannya.


Ibu RT dan Zahra keluar untuk melihat ibu-ibu yang mempersiapkan tempat untuk tahlilan untuk sang nenek, zahrajuga ikut untuk membantu, dari pada iya duduk diam saja itu hanya akan membuat iya tambah sedih. Zahra yang sedang mengelar tikar tempat orang-orang tahlilan di kagetkan oleh suara mbak wati


“zahra mbak turut berduka cita yah” kata mbak wati

__ADS_1


Zahra yang melihat mbak wati langsung memeluknnya sambil menanggis, zahra yang melihat mbak wati tidak dapat lagi untuk membendung air matannya


“mbak nenek ninggalin aku sendirian” adu zahra sambi menenggis


“yang sabar ya ra, kita doakan nenek agar tenang di sana, nenek sudah tidak kesakitan lagi kita doakan saja nenek dari sini yah” kata mbak wati sambil memeluk zahra iya tau zahra sanggat terpukul di tinggal oleh orang tersayangnnya.


“sudah yah kamu istrahat saja biyar ini mbak yang kerjakan yah, muka kamu itu pucat sekali, mbak antar kamu ke kamar yah” kata mbak wati


“mbak tapi kalau zahra ke kamar zahra ke inggat terus nenek” kata zahra


Malam harinya orang-orang berdatangan di rumah zahra untuk tahlilan zahra pun ikut juga iya bosan hanya diam saja, iya tidak di perbolehkan oleh mbak wati untuk membantu pekerjaan yang mereka kerjakan mbak wati takut zahra ke capean dan sakit.

__ADS_1


Mbak wati pamit kepada zahra untuk Kembali lagi ke kota karna iya harus masuk kerja lagi iya hanya dapat izin dua hari dari majikannya.


“ra maaf yah mbak tidak bisa lama-lama di sini buat bantuin kamu, mbak hanya dapat izin dua hari dari majikan mbak, kamu kalau ada apa-apa jangan sungkan yah minta tolong sama mbak” mbak wati berpamitan kepada zahra


“iya mbak makasih yah udah bantuin zahra, mbak hati-hati yah” kata zahra


satu bulan setelah kematian nenek zahra sudah mulai iklas dengan kepergian sang nenek iya sudah mulai melakukan kegiatannya sehari-harinya untuk mengajar bayu dan teman-temannya, zahra juga mulai berfikir untuk mencari pekerjaan yang menghasilkan uang banyak agar bisa membayar pinjaman yang telah di berikan oleh ibu RT untuk biyaya pengobatan sang nenek selama di rawat di rumasakit.


Bayu dan teman-temannya sudah datang untuk belajar kepada zahra


Zahra mengajar mereka seperti biyasa, setelah zahra mengajar mereka zahra mengerjakan pekerjaan rumah, iya beum bisa bekerja di rumah ibu RT karna ibu RT sedang ke rumah anaknya yang sedang sakit. Anak ibu RT memang tidak tinggal di desa yang sama dengan mereka karna anak ibu RT setelah menikah dia mengikut suaminnya.

__ADS_1


“aku harus nanya ke mbak wati kalau di tempat kerjanya masih ada yang kosong apa ngak” kata zahra


Zahra ke rumah mbak wati untuk meminta nomor telpon mbak wati, kemarin iya lupa untuk meminta nomor mbak wati, setelah mendapatkan nomor mbak wati iya Kembali ke rumahnya. Iya inggin ke kota untuk mencari pekerjaan, iya harus segera membayar uang pinjaman yang telah di pinjamkan ibu RT kepdanya. Tetapi sebelum berangkat zahra juga tidak lupa menelpon ibu RT memberitahu kalau diam mau ke kota untuk mencari pekerjaan.


__ADS_2